Kamis, 29 Februari 2024

TRADISI : NYADRAN

 


NYADRAN  ALA ROSULULLAH 

TELAAH  SINGKAT SEBUAH  TRADISI YANG BERNUANSA SYAR'I

Penyaji : Iin Solikhin





Memasuki Bulan Sya'ban dan menjelang datangnya Bulan Ramadhan ada sebuah tradisi yang berlangsung cukup lama di tanah air kita Indonesia, khususnya pulau Jawa. Yakni tradisi "Nyadran", sebuah tradisi (adat kebiasaan) masyarakat yang baik, diantara isi dan rangkaian agenda nyadran itu berupa : 

1. Membersihkan area pemakaman

2. Melakukan Ziarah kubur/ nyekar

3. Melakukan doa bersama dan tidak lupa memohonkan ampun para ahli kubur

4. Melakukan sedekahan, Ambengan, besek-an kenduri

5. Kumpul bersama untuk ajang silaturahim dan makan bersama 

6. Saling memaafkan diantara satu dengan yang lain

7. Mengadakan majelis ta'lim atau pengajian 




x

Maka tentu akan timbul rasa penasaran, menapa masyarakat kita melakukan hal-hal demikian..???

Salah satu jawabannya adalah  .... 

Karena bulan Sya'ban adalah bulan yang dikategorikan bulan istimewa. Pada bulan Sya’ban ini semua amal manusia dilaporkan kepada Allah. Berkaitan dengan keutamaan bulan Sya’ban ini, al Imam Ibn Rajab al Hanbali, murid terkemuka Syaikh Ibn Qayyim al Jauziyah, berkata dalam kitab Lathaif al-Ma’arif, mengutip hadits Rosulullah yang diriwayatkan oleh Imam An-Nasaai dan Imam Ahmad sebagai berikut:

قَالَ قُلْتُ وَلَمْ أَرَكَ تَصُومُ مِنْ شَهْرٍ مِنْ الشُّهُورِ مَا تَصُومُ مِنْ شَعْبَانَ قَالَ ذَاكَ شَهْرٌ يَغْفُلُ النَّاسُ عَنْهُ بَيْنَ رَجَبٍ وَرَمَضَانَ وَهُوَ شَهْرٌ يُرْفَعُ فِيهِ الْأَعْمَالُ إِلَى رَبِّ الْعَالَمِينَ فَأُحِبُّ أَنْ يُرْفَعَ عَمَلِي وَأَنَا صَائِمٌ

Usamah bertanya kepada Rosulullah, kataku selanjutnya; "Dan kami tidak melihat engkau banyak berpusa kecuali di bulan Sya'ban?." Beliau bersabda: "Itulah bulan yang orang-orang banyak yang lalai antara bulan Rajab dan Ramadhan, yaitu bulan ditampakkannya amalan-amalan, dan aku suka ketika amalanku diperlihatkan dihadapan Rabbku, sedangkan aku dalam keadaan berpuasa." (HR An-Nasaai dan Ahmad). >>>  Hafizh Ibn Rajab al Hanbali, Lathaif al-Ma’arif, hal. 236.


APAKAH TRADISI ITU BOLEH DALAM AGAMA ISLAM KITA...???



Meskipun Islam datang dengan seperangkat aturan yang telah lengkap, namun demikian Islam tidak serta merta mengabaikan adat atau tradisi/ budaya yang ada di masyarakat. Dalam ilmu Ushul Fiqh, tradisi menjadi salah satu patokan dalam penentuan hukum Islam hingga akhirnya lahirlah kaidah العَادَةُ مُحَكَّمَة (adat istiadat itu mempunyai nilai hukum). Karena itulah melanggar tradisi masyarakat dianggap hal yang tidak terpuji selama tradisi tersebut tidak diharamkan oleh agama. Dalam hal ini Syaikh ibn Muflih al Hanbali murid Ibn Taimiyyah, berkata:

وَقَالَ ابْنُ عَقِيلٍ فِي الْفُنُونِ لَا يَنْبَغِي الْخُرُوجُ مِنْ عَادَاتِ النَّاسِ إلَّا فِي الْحَرَامِ فَإِنَّ الرَّسُولَ تَرَكَ الْكَعْبَةَ وَقَالَ (لَوْلَا حِدْثَانُ قَوْمِكِ الْجَاهِلِيَّةَ) وَقَالَ عُمَرُ لَوْلَا أَنْ يُقَالَ عُمَرُ زَادَ فِي الْقُرْآنِ لَكَتَبْتُ آيَةَ الرَّجْمِ. وَتَرَكَ أَحْمَدُ الرَّكْعَتَيْنِ قَبْلَ الْمَغْرِبِ لِإِنْكَارِ النَّاسِ لَهَا، وَذَكَرَ فِي الْفُصُولِ عَنْ الرَّكْعَتَيْنِ قَبْلَ الْمَغْرِبِ وَفَعَلَ ذَلِكَ إمَامُنَا أَحْمَدُ ثُمَّ تَرَكَهُ بِأَنْ قَالَ رَأَيْت النَّاسَ لَا يَعْرِفُونَهُ، وَكَرِهَ أَحْمَدُ قَضَاءَ الْفَوَائِتِ فِي مُصَلَّى الْعِيدِ وَقَالَ: أَخَافُ أَنْ يَقْتَدِيَ بِهِ بَعْضُ مَنْ يَرَاهُ

“Ibn ‘Aqil berkata dalam kitab al Funun, “Tidak baik keluar dari tradisi masyarakat, kecuali tradisi yang haram, karena Rasulullah telah membiarkan Ka’bah dan berkata, ‘Seandainya kaummu tidak baru saja meninggalkan masa-masa Jahiliyah…’. Sayyidina Umar berkata, ‘Seandainya orang-orang tidak akan berkata, Umar menambah al Qur’an, aku akan menulis ayat rajam di dalamnya.’ Imam Ahmad bin Hanbal meninggalkan dua raka’at sebelum maghrib karena masyarakat mengingkarinya. Dalam kitab al Fusul disebutkan tentang dua raka’at sebelum Maghrib bahwa Imam kami Ahmad bin Hanbal pada awalnya melakukannya, namun kemudian meninggalkannya, dan beliau berkata, ‘Aku melihat orang-orang tidak mengetahuinya.’ Ahmad bin Hanbal juga memakruhkan melakukan qadha shalat di musalla pada waktu dilaksanakan salat ‘id (hari raya). Beliau berkata, ‘Saya khawatir orang-orang yang melihatnya akan ikut-ikutan melakukannya.’(Syaikh Ibn Muflih al-Hanbali: al-Adab al-Shar’iyyah, II, 47).


Sebagain para 'Alim memberikan keterangan.

العادة تخالف كتاب الله وسنة رسول الله فهي مذمومة

Tradisi yang menyelisihi kitabullah dan sunnah Rosulullah maka itu tradisi yang cacat/ jelek. Tidak perlu dijaga dan tidak perlu dilestarikan, bilamana perlu dibasmi dan diberantas sampai ke akarnya.

العادة لاتخالف كتاب الله وسنة رسول الله فهي  محمودة. لذلك يجب الاهتمام بها والحفاظ عليها.

Tradisi yang tidak menyelisihi bahkan selaras kitabullah dan sunnah Rosulullah maka itu tradisi yang terpuji dan baik, Maka perlu dijaga dan perlu dilestarikan.



APA ITU NYADRAN...???









Nyadran berasal dari bahasa Sanskerta “Sraddha” yang artinya keyakinan. Tradisi Nyadran merupakan suatu budaya yang mendoakan leluhur yang telah meninggal dan seiring berjalannya waktu mengalami proses perkembangan budaya sehingga menjadi adat dan tradisi yang memuat berbagai macam seni budaya. Nyadran dikenal juga dengan nama Ruwahan, karena dilakukan pada bulan Ruwah. Tradisi Nyadran berdasarkan sejarahnya merupakan suatu akulturasi budaya jawa dengan Islam.

Nyadran >> Shodrun (صدر). Nyadran sebenarnya berasal dari kata bahasa Arab yang kemudian diadopsi menjadi bahasa jawa. Nyadran berasal dari kata sodrun yang artinya dada atau dibalik dada ada hati/ jantung. dalam sebuah Kalam dikatakan : Bulan Rojab pembersih Jasad, Bulan Sya'ban pembersih Hati, dan Bulan Ramadhan pembersihan Ruhaniy.


Nyadran >>> dari kata "Yaa Daro" (doa saat ziarah) Yadaro-nan jadi Nyadran-an. Dalam Shahih Muslim dipaparkan bahwa setiap kali keluar rumah pada akhir malam menuju Baqi’ (makam para sahabat di Madinah yang kini menjadi makam Rasulullah sendiri), Rasulullah menyapa penduduk makam dengan kalimat berikut:

 السَّلامُ عَلَيْكُمْ ياَ دَارَ قَوْمٍ مُؤْمِنينَ وَأتاكُمْ ما تُوعَدُونَ غَداً مُؤَجَّلُونَ وَإنَّا إنْ شاءَ اللَّهُ بِكُمْ لاحقُونَ 

Assalamu’alaikum, Wahai tempat bersemayam kaum mukmin. Telah datang kepada kalian janji Tuhan yang sempat ditangguhkan besok, dan kami insyaallah akan menyusul kalian


Secara istilah, nyadran merupakan ritual ibadah keagamaan yang mendoakan orangtua yang sudah meninggal dan dibarengi dengan bersih makam maupun area sekitar pemakaman. 

Sadran-an itu untuk mengucapkan rasa syukur yang dilakukan secara kolektif dengan mengunjungi makam atau kuburan leluhur yang ada di suatu tempat. kelurahan atau desa. Nyadran dimaksudkan sebagai sarana mendoakan leluhur yang telah meninggal dunia, mengingatkan diri bahwa semua manusia pada akhirnya akan mengalami kematian, juga dijadikan sebagai sarana guna melestrikan budaya gotong royong dalam masyarakat sekaligus upaya untuk dapat menjaga keharmonisan bertetangga melalui kegiatan makan bersama/ dhahar kembul.


APAKAH ROSULULLAH PERNAH MELAKUKAN NYADRAN...???


Kalau secara ritual umum nyadran, Rosulullah belum pernah melakukannya, karena nyadran baru ada setelah Rosul wafat, dan nyadran hanya ada di beberapa tempat atau daerah khususnya Jawa - Indonesia.

Namun secara esensi (inti) Rosulullah pernah melakukan nyadran-an ini. Berupa ziarah kubur dan doa di Maqbaroh/ makam.

Diantara keterangan dalil yang menjadi dasar anjuran melakukan ziarah kubur/ nyadran di bulan Sya'ban menjelang malam Nisfu Sya’ban, atau pada malam Nisfu Sya’ban, adalah hadis riwayat Ibnu Majah, dari istri Rosulullah yakni Sayidah Aisyah, dia berkata :

فَقَدْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ذَاتَ لَيْلَةٍ فَخَرَجْتُ فَإِذَا هُوَ بِالْبَقِيعِ رَافِعٌ رَأْسَهُ إِلَى السَّمَاءِ ، فَقَالَ لِي: أَكُنْتِ تَخَافِينَ أَنْ يَحِيفَ اللَّهُ عَلَيْكِ وَرَسُولُهُ ؟ قَالَتْ : قُلْتُ : ظَنَنْتُ أَنَّكَ أَتَيْتَ بَعْضَ نِسَائِكَ فَقَالَ: إِنَّ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ يَنْزِلُ لَيْلَةَ النِّصْفِ مِنْ شَعْبَانَ إِلَى السَّمَاءِ الدُّنْيَا فَيَغْفِرُ لِأَكْثَرَ مِنْ عَدَدِ شَعَرِ غَنَمِ كَلْبٍ

Siti Aisyah berkata : Aku pernah kehilangan Rasulullah Saw, kemudian aku keluar, ternyata beliau di pekuburan Baqi’ (Madinah) sambil menengadahkan wajah ke langit. Rasulullah Saw bertanya padaku; Kamu khawatir Allah dan Rasul-Nya akan menipumu?

Aisyah mengatakan; Aku hanya menduga engkau mendatangi istri-istrimu yang lain. Kemudian Rasulullah Saw bersabda; Sesungguhnya Allah turun ke langit dunia pada malam Nisfu Sya’ban, kemudian Dia mengampuni lebih dari jumlah bulu domba bani kalb.

Berdasarkan hadis ini, pada bulan Sya'ban (Ruwah - Jawa) khususnya saat malam Nisfu Sya’ban Rasulullah menziarah kuburan Baqi’. Bahkan dalam riwayat lain disebutkan bahwa pada malam tersebut (Sya'ban) Rasulullah didatangi Malaikat Jibril agar menziarahi kuburan Baqi’ dan memohonkan ampun untuk mereka.

Hadits keumuman tentang ziarah kubur sbb :

   كُنْتُ نَهَيْتُكُمْ عَنْ زِيَارَةِ الْقُبُورِ أَلَا فَزُورُوهَا، فَإِنَّهُ يُرِقُّ الْقَلْبَ، وَتُدْمِعُ الْعَيْنَ، وَتُذَكِّرُ الْآخِرَةَ، وَلَا تَقُولُوا هُجْرً


Dahulu saya melarang kalian berziarah kubur, tapi (sekarang) berziarahlah kalian, sesungguhnya ziarah kubur dapat melunakkan hati, menitikkan (air) mata, mengingatkan pada akhirat, dan janganlah kalian berkata buruk (pada saat ziarah). (HR Hakim).  

Dari dasar-dasar hadits inilah maka kami berpendapat bahwa Rosulullah pernah melakukan nyadran-an ini secara esensi. Karena nyadran sejatinya adalah sebuah tradisi yang di dalamnya terdapat nilai-nilai luhur dari syariat/ syar'i. 

Adapun nyadran Ala Rosulullah secara runtut sebagai berikut :

  • Memperbanyak serta membiasakan puasa Sunnah di bulan Sya'ban
  • Ziarah kubur/ makam
  • Mendoakan ahli kubur
  • Memohonkan ampun sesama muslim (keluarga, sodara, rekan, rekan, dll)
  • Memperbanyak dzikir (sholawat, istighfar, baca Qur'an, dll)
  • Membiasakan sedekah/ sedekah umum atau sedekah atas nama mayit.


CATATAN SAAT MEMBERSIHKAN MAQBAROH/ MAKAM ...




Terkait membersihkan atau merapikan rerumputan yang tumbuh secara berlebihan ataupun menghilangkan rerumputan yang sudah mati yang ada di areal makam adalah sesuatu yang sudah diketahui kebaikan atau kemaslahatannya. Hal itu sesuai dengan keindahan yang disukai Allah dan rasul-Nya, dan bagian dari pengamalan hadits “kebersihan itu adalah sebagian dari iman”. Namun ada satu riwayat dalam kitab I’anah at Thalibin karya Sayyid Abu Bakar Muhammad Syatha ad Dimyathi yang mengatakan:

ويسن أيضا وضع الجريد الأخضر على القبر وكذا الريحان ونحوه من الشيء الرطب ولا يجوز للغير أخذه من على القبر قبل يبسه لأن صاحبه لم يعرض عنه إلا عند يبسه لزوال نفعه الذي كان فيه وقت رطوبته وهو الاستغفار

Dalam redaksi kitab di atas, Imam Abu Bakar Muhammad Syatha ad Dimyathi mempunyai pendapat bahwa tidak boleh mencabut rumput yang masih segar. Namun, kalau hanya merapikan masih boleh misalkan  rumputnya terlalu rimbun atau sudah mati. Karena tumbuh-tumbuhan tersebutlah yang mendoakan si mayit.







Jadi sebaiknya, kita rapikan saja rumput-rumput itu dengan gunting, sabit, atau benda tajam lainnya. Yang masih segar biarkan, karena yang penting adalah merapikan, karena kebersihan dan kerapian adalah sebuah bentuk kemaslahatan. Oleh karena itu, tradisi ini baik untuk dilakukan kapan saja dan juga harus boleh dilakukan pada menjelang Ramadhan seperti tradisi yang berkembang di masyarakat.


________________________

20 Sya'ban 1445 H/ 01 Maret 2024

Ingsun Sholihin 


Selasa, 20 Juni 2023

SIRAH SHOHABAH

 

3 HAL KONTROVERSI  TENTANG KEBENARAN 




Dikisahkan dalam sebuah riwayat, pernah terjadi ketegangan antara Abu Hudzaifah dengan Umar bin Khathab lantaran kata-kata Abu Hudzaifah yang sedikit mengandung kontroversi. Abu Hudzaifah saat bersama Umar mengatakan.


"Hai Umar ibn Khathatab. Aku adalah orang yang mencintai fitnah dan membenci kebenaran,

Perkataan Abu Hudzaifah lantas tak direspon Umar. Namun Abu Hudzaifah kembali berkata, "Aku adalah orang yang lari menghindari rahmat Allah,"


Umar mulai terlihat marah, akan tetapi masih bisa menahan emosinya. Kembali Abu Hudzaifah berkata "Aku adalah orang yang memiliki sesuatu di dunia ini yang Allah tidak miliki."


Mendengar kata-kata itu, Umar langsung berkata. "Apa yang kau katakan hai Hudzaifah, lebih baik aku pergi dari sini," kemudian Umar melangkah pergi.


Di perjalanan, Umar bertemu dengan Ali bin Abu Thalib. Ali yang melihat raut kemarahan Umar langsung bertanya. "Hai Amirul Mukminin, apakah yang membuat tanda marah di wajahmu begitu jelas?"


Kemudian Umar bercerita tentang kata-kata yang dilontarkan Abu Hudzaifah.

"Sesungguhnya Abu Hudzaifah sedang mencandaimu hai Umar. Benar lah dia adalah seorang yang mencintai fitnah yakni wanita dan anak-anak, dan membenci kebenaran bernama kematian. Kemudian siapa yang tak lari berteduh disaat rahmat Allah bernama hujan itu turun? Lantas Allah tidak beranak dan tidak diperanakan, sedangkan Abu Hudzaifah memiliki ibu dan anak-anak,"


Mendengar penjelasan Ali, Umar ibn Khathtab ikut tersenyum.




*Bersumber dari Kitab Hikayatus Sahabah.

Minggu, 16 April 2023

TASHOWUF : KONSEP 3T Dalam upaya penyempurnaan iman dan taqwa

 


TAKHOLLI - TAHALLI - TAJALLI (3T) 

Dalam upaya penyempurnaan taqwa kepada Sang Ilaahi. 





*TAQWA yaitu...*

Syaikh Hafidz Hasan Mas'udiy (Dzurriyah Imam Ibnu Mas'ud R.A) dalam kitab Taisirul Kholaq mendefinisikan taqwa sbb :

التَّقْوَى هِىَ إِمْتِثَالُ أَوَامِرِ اللهِ عَزَّ وَجَلَّ وَاجْتِنَابُ نَوَاهِيهِ سِرًّا وَعَلَانِيَةً

Taqwa adalah melakukan perintah-perintah Allah yang Maha Tinggi dan Maha Besar “serta” menjauhi larangan-larangaNya secara tersembunyi dan terang-terangan. 


Semnetara Syaikh Prof. Dr. Hasan Hanafi Al-Mishry (Pengajar Filsafat Al-Azhar) mengatakan :

التَّقْوَى هِىَ إِمْتِثَالُ أَوَامِرِ اللهِ عَزَّ وَجَلَّ لِإِجْتِنَابُ نَوَاهِيهِ سِرًّا وَعَلَانِيَةً

Taqwa adalah melakukan perintah-perintah Allah yang Maha Tinggi, dan Maha Besar dalam upaya “untuk” menjauhi larangan-larangaNya secara tersembunyi dan terang-terangan. 


َلَا تَتِمُّ إِلَّا بِالتَّخَلِّى عَنْ كُلِّ رَذِيلَةٍ، وَالتَحَلِّى بِكُلِّ فَضِيلَةٍ (زيادة : و التجلّىِ في جميع الاحوالِ في كل وقتٍ واحيانٍ)

Maka Takwa tidak sempurna kecuali dengan :

(1) Takholli, yaitu menjauhi semua keburukan, dan 

(2) Tahalli, yakni berhias dengan setiap keutamaan, 

(3) Tambahan : Tajalli, selalu mengagungkan Sang Kholiq (Imam Ghazali – dalam Almunqit Minad Dholal & Ihya'). 

فَهِيَ  ( التَّقْوَى)   الطَّرِيقُ الَّذِي مَنْ سَلَكَهُ اهْتَدَى  وَالعُرْوَةُ الوُثْقَى الَّتِي مَنْ اسْتَمْسَكَ بِهَا نَجَا

Maka Taqwa adalah jalan, yang siapa yang menapakinya maka ia akan mendapat petunjuk dan tali yang kuat, yang siapa yang memegangnya akan selamat.


Firman Allah SWT dalam Surat Thaha

وَاِنِّيْ لَغَفَّارٌ لِّمَنْ تَابَ وَاٰمَنَ وَعَمِلَ صَالِحًا ثُمَّ اهْتَدٰى

Dan sungguh, Aku Maha Pengampun bagi yang bertobat beriman dan berbuat kebajikan, kemudian tetap istiqomah dalam petunjuk. 


Mari kita mengenal konsep 3T untuk penyempurnaan ketaqwaan kita. 


*Pertama, TAKHOLLI*

Secara sederhana, takhalli bermakna pengosongan. Dalam ilmu tasawuf, takhalli bermakna pengosongan hati dan pikiran dari hal-hal yang bisa mengotori. Misalnya berupa penyakit hati atau gangguan pikiran yang masih berkecamuk sebelum memulai melakukan ibadah.

Karena hati yang masih diselimuti kekotoran, tidak bisa diisi dengan sifat-sifat mahmudah. Kita ambil contoh dalam beribadah, misalnya.

Saat melakukan salat, Jika hati atau pikiran kita masih terpaut dengan hal-hal keduniaan atau dengan pekerjaan-pekerjaan yang masih belum tuntas, saat itulah hati kita tidak bisa diisi dengan kekhusyuan dan memahami setiap bacaan atau amaliah salat yang kita lakukan.

Saat melafalkan dzikir La Ilaha Illallah, Jika hati kita masih belum dikosongkan dari Jika hati dan fikiran kita masih belum dikosongkan dari Gejolak dan kecamuk hal-hal dunia, maka La Ilaha Illallah yang diucapkan hanya terjadi hanya terucap di lisan tidak tertancap dalam hati.

Contoh yg lain : meminimalisir, menahan diri untuk tidak ke tempat2 yg banyak mengandung mudhorot, seperti di pasar, Cafe, mall, tempat hiburan, keramaian duniawi. Itu juga merupakan langkah awal untuk ber-takholli. 



*Kedua, TAHALLI*

Secara bahasa, tahalli berarti pengisian. Dalam ilmu tasawuf, tahalli bermakna pengisian hati dengan sifat-sifat mahmudah atau dengan kalimat-kalimat zikir setelah sebelumnya hati dilakukan pengosongan atau pembersihan dari sifat sifat madzmumah.

Maka orang yang berdzikir La Ilaha Illallah dalam rangka mengisi atau memberikan nutrisi pada hati akan lebih mudah khsyuk dalam proses tahalli ini jika proses sebelumnya yakni takhalli telah dilakukan. Orang yang pernah melakukan dosa, setelah itu ia bertaubat. Maka jalan yang ia tempuh berikutnya adalah jalan ini, yakni tahalli berupa melakukan amal-amal sholeh.

Memanfaatkan waktu luang/ senggang untuk diisi dengan berbagai macam bentuk ibadah, sholat sunnah, tadarrus, dzikir, muthola'ah kitab dll merupakan langkah permulaan untuk melatih laku jalan tahalli. 


*Ketiga,  TAJALLI*

Setelah takhalli dan tahalli dilalui, maka sampailah pada tajalli atau mengkoneksikan diri dengan Allah, Allah yang diprioritaskan, Allah yang selalu di sebut dan diagungkan. Di sinilah, manusia bisa mencapai derajat insan kamil saat ia benar meraakan nikmat dari suluknya.


ingat Firman Allah SWT dalam Surat Thaha tadi

وَاِنِّيْ لَغَفَّارٌ لِّمَنْ تَابَ وَاٰمَنَ وَعَمِلَ صَالِحًا ثُمَّ اهْتَدٰى

Dan sungguh, Aku Maha Pengampun bagi yang bertobat (takholli), beriman dan berbuat kebajikan (tahalli), kemudian tetap istiqomah dalam petunjuk (tajalli). 


# Betaubat dari kesyirikan maupun hal yang mengotori hati lainnya adalah pengamalan dari takhalli.

# Beriman dan beramal shaleh adalah salah satu manifestasi dari tahalli.

# Dan tetap istiqamah dalam petunjuk Allah SWT, mengagungkan Allah SWT dalam berbagai situasi kondisi maupun keadaan merupakan wujud dari tajalli. 


>>> Karenanya, orang yang seperti ini layak untuk mendapatkan ampunan dan ridha Allah. Saat itulah, seorang manusia yang lemah dan hina menjadi  memiliki pribadi yang ketaqwaannya bisa dibilang sempurna dan mulia. 

*Wallahu a’lam bisshawab.*


_________________________

Ingsun Sholihin

Yogyakarta, 25 Ramadhan  1444H/ 16 April 2023 M. 


Selasa, 28 Maret 2023

AQIDAH : Semua Dalam Skenario Sang Pencipta

 


SEMUA DALAM SKENARIO SANG PENCIPTA

"Sampai waktu yang telah ditentukan"


Ket : Bersama santri 'ulya PP. Darul Mushlihin -Banguntapan Bantul Jogja



يٰٓاَيُّهَا النَّاسُ اِنْ كُنْتُمْ فِيْ رَيْبٍ مِّنَ الْبَعْثِ فَاِنَّا خَلَقْنٰكُمْ مِّنْ تُرَابٍ ثُمَّ مِنْ نُّطْفَةٍ ثُمَّ مِنْ عَلَقَةٍ ثُمَّ مِنْ مُّضْغَةٍ مُّخَلَّقَةٍ وَّغَيْرِ مُخَلَّقَةٍ لِّنُبَيِّنَ لَكُمْۗ وَنُقِرُّ فِى الْاَرْحَامِ مَا نَشَاۤءُ اِلٰٓى اَجَلٍ مُّسَمًّى... 


"Wahai manusia! Jika kamu meragukan (hari) kebangkitan, maka sesungguhnya Kami telah menjadikan kamu dari tanah, kemudian dari setetes mani, kemudian dari segumpal darah, kemudian dari segumpal daging yang sempurna kejadiannya dan yang tidak sempurna, agar Kami jelaskan kepada kamu; dan Kami tetapkan dalam rahim menurut kehendak Kami ''sampai waktu yang sudah ditentukan'', kemudian Kami keluarkan kamu sebagai bayi, kemudian (dengan berangsur-angsur) kamu sampai kepada usia dewasa... (Al-Hajj : 05).


maksud dari "waktu yang sudah ditentukan" adalah waktu yang Allah SWT taqdirkan dan gariskan untuk hamba-Nya, seperti kapan ia bertemu dg jodoh, kapan ia diberi karunia calon penerus (anak), kapan waktu kelahiran, kapan bisa bertumbuh kembang dg baik sesuai skenario-Nya dll. 


Sekadar Contoh : 

Seseorang sudah cukup matang secara umur untuk menikah, berbagai cara sudah diupayakan mulai dari ta'aruf, meminta tolong dikenalkan teman, menghubungi rekan2 sekolah atau kuliah dulu, namun belum berhasil berjodoh belum menemukan tambatan hati. Hal ini bukan berarti kita tidak ada jodoh, namun Allah SWT sudah mengatur itu semua -mumkin saat itu belum masanya. Ada semacam teori "busur panah atau teori ketapel". Ibarat busur panah dan ketapel, mumkin kita sedikit ditarik mundur (agak terlambat menemukan jodoh), namun setelah tarikan busur panah/ ketapel itu dilepas, kita akan melesat cepat menyalip keberhasilan dan kesuksesan orang lain yang sudah menikah lebih dulu. 

Begitupun semisal tentang kondisi kesejahteraan dan kesuksesan hidup seseorang, bisa jadi saat ini kita masih dalam keadaan biasa-biasa saja, padahal teman2, sodara, tetangga kita, atau orang lain diluaran sana sudah terlihat mencapai kesuksesan - kesejahteraan hidupnya. kalau kita memahami konsep taqdir Allah SWT dan sedikit ilustrasi teori "busur panah/ ketapel" Tadi. Maka kita akan semakin yaqin bahawa Allah SWT akan mewujudkan harapan cita2 maupun munajat kita. Sekali lagi, kita harus tetap ikhtiyar dan berdoa, tidak boleh pesimis dan menyerah, bahkan kita harus yaqin bahwa Allah SWT akan segera mewujudkannya. 


Contoh berikutnya : 

Tumbuh Kembang seorang anak. Setelah dilahirkan kedunia kehidupan sang bayi-pun dimulai, perkembangan demi perkembangan selalu diperhatikan mulai dari perkembangan kognitif hingga perkembangan motoric. Begitu pula, kapan anak mulai bisa mengenal kata, bisa berbicara, tentu ada tahapannya. Bila itu belum terlihat/ terjadi pada si buah hati maka kita tidak boleh panik, pesimis, putus berharap, bahkan menyerah. Dalam hal ini setiap hamba yg dilahirkan tidaklah sama waktunya, sesuai izin Allah SWT. artinya perkembangan setiap anak tidaklah sama waktunya, atau berbeda beda. Walau demikian bukan berarti kita hanya menunggu saja, tetap harus ada ikhtiyar maupun usaha agar untuk meraih dan mewujudknannya. Misal : bisa ditempuh dengan konsultasi ke dokter, terapi medical, okupasi, ataupun terapi herbal serta terapi tradisional. 



Ikhtiar + Doa + Tawakal sebagai kuncinya. Frman Allah SWT :

لَهُۥ مُعَقِّبَٰتٌ مِّنۢ بَيْنِ يَدَيْهِ وَمِنْ خَلْفِهِۦ يَحْفَظُونَهُۥ مِنْ أَمْرِ ٱللَّهِ ۗ إِنَّ ٱللَّهَ لَا يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتَّىٰ يُغَيِّرُوا۟ مَا بِأَنفُسِهِمْ ۗ وَإِذَآ أَرَادَ ٱللَّهُ بِقَوْمٍ سُوٓءًا فَلَا مَرَدَّ لَهُۥ ۚ وَمَا لَهُم مِّن دُونِهِۦ مِن وَالٍ

Artinya: Bagi manusia ada malaikat-malaikat yang selalu mengikutinya bergiliran, di muka dan di belakangnya, mereka menjaganya atas perintah Allah. Sesungguhnya Allah tidak merubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka merubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri. Dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap sesuatu kaum, maka tak ada yang dapat menolaknya; dan sekali-kali tak ada pelindung bagi mereka selain Dia. (Ar-Ra'du :11). 


Ayat tersebut menunjukkan bahwa meskipun seseorang memohon pertolongan kepada Allah SWT, jika orang tersebut tidak berusaha untuk mengubah keadaannya, maka Alah pun tidak akan melakukan apa-apa. Dengan berikhtiar, sesungguhnya bisa menambah dan mendorong manusia untuk terus optimistis dalam menggapai sesuatu. Dan Jangan lupa, mari kita iringi setiap ikhtiar kita dengan doa munajat kepada Sang Pencipta. 

فَإِذَا عَزَمْتَ فَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ ۚ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُتَوَكِّلِينَ.

Artinya: Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakkal kepada-Nya


Semoga Allah SWT senantiasa memberikan kita kekuatan dan keistiqomahan dalam menjalankan ketho'atan kepada-Nya, semoga Allah SWT senantiasa meridhoi juga memberikan kemudahan setiap urusan dan 'amal usaha kita. Aamiin.

_____________________________


رَبِّ أَوْزِعْنِىٓ أَنْ أَشْكُرَ نِعْمَتَكَ ٱلَّتِىٓ أَنْعَمْتَ عَلَىَّ وَعَلَىٰ وٰلِدَىَّ وَأَنْ أَعْمَلَ صٰلِحًا تَرْضَىٰهُ وَأَدْخِلْنِى بِرَحْمَتِكَ فِى عِبَادِكَ ٱلصّٰلِحِينَ


Doa Nabi Sulaiman : Ya Tuhanku, berikanlah aku ilham untuk tetap mensyukuri nikmat-Mu yang telah Engkau anugerahkan kepadaku dan kepada dua orang ibu bapakku dan untuk mengerjakan amal shaleh yang Engkau ridhoi dan masukkanlah aku dengan rahmat-Mu kedalam golongan hamba-hamba-Mu yang shaleh.” (QS. An-Naml : 19)


رَبِّ أَوْزِعْنِىٓ أَنْ أَشْكُرَ نِعْمَتَكَ ٱلَّتِىٓ أَنْعَمْتَ عَلَىَّ وَعَلَىٰ وَٰلِدَىَّ وَأَنْ أَعْمَلَ صَٰلِحًا تَرْضَىٰهُ وَأَصْلِحْ لِى فِى ذُرِّيَّتِىٓ ۖ إِنِّى تُبْتُ إِلَيْكَ وَإِنِّى مِنَ ٱلْمُسْلِمِينَ


Artinya:  "Ya Tuhanku, tunjukilah aku untuk mensyukuri nikmat Engkau yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada ibu bapakku dan supaya aku dapat berbuat amal yang saleh yang Engkau ridhai; berilah kebaikan kepadaku dengan (memberi kebaikan) kepada anak cucuku. Sesungguhnya aku bertaubat kepada Engkau dan sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri". (Al-Ahqaf : 15).


رَبِّ لَا تَذَرْنِيْ فَرْدًا وَّاَنْتَ خَيْرُ الْوٰرِثِيْنَ 


Artinya: “Dan (ingatlah kisah) Zakariya, ketika dia meminta kepada Tuhannya, “Ya Tuhanku, janganlah Engkau biarkan aku hidup seorang diri (tanpa keturunan) dan Engkaulah ahli waris yang terbaik”.(Al-Anbiya : 89) 


رَبِّ هَبْ لِيْ مِنَ الصّٰلِحِيْنَ


Artinya: “Ya Tuhanku, anugerahkanlah kepadaku (seorang anak) yang termasuk orang yang saleh. (ashaffat : 100).


رَبِّ هَبْ لِي مِنْ لَدُنْكَ ذُرِّيَّةً طَيِّبَةً إِنَّكَ سَمِيعُ الدُّعَاءِ


Artinya: "Ya Tuhanku, berilah aku dari sisi Engkau seorang anak yang baik. Sesungguhnya Engkau Maha Mendengar doa. (QS Ali Imran Ayat 38).


 اللهم اجْعَلْهُ (ها)  بَارًّا تَقِيًّا رَشِيْدًا وَأَنْبِتْهُ (ها) فِي الْإِسْلَامِ نَبَاتًا حَسَنًا. اللهم فقّهه( ها) في الدين، واجعله(ها) من عبادك الصالحين / الصالحات.   وصلى الله على سيدنا محمد و على اله وصحبه وبارك وسلم. آمين. 


 “Ya Allah, jadikanlah ia (anak) orang yang baik/ berbakti, bertakwa, dan cerdas. Tumbuhkanlah ia dalam islam dengan pertumbuhan yang baik. Ya Allah Semoga Engkau  pahamkan dia tentang ilmu agama, dan jadikanlah dia termasuk dalam hamba-hambaMu yang sholih (baik/ memberi manfaat kpd sesama)". Aamiin.


__________________

Yogyakarta, 06 Ramadhan 1444H

Ingsun_Sholihin

Kamis, 18 Agustus 2022

#JUMAT BERKAH MUSTAJAB

 

BERBURU DOA MUSTAJAB DI HARI JUM'AT




Alhamdulillah, kita berjumpa dengan hari yang Agung, sayyidul ayam,  hari penuh keberkahan : hari Jum'at. Banyak keutamaan di hari jumat ini. Bahkan Rosulullah pun menganjurkan kita (ummatnya) untuk banyak ber'amal utama di hari jumat ini, salah satunya yaitu untuk berdoa. Karena doa di hari jumat insyaallah mustajab. 

Dalam hadis dari Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menyebutkan tentang hari Jumat, lantas beliau bersabda,

فِيهِ سَاعَةٌ لاَ يُوَافِقُهَا عَبْدٌ مُسْلِمٌ ، وَهْوَ قَائِمٌ يُصَلِّى ، يَسْأَلُ اللَّهَ تَعَالَى شَيْئًا إِلاَّ أَعْطَاهُ إِيَّاهُ

“Di hari Jumat terdapat suatu waktu yang tidaklah seorang hamba muslim yang ia berdiri melaksanakan shalat lantas dia memanjatkan suatu doa pada Allah bertepatan dengan waktu tersebut melainkan Allah akan memberi apa yang dia minta.” (HR. Bukhari 935, Muslim 2006, Ahmad 10574 dan lainnya).

Hadis di atas menyebutkan bahwa waktu mustajab itu jatuh di hari jumat. Dan itu hanya sesaat. Tanpa menyebutkan batasan, kapan tepatnya waktu itu terjadi. Pertanyaan nya ; 

Lalu Kapan Waktu Mustajab Itu...??? 

Ada beberapa pendapat ulama tentang waktu mustajab tersebut. Dari sekian banyak pendapat, ada 3 pendapat yang dianggap lebih kuat (bisa dilihat bbrapa refrensi, diantara nya kitab Fathul Bari, 11/199, dll),


Pertama :

Waktu mustajab itu adalah antara duduknya imam sampai selesainya shalat jumat.

Pendapat ini berdalil dengan beberapa riwayat berikut,

Dari Abu Burdah bin Abi Musa Al Asy’ari. Ia berkata, “Abdullah bin  Umar bertanya padaku, ‘Apakah engkau pernah mendengar ayahmu menyebut suatu hadits dari Rasulullah mengenai waktu mustajabnya doa di hari Jumat?” Abu Burdah menjawab, “Iya betul, aku pernah mendengar dari ayahku (Abu Musa), ia berkata bahwa Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

هِىَ مَا بَيْنَ أَنْ يَجْلِسَ الإِمَامُ إِلَى أَنْ تُقْضَى الصَّلاَةُ

“Waktu tersebut adalah antara imam duduk ketika khutbah hingga imam menunaikan shalat Jumat.” (HR. Muslim 2012 dan Abu Daud 1051).

Kemudian disebutkan dalam riwayat lain,  dari Amr bin Auf al-Muzanni Radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِنَّ فِي الْجُمُعَةِ سَاعَةً لَا يَسْأَلُ اللَّهَ الْعَبْدُ فِيهَا شَيْئًا إِلَّا آتَاهُ اللَّهُ إِيَّاهُ ) !قَالُوا : يَا رَسُولَ اللَّهِ ، أَيَّةُ سَاعَةٍ هِيَ ؟ قَالَ : ( حِينَ تُقَامُ الصَّلَاةُ إِلَى الِانْصِرَافِ مِنْهَا 

Sesungguhnya pada hari jumat terdapat satu waktu, jika para hamba memohon kepada Allah, pasti akan dikabulkan oleh Allah.

Para sahabat bertanya, ‘Ya Rasulullah, waktu kapankah itu?’

Jawab beliau, “Ketika shalat dimulai hingga selesai shalat.”

(HR. Turmudzi 490, Ibn Majah 1138, namun hadis ini dinilai dhaif oleh al-Albani dan Syuaib al-Arnauth). 

 

>>> Sebagian 'Alim Ulama juga mengatakan : Waktu  mustajab itu juga terdapat diantara dua khutbah. 


Kedua :

Waktu mustajab Jumat itu jatuh setelah 'asar. 

Ini merupakan pendapat Abdullah bin Sallam, Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu, Imam Ahmad dan beberapa ulama.Adpun hadisnya sbb : 

Hadis dari Abu Said al-Khudri dan Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِنَّ فِي الْجُمُعَةِ سَاعَةً لَا يُوَافِقُهَا عَبْدٌ مُسْلِمٌ يَسْأَلُ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ فِيهَا خَيْرًا إِلَّا أَعْطَاهُ إِيَّاهُ وَهِيَ بَعْدَ الْعَصْرِ

Di hari Jumat terdapat suatu waktu, dimana jika ada seorang hamba muslim yang memanjatkan doa kepada Allah bertepatan dengan waktu tersebut, Allah akan memberi apa yang dia minta. Waktu itu adalah seteah asar. (HR. Ahmad 7631 dan shahih Syuaib al-Arnauth).

Hadis dari Jabir bin Abdillah Radhiyallahu ‘anhuma, bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

يَوْمُ الْجُمُعَةِ اثْنَتَا عَشْرَةَ سَاعَةً ، لَا يُوجَدُ فِيهَا عَبْدٌ مُسْلِمٌ يَسْأَلُ اللَّهَ شَيْئًا إِلَّا آتَاهُ إِيَّاهُ فَالْتَمِسُوهَا آخِرَ سَاعَةٍ بَعْدَ الْعَصْرِ

Pada hari jumat ada 12 jam. (Diantaranya ada satu waktu, apabila ada seorang muslim yang memohon kepada Allah di waktu itu, niscaya akan Allah berikan. Carilah waktu itu di penghujung hari setelah asar. (HR. Abu Daud 1048, Nasai 1389).


>>> Sebagian 'Ulama juga memyebutkan, bahwa waktu mustajab itu di Malam Jum'at nya, dengan landasan :

 وَرَأَى بَعْضُ أَهْلِ الْعِلْمِ مِنْ أَصْحَابِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَغَيْرِهِمْ أَنَّ السَّاعَةَ الَّتِي تُرْجَى فِيهَا بَعْدَ الْعَصْرِ إِلَى أَنْ تَغْرُبَ الشَّمْسُ وَبِهِ يَقُولُ أَحْمَدُ وَإِسْحَقُ.

Sebagian ahli ilmu dari kalangan sahabat Nabi dan yang lainnya berpendapat bahwa waktu yang mustajab pada hari Jumat adalah setelah  Ashar sampai matahari terbit (malam jumat), ini adalah pendapat Ahmad dan Ishaq. (HR Tirdmizi: 451).


Ketiga :

Sejak matahari terbit (Fajar Jumat/ Shubuh Jumat)

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ خَيْرُ يَوْمٍ طَلَعَتْ فِيهِ الشَّمْسُ يَوْمُ الْجُمُعَةِ فِيهِ خُلِقَ آدَمُ وَفِيهِ أُدْخِلَ الْجَنَّةَ وَفِيهِ أُهْبِطَ مِنْهَا وَفِيهِ سَاعَةٌ لَا يُوَافِقُهَا عَبْدٌ مُسْلِمٌ يُصَلِّي فَيَسْأَلُ اللَّهَ فِيهَا شَيْئًا إِلَّا أَعْطَاهُ إِيَّاهُ قَالَ أَبُو هُرَيْرَةَ فَلَقِيتُ عَبْدَ اللَّهِ بْنَ سَلَامٍ فَذَكَرْتُ لَهُ هَذَا الْحَدِيثَ فَقَالَ أَنَا أَعْلَمُ بِتِلْكَ السَّاعَةِ فَقُلْتُ أَخْبِرْنِي بِهَا وَلَا تَضْنَنْ بِهَا عَلَيَّ قَالَ هِيَ بَعْدَ الْعَصْرِ إِلَى أَنْ تَغْرُبَ الشَّمْسُ فَقُلْتُ كَيْفَ تَكُونُ بَعْدَ الْعَصْرِ وَقَدْ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا يُوَافِقُهَا عَبْدٌ مُسْلِمٌ وَهُوَ يُصَلِّي وَتِلْكَ السَّاعَةُ لَا يُصَلَّى فِيهَا فَقَالَ عَبْدُ اللَّهِ بْنُ سَلَامٍ أَلَيْسَ قَدْ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ جَلَسَ مَجْلِسًا يَنْتَظِرُ الصَّلَاةَ فَهُوَ فِي صَلَاةٍ قُلْتُ بَلَى قَالَ فَهُوَ ذَاكَ

Telah menceritakan kepada kami Ishaq bin Musa Al Anshari telah menceritakan kepada kami Ma'an telah menceritakan kepada kami Malik bin Anas dari Yazid bin Abdullah bin Hadi dari Muhammad bin Ibrahim dari Abu Salamah dari Abu Hurairah dia berkata, Rasulullah SAW bersabda:

"Sebaik-baik hari setelah terbitnya matahari adalah hari Jumat, pada hari itu Adam diciptakan, pada hari itu dia dimasukkan kedalam surga, pada hari itu juga dia dikeluarkan dari surga, dan tidaklah seorang muslim yang sholat dan memohon sesuatu kepada Allah bertepatan pada waktu itu, melainkan Allah akan mengijabahinya." (HR Tirdmizi 453).


Demikian, sedikit informasi di hari Jumat yang penuh kemudian dan keberkahan ini. Mari kita cari dan buru kemustajabahan doa untuk meraih ridho dan berkah Allah SWT dalam segala sendiri kehidupan kita baik dari urusan agama, dunia, dan akhirat. Aamiin. 🙏🏻

____________________

Malangan, Giwangan : 19 Agustus 2022

Ingsun Solihin

Rabu, 18 Mei 2022

PETUAH NABI : INGIN KAYA DAN CUKUP...?? HAJAT TERPENUHI...??? NILAH RESEPNYA

 


INGIN MENJADI ORANG KAYA DAN CUKUP??? HAJAT TERPENUHI??? 

INILAH RESEP ROSULULLOH UNTUK MENJADI ORANG YANG  "KAYA & CUKUP"





Siapakah orang yang paling kaya di dunia saat ini ?

“Yang punya perusahaan Microsoft; Bill Gates!” Mungkin inilah jawaban yang terlontar, andaikan salah seorang dari kita dihadapkan pada pertanyaan di atas. Atau bisa jadi jawabannya, “Pemain bola anu!” atau “Artis itu!”

Berbagai jawaban di atas barangkali akan sangat dianggap wajar karena barometer kekayaan di benak kebanyakan orang saat ini diukur dgn kekayaan harta duniawi. Padahal, jika menggunakan barometer syariat, bukan merupakan hal yang mustahil bahwa kita pun amat berpeluang untuk menjadi kandidat orang paling “kaya”!


Orang paling kaya di mata syariat

Orang paling kaya, jika diukur dengan timbangan syariat, adalah: orang yang paling qana'ah.

Nabi kita shallallahu ‘alaihi wa sallam menjelaskan,

لَيْسَ الْغِنَى عَنْ كَثْرَةِ الْعَرَضِ، وَلَكِنَّ الْغِنَى غِنَى النَّفْسِ

“Kekayaan tidaklah diukur dengan banyaknya harta, namun kekayaan yang hakiki adalah kekayaan hati.” (HR. Bukhari dan Muslim; dari Abu Hurairah)

Kaya hati, atau sering diistilahkan dengan “qana’ah“, artinya adalah ‘nrimo (menerima) dan rela dengan berapa pun yang diberikan oleh Allah Ta’ala.

Berapa pun rezeki yg didapatkan, dia tidak mengeluh. Mendapat rezeki banyak, bersyukur; mendapat rezeki sedikit, bersabar dan tidak mengumpat.

Andaikan kita telah bisa mengamalkan hal di atas, saat itulah kita bisa memiliki kans besar untuk menjadi orang terkaya di dunia. Ujung-ujungnya, keberuntunganlah yang menanti kita, sebagaimana janji Sang Musthafa shallallahu ‘alaihi wa sallam,

قَدْ أَفْلَحَ مَنْ أَسْلَمَ وَرُزِقَ كَفَافًا وَقَنَّعَهُ اللَّهُ بِمَا آتَاهُ

“Beruntunglah orang yang berislam, dikaruniai rezeki yang cukup, dan dia dijadikan menerima apa pun yang dikaruniakan Allah (kepadanya).” (HR. Muslim; dari Abdullah bin ‘Amr)

Berdasarkan barometer di atas, bisa jadi orang yg berpenghasilan dua puluh ribu sehari dikategorikan orang kaya, sedangkan orang yg berpenghasilan dua puluh juta sehari dikategorikan orang miskin. 

Pasalnya, orang pertama merasa cukup dgn uang sedikit yg didapatkannya. Adapun orang kedua, dia terus merasa kurang walaupun uang yg didapatkannya sangat banyak. Bagaimana mungkin orang yang berpenghasilan dua puluh ribu dianggap berkecukupan, padahal ia harus menafkahi istri dan anak-anaknya ?

Ya, selain karena keberkahan yang Allah limpahkan dalam hartanya, juga karena ukuran kecukupan menurut Nabi kita shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah sebagai berikut,

مَنْ أَصْبَحَ مِنْكُمْ آمِنًا فِي سِرْبِهِ، مُعَافًى فِي جَسَدِهِ، عِنْدَهُ قُوتُ يَوْمِهِ، فَكَأَنَّمَا حِيزَتْ لَهُ الدُّنْيَا

“Barangsiapa yang melewati harinya dengan perasaan aman dalam rumahnya, sehat badannya, dan memiliki makanan untuk hari itu, maka seakan-akan ia telah memiliki dunia seisinya.” (HR. Tirmidzi). 


SAUDARAKU..., 

Bilamana kebutuhan kita ingin dicukupkan/dikayakan oleh Sang Kholiq, maka tentu tetap harus ada usaha dan ikhtiyar  dhohir -bathin. Usaha dan ikhtiyar dhohir dg bekerja semampu kita sesuai dg kapasitas dan keahlian kita. Sedangkan usaha bathin tentu dengan  doa/ dzikir/ tawakal kepada Sang Pencipta. Imam Abu Fida' Ibnu Katsir dalam kitabnya Tafsir Quranul 'Adzim/ Tafsir Ibnu Katsir menyampaiakn satu hadits  tentang amalan yang pernah Rosululloh Muhammad berikan, yakni ijazah 'ammah dan 'amalan untuk kita (ummatnya). Adapun 'Amalan dan Ijazah tersebut sebagai berikut  ... 

عن أمّ درداء؛ كان قد سمع أبا درداء يقول : انّ النبي صلى الله عليه وسلم قال :  ما من عبد يقول : حَسْبِيَ اللّٰهُ لَآ اِلٰهَ اِلَّا هُوَ ۗ عَلَيْهِ تَوَكَّلْتُ وَهُوَ رَبُّ الْعَرْشِ الْعَظِيْمِ. سبع مرات - بعد كل صلاة. الاّ كفى ه الله تعالى ما اهمّه (يكفيه مما يضايقه). حديث حسن

Artinya : Dari Ummu Darda; ia pernah mendengar Abu Darda berkata : Bahwa Nabi Muhammad bersabda :  tidak sekali-kali seorang hamba mengucapkan: 

حَسْبِيَ اللّٰهُ لَآ اِلٰهَ اِلَّا هُوَ ۗ عَلَيْهِ تَوَكَّلْتُ وَهُوَ رَبُّ الْعَرْشِ الْعَظِيْمِ.

Cukuplah Allah bagiku; tidak ada Tuhan selain Dia. Hanya kepada-Nya aku bertawakal, dan Dia adalah Tuhan yang memiliki ‘Arasy yang agung. (Tafsir Ayat 129 Surat At-Taubah- Ibnu Katsir).

Sebanyak tujuh kali setiap selesai, melainkan Allah SWT memberinya kecukupan dari apa yang ia butuhkan, apa yang ia inginkan, dari apa yang menyusah­kannya. (Hadits Hasan).  


>>>>> MAKA DARI HADITS/ ATSAR INI ADA AMALAN UNTUK KITA YAITU ... 

MEMBACA : HASBIYALLOH... (sampai akhir) SEBANYAK 7 (TUJUH) KALI, SETIAP SELESAI SHOLAT. MAKA INSYAALLAH ALLAH SWT AKAN MENCUKUPI DARI APA YANG MENYUSAHKAN KITA DARI KEBUTUHAN - KEINGINAN - CITA2 - HAJAT KITA - MIMPI KITA SEMUA. (AAMIIN).  <<<<<

JANGAN LUPA JUGA... Untuk tetap berdoa kepada Alloh SWT memohon rezeqi halal, hoyyib, dan berkah. Sebagaimana Rosul ajarkan kepada kita  ...

  • Doa Yang dibaca Rosululloh setiap pagi/ shubuh/ setiap hari :

اللَّهمَّ إنِّي أسأَلُكَ عِلمًا نافعًا، ورِزْقًا طيِّبًا، وعمَلًا مُتقَبَّلًا  

Allahumma inni as-aluka 'ilman naafi'an wa rizqan thayyiban wa 'amalan mutaqobbalan 

"Ya Allah, sungguh aku mohon kepada Engkau ilmu yang bermanfaat, rezeki yang baik, dan amal yang diterima." (HR Ibnu Majah).

  • Doa yang Diajarkan kepada Ali bin Abi Thalib RA

اللَّهُمَّ اكْفِنِي بِحَلالِكَ عَنْ حَرَامِكَ وَأَغْنِنِي بِفَضْلِكَ عَمَّنْ سِوَاكَ

Allahummak fini bi halalika ‘an haramika wa aghnini bifadhlika ‘aman siwaka. 

“Ya Allah! Cukupilah aku dengan rezeki-Mu yang halal (hingga aku terhindar) dari yang haram. Perkayalah aku dengan karunia-Mu (hingga aku tidak minta) kepada selain-Mu.” (HR Tirmidzi).

ingat... Ini salah satu usaha bathiniyah kita. Tentu harus didukung dg usaha lahiriyah kita. 


Demikian saudaraku semua...

Namun perlu diingat kembali : sejatinya orang yg paling kaya/ cukup, dan Semoga kita termasuk diantara orang yang paling kaya/ cukup didunia ini, yaitu orang yang senantiasa dapat "bersyukur" dan selalu bersikap "qana'ah", Dalam keseharianya...insya allah..

Semoga bermanfaat dan sebagai inspirasi buat kita semuanya 

_______________

Disadur oleh : ingsun sholihin

Malangan, Giwangan, UH Yogyakarta


Selasa, 10 Mei 2022

TEKS IKRAR SYAWALAN

 

              IKRAR SYAWALAN ATAU HALAL BI HALAL




-------------------------------------------------------------------

Berikut ini ada contoh teks iqrar syawwalan ataupun Halal Bi Halal. 

Perlu kita ketahui bersama bahwa iqrar syawwalan ada dua model yaitu :

1. Model ijab dan qobul. Ada dua peraga/ pelaku. Pihak Kanoman atau kaum muda (Yunior) dan pihak Kasepuhan (Senior). 

2. Model iqrar bersama.  Yakin iqrar dibaca bersama yang dipandu oleh satu orang. 


Langsung saja, berikut ini contoh teks iqrar syawwalan/ Halal bi halal. Dengan dua bahasa. Bahasa Jawa dan Bahasa Indonesia. 

>>> Bisa juga didownload dalam bentuk word (link di bagian bawah/ akhir)


>>>>>>>>>>>>>>>===>>>>>>>>>===>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>




BAHASA JAWA

 

TEKS IKRAR SYAWALAN (KANOMAN) :

 

Assalaamu’alaikum Wr. Wb.

 

Para Bapak/ Sedherek kula sedaya ingkang sami kempal nyawiji ing papan punika ingkang winantu Kabagyan. Nglenggana bilih kula lan panjenengan temtu anggadhahi kalepatan dhateng sesami, pramila nyarengi wulan ingkang sae punika, keparenga kula amakili para kadang kanoman matur dhateng Penjenengan minangka kadang kasepuhan :

 

1.      Ngaturaken sembah pangabekti kula minangka kadang kanoman dhumateng kadang kasepuhan. Sinartan ngaturaken Sugeng Riyadi 1 Syawwal warsa 1443 Hijriyah.

 

2.      Salajenipun, kanthi tulus ikhlasing manah, kula nyuwun pangapunten awit sedaya kalepatan ingkang tumandhuk dhateng Penjenengan. Sae ingkang kula sengaja punapa dene ingkang mboten kula sengaja. Mugi-mugi saged linebur/ kalebur ing wekdal sae punika. Mekaten ugi kalepatan Penjenengan ingkang tumandhuk dhateng kula, kanthi ikhlasing manah kula inggih nyaosi pangapunten dhateng Penjenengan. InsyaAllah Kanthi mekaten  saestu kula lan Penjenengan sampun wangsul dhateng fitrah. Aamiin.

 

3.      Mugi-mugi Gusti Alloh kersa nampi ngamal ngibadah puasa kula lan Penjenengan sedaya, lan kersa nampi ikrar kita menika. Aamiin.

 

4.      Ingkang pungkasan, kula lan sedaya kadang kanoman tansah nyenyadong nyuwun ziyadah donga pangestu saking Penjenengan minangka kadang Sepuh, mugi - mugi Gusti Alloh SWT tansah ngijabahi panyuwun kula/ Penjenengan, saged hasil kasembadan. Aamiin.  

 

5.      Lan mugi-mugi Gusti Alloh tansah ngluberaken rohmat berkahi pun, karahayon, Kabagyan, katentreman, kabagaswarasan, miwah kawilujengan dhateng kita sedaya. Aamiin Yaa Robbal 'alamiin.

 

Maturnuwun, cekap semanten atur kula, minangka badal wakil saking kadang kanoman. Nuwun.

 

Wassalamu’alaiakum Wr. Wb.

 

 

 

 

 

 

==================================================================== 

 

BAHASA JAWA

 

 

TEKS IKRAR SYAWALAN (KASEPUHAN) :

 

Assalaamu’alaikum Wr. Wb.

 

Para Bapak/ Sedherek kula sedaya ingkang sami kempal nyawiji ing papan punika ingkang winantu Kabagyan ingkang kula tresnani. Keparenga kula amakili para kadang kasepuhan caos jawaban/ tanggap atur,  aturipun  Bp/ Mas ………   kala wau minangka wakil saking kadang kanoman :

 

1.      Ngaturaken sih katresnan saha donga pangestu dhateng sampean minangka kadang kanoman. Ugi sinartan ngaturaken Sugeng Riyadi 1 Syawwal warsa 1443 Hijriyah.

 

2.      Salajenipun, temtu kanthi tulus ikhlasing manah ugi, kula nyuwun pangapunten awit sedaya kalepatan ingkang tumandhuk dhateng Penjenengan. Sae ingkang dipun sengaja punapa dene ingkang mboten dipun sengaja. Mekaten ugi kalepatan penjenengan ingkang tumandhuk dhateng kula, kanthi ikhlasing manah kula inggih nyaosi/ maringi pangapunten dhateng Penjenengan. Mugi-mugi sedaya kalepatan saged linebur ing wekdal sae punika. Satemah  InsyaAllah saestu kula lan Penjenengan saged wangsul dhateng fitrah kados dene bayi ingkang nembe lahir. Aamiin.

 

3.      Mugi-mugi Gusti Alloh kersa nampi ngamal ngibadah puasa kula lan Penjenengan sedaya, lan kersa nampi ikrar kita menika. Aamiin.

 

4.      Ingkang pungkasan, kula lan sedaya kadang kasepuhan temtu tansah nyaosi/ maringi donga pangestu dhateng sedherek kadang kanoman, minangka “generas panerus” ingkang saestu dipun gadhang-gadhang menggah kiprah kridhanipun. Mugi - mugi Gusti Alloh SWT tansah nyembadani panyuwun kula/ Penjenengan,  Aamiin.  Lan mugi-mugi Gusti Alloh tansah ngluberaken rohmat berkahi pun, karahayon, Kabagyan, katentreman, kabagaswarasan, miwah kawilujengan dhateng kita sedaya. Aamiin Yaa Robbal 'alamiin.

 

Maturnuwun, cekap semanten atur kula, minangka badal wakil saking kadang kasepuhan. Nuwun.

 

Wassalamu’alaiakum Wr. Wb.






 -------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

BAHASA INDONESIA

  

IKRAR KAUM MUDA (KANOMAN)

 

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Bismillahirrahmanirrahim.

Bapak Ibu saudara-saudari ku semuanya nya yang hadir dan berkumpul dalam majelis halal bi halal di tempat ini. Perkenankan saya mewakili pihak kaum muda atau kadang Kanoman menyampaikan beberapa hal berikut :

Pertama tama, perkenankan kami menghaturkan salam ta'dzim kepada pihak Kasepuhan. Selanjutnya menghaturkan Tahni'ah : Selamat Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1443 Hijriyah, teriring doa Taqobalallahu Minna wa minkum taqobbal yaa kariim, Semoga amal ibadah kita diterima Allah SWT dan kita kembali ke Fitrah aamiin.

Selanjutnya,  dengan tulus ikhlas kami (mewakili kaum muda) memohon maaf kepada Bapak/ Ibu pihak Kasepuhan atas segala kesalahan, kekhilafan, tindak tanduk, maupun tutur kata kami baik yang disengaja maupun yang tidak disengaja.

Begitupula bilamana Bapak/ Ibu terdapat kesalahan, kekhilafan baik yang disengaja maupun yang tidak disengaja, dengan penuh keikhlasan hati kami sudah memberikan maaf. Semoga kesalahan/ dosa kita semua bisa dilebur di hari fitri nan penuh berkah ini. Aamiin.

Selanjutnya, kami menghaturkan terimakasih yang tiada terkira kepada Bapak/ Ibu (senior) pihak Kasepuhan yang telah ikhlas memberikan nasihat, bimbingan, dorongan, dukungan dan arahan kepada kami kaum muda (yunior). Dan perkenankan pula kami untuk memohon ziyadah doa dan restu kepada Bp/Ibu pihak Kasepuhan.

Semoga Allah SWT Berkenan memberikan rohmat berkah-Nya, kemudahan, dan meridhoi setiap amal usaha kita semua. Aamiin.

Demikian yang dapat kami haturkan mewakili kaum muda (Yunior) kepada Bp/ Ibu semuanya. Terimakasih atas perhatian dan mohon maaf atas segala kekurangan.

Wassalaamu'alaikum wr wb.



 -------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

BAHASA INDONESIA

 

IKRAR SYAWWALAN - KASEPUHAN

 

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Bismillahirrahmanirrahim.

Bapak Ibu saudara-saudari, adik-adik dan anak-anakku semuanya yang hadir dan berkumpul dalam majelis halal bi halal di tempat ini. Perkenankan saya mewakili pihak Kasepuhan (Senior) atau kadang Kasepuhan, perkenankan menanggapi ataupun menjawab beberapa hal yang telah disampaikan oleh …………. Selaku wakil dari pihak kaum muda :

 Pertama, perkenankan kami menjawab salam ta'dzim  kaum muda tadi dg ucapan  : wa'alaika, wa'alaikumsalam wr. wbSelanjutnya, tak lupa kami menyampaikan Tahni'ah : Selamat Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1443 Hijriyah, teriring doa Taqobalallahu Minna wa minkum taqobbal yaa kariim, Semoga amal ibadah kita diterima Allah SWT dan kita semua dapat kembali ke Fitrah aamiin.

Selanjutnya, dengan penuh keikhlasan hati kami (mewakili pihak kasepuhan) tentu tidak lupat dari kesalahan, untuk itu kami memohon maaf atas segala kesalahan, kekhilafan, kealpaan baik yang kami sengaja maupun yang tidak kami sengaja. Dan dengan penuh keikhlasan hati pula kami (mewakili pihak kasepuhan) memberikan maaf kepada Bapak/ Ibu saudara, adik, anak-anakku  kaum muda yang hadir dalam majelis ditempat ini maupun yg tdk/ blm hadir. Semoga kesalahan - dosa kita semua bisa dilebur di hari fitri nan penuh berkah ini. Aamiin.

Selanjutnya, kami sebagai pihak yang lebih tua (kasepuhan/ Senior) tentu akan selalu turut mendukung dan mendoakan ananda semua selaku generasi muda penerus yang kami tunggu kiprah perjuangannya.

Semoga Allah SWT Berkenan memberikan rohmat berkah-Nya, kemudahan, dan meridhoi setiap 'amal maupun usaha kita semua. Aamiin. Yaa Mujiibassaa-iliin.

Kiranya Demikian, apa yang dapat kami jawab dan sampaikan mewakili pihak Kasepuhan. Terimakasih atas kesempatan dan perhatian yg diberikan.

 

Akhirul kalam,

Wassalaamu'alaikum wr wb.








=====================================================================

IKRAR BERSAMA


IQRAR HALAL BI HALAL*

BISMILLAAHIRROHMAANIRROHIIM

Kami yang hadir/ dalam majelis Halal Bi Halal di tempat ini /dengan segala keikhlasan hati/ memohon maaf yang sedalam-dalamnya /  atas segala kesalahan dan kekhilafan / yang berupa tutur kata / dan perbuatan kami / baik yang kami sengaja / maupun yang tidak kami sengaja //

Kami yang hadir/ dalam majelis Halal Bi Halal di tempat ini/ dengan segala keikhlasan hati/ memberikan maaf yang setulus – tulusnya / atas segala kesalahan  dan kekhilafan / yang berupa tutur kata dan perbuatan / Bapak – Ibu – Saudara – Saudari – Kakak –Adik / yang hadir dalam majelis Halal Bi Halal di tempat ini / maupun yang tidak hadir //

Teriring doa untuk kita semua :

TAQOBBALALLOHU MINNAA WA MINKUM/ MINNAA WA MINKUM TAQOBBAL YAA KARIIM //

Aamiin Yaa Robbal’alamiin / Aamiin Yaa Mujiibassaa-iliin //

ALHAMDULILLAAHIROBBIL ‘AALAMIIN

________________

*Keterangan : Iqrar ini dibaca bersama - sama, dipimpin oleh salah satu petugas yang ditunjuk.

Tanda garis miring satu (/) adalah jeda koma. Sementara tanda garis miring dua (//) adalah   tanda jeda titik.

 


 link  >>>>>  download  <<<<<


______________

Yogyakarta Hadiningrat, 03 Syawwal 1443H

Ingsun Sholihin