Rabu, 01 Desember 2021

TENTANG REZEKI

 



7 Kunci Pintu Rezeki Menurut Al-Qur'an Al-Karim




Sobat Rohimakumullah...,


HAQIQAT REZEQI

Siapapun yang hidup, dia telah dijatah rizkinya oleh Allah. Ini prinsip yang harus kita tanam dalam palung hati kita. Allah menanamkan prinsip ini dalam al-Quran, melalui firman-Nya,

وَلَوْ بَسَطَ اللَّهُ الرِّزْقَ لِعِبَادِهِ لَبَغَوْا فِي الْأَرْضِ وَلَكِنْ يُنَزِّلُ بِقَدَرٍ مَا يَشَاءُ إِنَّهُ بِعِبَادِهِ خَبِيرٌ بَصِيرٌ

“Andaikan Allah melapangkan rezeki kepada hamba-hamba-Nya tentulah mereka akan melampaui batas di muka bumi, tetapi Allah menurunkan apa yang dikehendaki-Nya dengan ukuran. Sesungguhnya Dia Maha Mengetahui (keadaan) hamba-hamba-Nya lagi Maha Melihat.” (QS. As-Syura: 27)


Allah SWT adalah Zat yang tidak mungkin salah dalam membagi rezeki kepada setiap makhluk-Nya. Ada yang memang diberi lebih, tetapi ada pula yang 'hanya' cukup untuk kebutuhan sehari-hari.

Perlu kita ingat, rezeki dari Allah tidak hanya berupa materi seperti uang, namun oksigen, hujan dan teman yang menenteramkan juga bisa disebut sebagai rezeki. Bayangkan kalau kita bernapas harus bayar, tentu uang yang harus kita gelontorkan untuk membeli oksigen akan luar biasa banyak.

Dalam persoalan rezeki, sejatinya Allah telah memberi bocoran dari 7 kunci pintu mana saja rezeki itu akan datang. Mari kita simak langsung  ... 


Kunci 1 : Sebab Sedekah.

Surah Al-Baqarah ayat 245 

مَنْ ذَا الَّذِيْ يُقْرِضُ اللّٰهَ قَرْضًا حَسَنًا فَيُضٰعِفَهٗ لَهٗٓ اَضْعَافًا كَثِيْرَةً ۗوَاللّٰهُ يَقْبِضُ وَيَبْصُۣطُۖ وَاِلَيْهِ تُرْجَعُوْنَ

Artinya: Siapakah yang mau memberi pinjaman kepada Allah, pinjaman yang baik (menafkahkan hartanya di jalan Allah), maka Allah akan melipatgandakan pembayaran kepadanya dengan lipat ganda yang banyak. Dan Allah menyempitkan dan melapangkan (rezeki) dan kepada-Nya-lah kamu dikembalikan. (QS. Al-Baqarah: 245).


Kunci 2 : Sebab bersyukur. 

Surah Ibrahim ayat 7 :

وَاِذْ تَاَذَّنَ رَبُّكُمْ لَىِٕنْ شَكَرْتُمْ لَاَزِيْدَنَّكُمْ وَلَىِٕنْ كَفَرْتُمْ اِنَّ عَذَابِيْ لَشَدِيْدٌ

Artinya: Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan: 'Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih'. (QS. Ibrahim: 7).


Kunci 3 : Sebab Istighfar.

Surah Nuh ayat 10-11 :

فَقُلْتُ اسْتَغْفِرُوا رَبَّكُمْ إِنَّهُ كَانَ غَفَّارًا . يُرْسِلِ السَّمَاءَ عَلَيْكُمْ مِدْرَارًا . وَيُمْدِدْكُمْ بِأَمْوَالٍ وَبَنِينَ وَيَجْعَلْ لَكُمْ جَنَّاتٍ وَيَجْعَلْ لَكُمْ أَنْهَارًا

Artinya: Maka Aku katakan kepada mereka: 'Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun, niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat'. Dan Dia memperbanyak harta dan anak-anakmu, dan mengadakan kebun-kebun untukmu dan mengadakan sungai-sungai untukmu." (QS. Nuh: 10-12).


Kunci 4 : Sebab Ikhyiyar Usaha. 

Surah An-Najm ayat 39 :

وَاَنْ لَّيْسَ لِلْاِنْسَانِ اِلَّا مَا سَعٰىۙ

Artinya: Dan bahwasanya seorang manusia tiada memperoleh selain apa yang telah diusahakannya, (QS. An-Najm: 39).


Kunci 5 : Sebab Menikah. 

Surah An-Nur ayat 32 :

وَاَنْكِحُوا الْاَيَامٰى مِنْكُمْ وَالصّٰلِحِيْنَ مِنْ عِبَادِكُمْ وَاِمَاۤىِٕكُمْۗ اِنْ يَّكُوْنُوْا فُقَرَاۤءَ يُغْنِهِمُ اللّٰهُ مِنْ فَضْلِهٖۗ وَاللّٰهُ وَاسِعٌ عَلِيْمٌ

Artinya: Dan kawinkanlah orang-orang yang sendirian di antara kamu, dan orang-orang yang layak (berkawin) dari hamba-hamba sahayamu yang lelaki dan hamba-hamba sahayamu yang perempuan. Jika mereka miskin Allah akan memampukan mereka dengan karunia-Nya. Dan Allah Maha luas (pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui. (QS. An-Nur: 32).


Kunci 6 : Sebab Anak.

Surah Al-Isra ayat 31 :

وَلَا تَقْتُلُوا أَوْلَادَكُمْ خَشْيَةَ إِمْلَاقٍ ۖ نَحْنُ نَرْزُقُهُمْ وَإِيَّاكُمْ ۚ إِنَّ قَتْلَهُمْ كَانَ خِطْئًا كَبِيرًا

Artinya: Dan janganlah kamu membunuh anak-anakmu karena takut kemiskinan. Kamilah yang akan memberi rezeki kepada mereka dan juga kepadamu. Sesungguhnya membunuh mereka adalah suatu dosa yang besar. (QS. Al-Isra: 31).


Kunci 7 : Sebab Taqdir/ Ketentuannya Allah SWT. Surah Hud ayat 6 :

وَمَا مِنْ دَاۤبَّةٍ فِى الْاَرْضِ اِلَّا عَلَى اللّٰهِ رِزْقُهَا وَيَعْلَمُ مُسْتَقَرَّهَا وَمُسْتَوْدَعَهَا ۗ كُلٌّ فِيْ كِتٰبٍ مُّبِيْنٍ

Artinya: Dan tidak ada suatu binatang melata pun di bumi melainkan Allahlah yang memberi rezekinya, dan Dia mengetahui tempat berdiam binatang itu dan tempat penyimpanannya. Semuanya tertulis dalam Kitab yang nyata (Lauh mahfuzh). (QS. Hud: 6).

Nahh.... Demikian tadi 7 kunci pintu rizqi yang Allah kabarkan kepada kita semua dalam Kalamullah (Al-Quran). Mari kita jadikan pegangan dalam mengarungi samudra kehidupan sehari - hari. 


PRINSIP NABI TENTANG REZEQI

Nabi Muhammad SAW juga mengajarkan kepada umatnya sebuah prinsip. Beliau bersabda,

أَيُّهَا النَّاسُ ، إِنَّ أَحَدَكُمْ لَنْ يَمُوتَ حَتَّى يَسْتَكْمِلَ رِزْقَهُ ، فَلا تَسْتَبْطِئُوا الرِّزْقَ ، اتَّقُوا اللَّهَ أَيُّهَا النَّاسُ ، وَأَجْمِلُوا فِي الطَّلَبِ ، خُذُوا مَا حَلَّ ، وَدَعُوا مَا حَرُمَ

“Wahai sekalian manusia, sesungguhnya kalian tidak akan mati sampai sempurna jatah rezekinya, karena itu, jangan kalian merasa rezeki kalian terhambat dan bertakwalah kepada Allah, wahai sekalian manusia. Carilah rezeki dengan baik, ambil yang halal dan tinggalkan yang haram.”(HR. Baihaqi, Hakim dan Ad-Dzahabi)

Dengan memahami prinsip ini, akan lebih mudah bagi kita untuk membangun rasa tawakkal, sehingga tidak menjadi orang yang ''pesimis - putus asa - kurang bersyukur'' hanya gara-gara merasa rizkinya tidak lancar.

Karena itu, apapun yang terjadi dengan kondisi rizki kita, jangan sampai memicu kita melakukan tindakan pelanggaran syariat. Wal 'iyaadzu billaah. 

Dengan Yaqin - Ikhlash - Sabar - dan istiqomah... Insya Allah Allah SWT akan memberikan pertolongan dan memberikan  keberkahan serta keridhoan atas segala amal usaha kita. Aamiin. 


Sodaqollul 'Adziim. 

Wa Shodaqo Rosuluhun Nabiyyul Habiibul Kariim.


____________________

Ingsun_sholihin

Trucuk, Klathen, 01 Desember 2021

Rabu, 17 November 2021

SURAH AN-NAAS : SERI KAJIAN QURAN

 


MENELISIK SURAH AN-NAAS

DAN SISI LAIN FADHILAHNYA


Lafadz Surah An-Naas



Sobat..., langsung saja mari kita cari tahu apa saja kandungan Surat An-Nas. Hal ini sangat penting sebagai pintu masuk untuk memahami Keilmuan Islam secara komprehensif maupun menyeluruh (Kaaffah). 

Surah an Nas adalah salah satu surat Makiyyah (yang turun di Mekkah). Di antara salah kandungan surat tersebut adalah perintah Allah kepada manusia untuk berlindung dari segala macam godaan yang masuk ke dalam jiwa manusia baik dari setan maupun dari manusia. Karena, setan sering kali membisikkan keraguan dengan cara yang sangat halus. Secara tekstual arti dari Surat An Nas adalah sebagai berikut:

Katakanlah: “Aku berlidung kepada Tuhan (yang memelihara dan menguasai) manusia yang menjadi Raja manusia sekaligus menjadi Sembahan manusia. Aku berlindung kepada-Nya dari kejahatan (bisikan) setan yang biasa bersembunyi, yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia. Dari setan yang berasal dari golongan jin dan manusia.”

Jika kita perhatikan, di dalam surah tersebut terkandung tiga hal: Pertama, permohonan perlindungan. Kedua, perlindungan kepada Dzat yang bisa melindungi. Ketiga, perlindungan dari sesuatu yang mencelakai.

Disebutkan dalam kitab Dala’il al-Nubuwwah  bahwa sebelum surah an-Nas turun, Nabi Muhammad saw menderita sakit, sehingga dua malaikat datang menjenguk Nabi. Saat itu, kedua malaikat tersebut berbincang-bincang mengenai sakit yang diderita oleh Rasulullah :

“Apa yang engkau lihat?” tanya malaikat yang pertama.

“Rasulullah terkena sihir,” kata malaikat yang ditanya.

“Siapa yang membuat sihirnya?”

Malaikat menjawab, “Labid bin al A’sham Al Yahudi yang sihirnya berupa gulungan yang disimpan di sumur keluarga si Fulan di bawah sebuah batu besar. Datanglah ke sumur itu, timbalah airnya dan angkat batunya kemudian ambillah gulungannya dan bakarlah!”

Setelah mengetahui penyebab sakitnya dari kedua malaikat tersebut, Rasulullah Muhammad Saw lantas mengutus sahabat ‘Ammar bin Yasir dan para sahabat untuk mendatangi sumur tempat benda sihir dipasang.

Sesampainya di sumur yang dimaksud tampaklah airnya merah seperti air pacar. Sumur itu ditimba airnya dan diangkat batu dari dalamnya serta dikeluarkan tumbal berupa gulungan sesuatu. Ternyata di dalam gulungan itu terdapat tali yang terdiri atas sebelas simpul.

Dari peristiwa tersebut, kemudian turunlah surah an-Nas dan al-Falaq. Setiap kali Rasulullah Saw melafalkan satu ayat, maka terbukalah simpulnya satu per satu dan hilanglah sihir yang menimpa Beliau Saw.



BACA AN-NAS SEBELUM SHOLAT...??? 


Syaithon yang mengusik ibadah kita



Sobat.... 

Dikalangan Muslim pada umumnya, dan dikalangan pesantren pada khususnya sering kita dapati, orang membaca surah An-Nas sebelum sholat. Makan tentu dalam benak kita timbul pertanyaan : mengapa imam atau makmum sebelum menjalankan sholat membaca Surat An Nas...??? 


Mari simak penjelasan berikut .... 


Dijelaskan bahwa surah An-Nas dan Al-Falaq memiliki kandungan mohon perlindungan dari segala godaan dan gangguan. Nah dalam konteks sholat, setan senantiasa membujuk dan menimbulkan rasa was-was pada manysia. Hal tersebut jelas akan mengganggu sehingga mesti disingkirkan jauh-jauh dari jiwa kita.

Seorang ulama besar dari kalangan Ahlussunah wal Jamaah, Imam Abu Hamid Al-Ghazali dalam kitab Bidayatul Hidayah menyinggung perihal membaca Surat An Nas sebelum menjalankan sholat dalam Bab Etika Sholat.





Menurut Imam Al-Ghazali, membaca Surat An-Nas sebelum menjalankan sholat hukumnya sunah. Hal itu dilakukan dalam rangka untuk berlindung dari bisikan setan dengan surat tersebut.

DALIL (1) 

 فَإِذَا فَرَغْتَ مِنْ طَهَارَةِ الْخَبَثِ وَطَهَارَةِ الْبَدَنِ وَالثِّيَابِ وَالْمَكَانِ وَمِنْ سَتْرِ الْعَوْرَةِ مِنَ السُّرَةِ إِلَى الرُّكْبَةِ فَاسْتَقْبِلِ الْقِبْلَةَ قَائِمًا مُزَاوِجًا بَيْنَ قَدَمَيْكَ بِحَيْثُ لَا تَضُمُّهُمَا وَاسْتَوِ قَائِمًا ثُمْ اقْرَأْ: “قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ النَّاسِ…”تَحَصُّنًا بِهَا مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ. وَاحْضُرْ قَلْبَكْ مَا أَنْتَ فِيهِ وَفَرِّغْهُ مِنَ الْوَسْوَاسِ….”


Artinya, “Apabila telah selesai membersihkan kotoran dan najis yang ada di badan, pakaian, dan tempat sholat, dan telah menutup aurat dari pusar sampai lutut, maka menghadap kiblat dengan berdiri dengan kaki yang lurus tetapi tidak dirapatkan sedangkan engkau berada dalam posisi tegak. Lalu bacalah Surat An-Nas untuk berlindung dari setan yang terkutuk. Hadirkan hatimu ketika itu. Kosongkan pula hatimu dari bisikan dan rasa was-was,” (Lihat Abu Hamid Al-Ghazali, Bidayatul Hidayah, Beirut, Darul Kutub Al-‘Ilmiyyah, cetakan keempat, 2006 M, halaman 46).


DALIL (2) 

Adapun di antara dalil yang dijadikan dasar kesunnahan membaca surah An Nas sebelum melaksanakan sholat ini adalah hadis riwayat Imam Ahmad, Abu Daud, Imam Nasai, dari Uqbah bin Amir, dia berkata;

بينا أنا أقود برسول اللَّه صلّى اللَّه عليه وسلّم في نقب من تلك النقاب إذ قال لي: يا عقبة ألا تركب! قال: فأشفقت أن تكون معصية قال : فنزل رسول اللَّه صلّى اللَّه عليه وسلّم وركبت هنية ثم ركب ثم قال : يا عقب، ألا أعلمك سورتين من خير سورتين قرأ بهما الناس؟ قلت : بلى، يا رسول اللَّه ، فأقرأني قُلْ : أَعُوذُ بِرَبِّ الْفَلَقِ وقُلْ : أَعُوذُ بِرَبِّ النَّاسِ ثم أقيمت الصلاة فتقدم رسول اللَّه صلّى اللَّه عليه وسلّم فقرأ بهما ثم مرّ بي ، فقال : كيف رأيت يا عقب ، اقرأ بهما كلما نمت وكلما قمت

Ketika saya menuntun Rasulullah Saw pada sebuah perjalanan di Naqab, tiba-tiba beliau berkata kepadaku; ‘Wahai ‘Uqbah, tidakkah kamu menaiki kendaraan?’ Uqbah berkata, ‘Aku khawatir jika penolakanku adalah termasuk maksiat. Lalu Rasulullah  Saw turun, dan saya menaiki kendaraan beberapa saat, kemudian beliau naik kembali, lalu beliau bersabda, ‘Wahai Uqbah, maukah kamu aku ajari dua surah yang lebih baik dari dua surah yang biasa dibaca oleh manusia?’ Uqbah menjawab, ‘Iya, wahai Rasulullah.’ Lalu beliau membacakan kepadaku ‘Qul a’udzu bi rabbil falaq dan Qul a’udzu bi rabbin nas. Setelah itu iqamat dikumandangkan, Rasulullah Saw maju dan membaca kedua surah itu. Kemudian beliau melewatiku, dan bersabda, “Bagaimana menurutmu wahai Uqbah, bacalah kedua surah itu setiap kamu hendak tidur dan ketika kamu hendak melaksanakan sholat.

Berangkat dari penjelasan dan keterangan diatas, maka cukup jelas bahwa membaca surat An Nas sebelum melaksanakan sholat hukumnya adalah sunah dan ada dasar dalilnya dalam hadits Nabi.



Surah An-Nas/ Al-Falaq dibaca sebelum Takbirotul Ihram



KETERANGAN TAMBAHAN

Pada dasarnya ketika imam atau makmum berdiri hendak menjalankan sholat kemudian membaca Surat An-Nas titik tujuannya adalah dalam rangka untuk berlindung dari bisikan setan. Supaya ketika menjalankan sholat diharapkan hati bisa lebih khusyuk dan tenang.

Selain itu yang perlu digarisbawahi di sini adalah bahwa pembacaan tersebut dilakukan di luar sholat, dan bukan juga termasuk syarat sahnya sholat. Sehingga sama sekali tidak berpengaruh pada keabsahan sholat tersebut. [Wallaahu A'lam].

Demikian penelusuran kita tentang surat pendek, surat An-Nas surat terakhir dalam rotib Al-Quran Al-Kariim. Semoga bisa menambah wawasan dan manfaat. Aamiin. 

___________________

Sumber : 

1. Kitab Bidayatul Hidayah, Hujjatul Islam Imam Ghozali. 

2. Website NU

3. Website Peci hitam

Penyaji : Ingsun sholihin. 

Senin, 15 November 2021

EDISI BELAJAR


BELAJAR MENJADI PEMBAWA ACARA ATAU MASTER OF CEREMONY (MC) 


Siapapun bisa menjadi "MC"


Saudaraku, 

Dimanapun kita berada tentu akan menemui subuah acara, baik dalam sekala kecil, sedang, ataupun sekala besar. Di rumah, di sekolah, di kampus, di kampung, di kantor atau tempat kerja tentu akan kita temui sebuah acara baik yang formal maupun non formal. 

Adapun bagi kita umat muslim, juga sering kita temui berbagai bentuk acara, baik dalam bentuk pengajian, diskusi, seminar, atau lainnya. Biasanya acara - acara diadakan untuk mengisi acara seperti pemberangkatan haji, bulan rajab, maulid Nabi, pengajian rutin setiap minggu dan sebagainya. 


Naahh.... Agar acara pengajian atau pertemuan tersebut berjalan lancar, maka perlu adanya "MC" Pembaca acara atau moderator untuk mengarahkan jalannya sebuah acara. Siapapun bisa menjadi MC, namun untuk menjadi seorang MC yg baik, tentu harus memiliki persiapan, bekal, juga latihan yang cukup agar nantinya apa yang disampaikan bisa dipahami oleh banyak orang.  

Dalam  sajian kali ini kita akan bahas dan belajar bagaimana menjadi seorang pembawa acara atau MC. Dan sebagai bekal awal, berikut ini ada 5 tips menjadi MC yang baik (handal) bagi pemula... Mari disimak.

1. Percaya Diri

Percaya diri sangat penting ketika berhadapan di depan orang banyak saat membacakan acara, yakinlah akan kemampuan MC bisa dan mampu membawakan acara dari awal hingga akhir, ikuti apa kata panitia acara dan berusaha tetap profesional, apapun yang terjadi MC harus tetap fokus dan fokus.


2. Kuasai Acara

Sebelum hari H, sebaiknya MC harus sudah tahu jenis acara yang akan dibawakan, mulai dari waktu, tempat, jenis acara dan tamu yang datang, jadi MC sudah ada bayangan acara tersebut akan dibawakan seperti apa nantinya. Jangan lupa susunan acara sudah ada di tangan, jika takut lupa MC boleh mencatatnya di antara susunan acara tadi. Acara akan berjalan dengan baik atau sebaliknya ada pada pembawa acara, jadi di poin ini MCharus benar - benar menguasi.


3. Tetap tenang dan Tersenyum/ramah

Apapun yang terjadi dengan acara MC bawakan tetap tenang, misalkan ada insiden kecil salah penyebutan nama tamu undangan, atau hal lainnya MC harus tetap tenang dan tersenyum. Membawakan acara kamu harus terlihat ramah humble, kuncinya ada pada senyuman keramahan MC, karena pada saat itu MC adalah Gueststart-nyaGueststart-nya acara. 


4. Jangan Salah Kostum/ pakaian. 

Menjadi pembawa acara harus berpenampilan sebaik dan semenarik mungkin, agar kamu nyaman dilihat. Pastikan sudah benar - benar mengetahui jenis acara yang akan dibawakan, agar tidak salah kostum karena kostum menjadi salah satu pendukung sebagai pembawa acara. Jika acara yang dibawakan adalah pesta pernikahan maka kostum yang dikenakan MC harus sesuai, misal : baju adat, atau jas, beskap, ataupun batik. 

Catatan : pakaian MC sebaiknya tidak mencolok dan terlihat mewah dibanding dengan sohibil bait/ yang punya acara. Hal ini dilakukan sebagai salah satu bentuk penghormatan kepada tuan rumah/ sohibul bait. 


5. Berdoa

Jadikan doa sebagai senjata terbaik sebelum membawakan acara, jangan lupa sebelum memulai acara MC berdoa agar acara yang akan dibawakan berjalan dengan lancar dan sesuai dengan apa yang diharapkan. Serta jangan patah semangat dan terus mencoba. 


Agar bisa langsung latihan, berikut ini kami sajikan pula contoh teks MC  yang bisa dijadikan referensi. Plus teks sambutan tuan rumah (shohibul bait/ shohibul hajjat) ataupun ketua panitia/ penyelenggara acara. Adapun contoh teks kami sajikan dalam dua bahasa (Bilingual) yakni Bahasa Indonesia dan Bahasa Jawa. 


CONTOH TEKS MC (BAHASA INDONESIA) 


TEKS PEMBAWA ACARA (MC) MAJELIS PENGAJIAN/ DOA 



Assalaamu ‘alaikum wa rohmatulloohi wa barokaatuh


Yang kami hormati para Sesepuh, Bapak, Ibu, Kangmas, Mbakyu, Adik – Adik, Saudaraku sekalian keluarga besar Jamaah pengajian (........................). Pertama, mari kita panjatkan puji syukur kehadirat Alloh SWT yang telah memberikan banyak kenikmatan dan karunia kepada kita semua sehingga pada kesempatan kali ini kita dapat berkumpul di kediaman                           (Bp/ Ibu………………) untuk silaturrahim serta ber’amaliyah/ doa bersama. Yang Kedua, sholawat bertabur salam semoga senantiasa tercurah kepada Baginda Rosul Muhammad SAW beserta keluarga, shohabat, dan para pengikutnya. Semoga kita yang duduk dalam majelis ini  Insya Alloh mendapat syafaatnya, Aamiin. 


Hadirin yang kami hormati, tidak lupa pula kami menghaturkan beribu terimakasih kepada                          (Bp/Ibu ……………..) sekeluarga, yang telah berkenan menyediakan sarana prasana maupun fasilitas pada acara kali ini. Semoga ini semua menjadi salah satu wujud ‘Amal ‘Ibadah yang diterima Alloh SWT, dan teriring doa semoga (Bp/Ibu ……………) sekeluarga senantiasa mendapat limpahan kenikmatan dan keberkahan dari Alloh SWT. Aamiin. 


Selanjutnya, perkenankan saya membacakakn susunan acara  :

1. Pembukaan

2. Sambutan tuan rumah/ shohibul bait

3. ’Amaliyah Doa (Tahlil) yang akan dipimpin oleh ……………..

4. Laporan Dana Kas

5. Pengumumam dan Lain – lain

6. Penutup 


Hadirin Rohimakumulloh, mari majelis pada malam hari ini kita buka bersama dengan membaca (Pilih salah satu :  Basmalah / Ummul Qur’an Al Faatihah), terimakasih. Acara berikutnya yakni sambutan tuan rumah yang akan disampaikan oleh (……………....), kepada beliau kami persilahkan. Kami ucapkan terimakasih kepada (………………..) yang telah berkenan memberikan sambutan. Acara selanjutnya yaitu ’Amaliyah Doa (Tahlil) yang akan dipimpin oleh (………………), dan Pembacaan Do’a Oleh (………………), untuk itu kepada beliau kami persilahkan, sumonggo. 


Bapak/ Ibu/ Saudara, hadirin yang dirahmati Alloh, Demikian tadi ‘Amaliyah dan Doa yang telah dipimpin oleh (……………….), kami ucapkan terimakasih kepada beliau. Semoga ‘amaliyah kita diterima Alloh SWT, dan dapat memberi kemanfaatan bagi kita dan para ahli kubur. Aamiin. Acara selanjutnya adalah laporan dana Kas Kita, kepada (………………….) kami persilahkan. Kami haturkan terimakasih kepada bendahara yang telah melaporkan kondisi keuangan Kas kita. Memasuki acara selanjutnya yakni pengumuman dan lain – lain, pengumuman Majelis Doa yang akan datang Insya Alloh bertempat di kediaman                        (Bp/Ibu ………………… ) Bilamana ada pengumuman lain atau rembug maupun usulan, monggo kami persilahkan……


Bapak/ Ibu/ Saudara, hadirin sekalian. Acara selanjutnya yakni penutup, untuk itu mari majelis doa malam ini kita tutup bersama dengan membaca Hamdalah : Alhamdulillaahi robbil ‘aalamiin. Saya Sebagai pembawa acara, tentunya banyak kesalahan/ kekhilafan saya memohon maaf kepada hadirin semua, terimakasih ….


Akhiirul Kalaam  :  Wassalaamu ‘alaikum wa rohmatulloohi wa barokaatuh. 





CONTOH  TEKS MC BAHASA JAWA


TEKS PEMBAWA ACARA (MC) MAJELIS PENGAJIAN

Assalaamu ‘alaikum wa rohmatulloohi wa barokaatuh

Wonten ngarsanipun para pepunden, sesepuh pinisepuh ingkang satuhu kinabekten, para bapak/ Ibu ingkang sinuba ing pakurmatan, saha para sedherek kula sedaya ingkang bagya mulya. Langkung rumiyin sumangga kula dherekaken ngaturaken puji syukur wonten ngarso dalem Gusti Alloh SWT ingkang sampun paring kathah kanikmatan dhateng kita sedaya, satemah kita saged rawuh wonten dalemipun Bp/Ibu ……………… saperlu silaturrahim lan ngamaliyah donga sesarengan. Mboten kesupen sholawat – salam Gusti Alloh SWT mugi tansah rumentah wonten ngarsanipun junjungan kita Nabi Agung Muhammad SAW, Insya Alloh mugi – mugi kita sedaya pikantuk syafangatipun. Aamiin.

Para rawuh ingkang minulya, minangka pranatacara keparenga kula ngaturaken urutaning adicara wekdal menika :

1. Pambuka

2. Atur Pambagyaharja/ Yuwana Saking ingkang kagungan dalem (Shohibul Bait)

3. Ngamaliyah Donga (Tahlil) Ingkang Badhe Dipun Pangarsani Dening …………………..

4. Laporan Kaartan/Arta Kas

5. Pengumuman/ Pambyawara/ Pambiwara

6. Panutup

Para Bapak/ Ibu sedherek kula sedaya, mangga adicara menika kita purwakani kanthi sesarengan maos …. (Pilih : Basmalah / Ummul Qur’an Al-Faatihah..), nuwun. Adicara Salajengipun inggih menika atur Pambagyaharja Saking ingkang kagungan dalem, pramila dhumateng …………………. kita aturaken, sumangga. Kita aturaken panuwun dhumateng penjenenganipun …………… ingkang sampun kersa paring atur pangandiakan.

Sagung para rawuh ingkang kula tresnani, salajengipun inggih menika Ngamaliyah donga (Tahlil) dening …………. Dene Waosan Donganipun Kito Suwun Dhumateng …………………, wekdal kita aturaken sumangga. Mekaten wau Ngamaliyah lan Donga ingkang sampun kita lampahi mugi ndadosaken ngamal ngibadah ingkang Maqbul lan manfangati dhateng kita lan para ahli kubur, Aamiin. Mboten kesupen kita aturaken agunging panuwun dhateng ………….. Ingkang sampun mimpin ngamaliyah lan donga.

Para sedherek kula sedaya, ngaturaken adicara salajengipun inggih menika laporan Kaartan/ ‘Dana Kas’ dhumateng ……………….. kita aturaken. Maturnuwun dhumateng bendahara ingkang sampun kersa paring laporan. Adicara salajengipun inggih menika pengumuman utawi pambiwara : Insya Alloh pepanggihan ingkang badhe dhateng dawah wonten dalemipun Bp/Ibu…………… Mekaten njih..?!. Para sedherek, Ing mbok bilih wonten pandangon, rembagan, menapadene usulan sumangga kita caosi wekdal……

Sagung para lenggah : bapak/ Ibu, saha para sedherek kula sedaya, adicara salajengipun inggih menika panutup. Mangga adicara majelis donga menika kita pungkasi kanthi waosan Hamdalah : Alhamdulillaahi robbil ‘Aalamiin. Wusana kula ingkang nderekaken lampahing adicara temtu kathah kekirangan saha kalepatan saestu kula nyuwun agunging pangapunten, pungkasaning atur….. :

Wassalaamu ‘alaikum wa rohmatulloohi wa barokaatuh


CONTOH TEKS SAMBUTAN (BAHASA INDONESIA) 


Assalaamu ‘alaikum wa rohmatulloohi wa barokaatuh

Para Sesepuh, Bapak, Ibu, Saudaraku sekalian yang kami sayangi dan kami hormati. Puji syukur Alhamdulillah mari bersama kita panjatkan kehadirat Alloh SWT Tuhan semesta alam. Tidak lupa pula semoga salam - sholawat Alloh SWT senantiasa telimpah kepada Panutan kita, Rosululloh Muhammad SAW Nabi akhir zaman. Insya Alloh Semoga kita semua termasuk golongan ummat yang mendapatkan Syafa’atnya, Aamiin.

Saudaraku sekalian..., Perkenankan saya berbicara dihadapan penjenengan semua untuk memberikan sambutan mewakili keluarga ;

PERTAMA, kami mengucapkan : SELAMAT DATANG di rumah kami “MARHABAN AHLAN WA SAHLAN BI KHUDUURIKUM”.

YANG KEDUA, kami mengucapkan TERIMA KASIH yang mendalam kepada penjenengan semua, karena penjenengan semua berkenan meluangkan waktu untuk hadir bersilaturahim di rumah kami dalam majelis doa selapanan pada kesempatan ini. Semoga dapat semakin mempererat jalinan persaudaraan kita, teriring doa semoga ini menjadi wujud nilai ibadah yang diterima Alloh SWT dan dengan demikian semoga Alloh berkenan melimpahkan rahmat kenikmatan dan keberkahan kepada keluarga kita semua. Aamiin Alloohumma Aamiin.

YANG KETIGA, apabila nanti hidangan/ suguhan dari kami sudah tersaji kehadapan Bapak/ Ibu Saudara sekalian, SUMONGGO… dinikmati dengan seleluasa mungkin.

SELANJUTNYA, kami juga menghaturkan PERMOHONAN MAAF kepada Bapak/ Ibu/ saudara sekalian apabila ada hal yang kurang berkenan dihati atau banyak kekurangan dari kami dalam memfasilitasi, menyambut, maupun dalam memberikan suguhan nantinya. Besar harapan dari kami, sekiranya penjenengan semua berkenan memaafkan kami. Terimakasih.

Bapak/ Ibu/ Saudaraku sekalian keluarga yang kami hormati. Kiranya demikian sambutan dari saya mewakili keluarga, sekali lagi kami mengucapkan terimakasih atas segala perhatian dan saya mohon maaf atas segala kekurangan, kesalahan, kekhilafan, maupun tutur kata yang kurang berkenan.

Akhiirul Kalaam : Wassalaamu ‘alaikum wa rohmatulloohi wa barokaatuh



CONTOH TEKS SAMBUTAN (BAHASA JAWA) 


Assalaamu ‘alaikum wa rohmatulloohi wa barokaatuh


Dhumateng ngarsanipun para pepunden, sesepuh pinisepuh ingkang satuhu kinabekten, para bapak/ Ibu ingkang kinurmatan, saha para sedherek kula sedaya Brayat Ageng warga RW 13 Malangan ingkang tansah bagya mulya. Puji Syukur sumangga tansah kita aturaken wonten ngarso dalem Gusti Alloh SWT ingkang sampun paring kanikmatan dhateng kita sedaya, satemah kula lan penjenengan sedaya saged rawuh silaturrahim wonten griya kula sakluwarga puniki. Sholawat – salam saking Gusti Alloh SWT mugi tansah rumentah wonten ngarsanipun junjungan kita Nabi Agung Rosululloh Muhammad SAW, sak garwa putra, shohabat, miwah pendherekipun. Insya Alloh kita sedaya mugiya kalebet ummat ingkang pikantuk syafangatipun. Aamiin.


Para lenggah ingkang minulya, kepareng kula matur wonten ngarsa penjenengan sedaya saperlu caos pambagyaharja minangka talanging atur wakil saking kulawarga :


INGKANG KAPISAN, kula sakulawarga ngaturaken SUGENG RAWUH “MARHABAN AHLAN WA SAHLAN BI KHUDUURIKUM”,  lan  SUGENG LENGGAH KANTHI MARDIKANING MANAH.

INGKANG ANGKA KALIH, kula NGATURAKEN AGUNGING PANUWUN ingkang tanpa pepindhan. Awit penjenengan sedaya sampun kersa rawuh wonten griya kula puniki saperlu silaturrahim lan ngamaliyah sesarengan, mugi – mugi menika saged anjalari tansaya rumaketipun pasedherekan kita. Kairing donga mugi – mugi menika wau dados ngamal ngibadah ingkang Maqbul  lan sageda dados Wasilah tumuruning rohmat kaberkahan Alloh SWT dhumateng kita sedaya. Aamiin.

INGKANG ANGKA TIGA, ing mbok bilih samangke penjenengan sedaya sampun kaladosan pasugatan ingkang arupi dhaharan punapa dene unjukan, SUMANGGA…. samangke  KASUWUN dipun resepi sarta dipun nikmati kanthi mardu mardikaning penggalih. 

ING SALAJENGIPUN, kula sakulawarga NYUWUN AGUNGING PANGAPUNTEN dhateng penjenengan sedaya. Temtu wonten bab – bab ingkang mboten mranani ing penggalih lan ugi kathah kekirangan anggen kula caos pakurmatan. Pramila saestu kula sakulawarga tansah nyenyadong paringipun pangapunten, mugi – mugi penjenengan sedaya kersa paring pangapunten dhateng kula sakulawarga. Nuwun.


Para Bapak/ Ibu, sedherek kula sedaya kulawarga ageng warga RW 13 Malangan ingkang kula tresnani. Ing mbok bilih cekap semanten lan mekaten anggen kula matur amakili kulawarga, temtu kathah kekirangan tuwin kalepatan saestu kula nyuwun lumunturing sih samudra pangaksama. Matur nuwun. 


Akhiirul Kalaam  :  Wassalaamu ‘alaikum wa rohmatulloohi wa barokaatuh







Bilamana ingin mendownload file langsung, silahkan bisa klik link di bawah ini. 

>>>  Download di sini  <<<

Demikian. Semoga bermanfaat. Terimakasih. 

_______________________

Yogyakarta, November 2021. Ingsunsholihin

FIQIH MUSIM PENGHUJAN

*SEKELUMIT PENGETAHUAN SAAT MUSIM PENGHUJAN* 
 _***seputar pengingat, dzikir, doa, dan amalan saat musim penghujan_ ========================================================

_"Ahh... hujan lagi !! Jadi kacau acaraku nanti...!!!"_ 

 _Walaahh... Pakai turun hujan segala... gimana ni agenda kita?!!_ 

 _Aduhh ...! Hujan lagi, hujan lagi, kapan ni redanya?!!_ 

Tak sadar lisan kita sering terucap kata-kata demikian dikala hujan turun membasahi bumi kita.

Saudaraku..., Hujan adalah anugerah (rahmat) dan berkah dari Allah SWT* kepada umat manusia. Dengan turunnya hujan, tumbuhan menjadi subur. Tumbuhan yang subur dan tumbuh dengan baik mampu memberi manfaat bagi manusia lewat buahnya, pohon yang rindang menyejukkan saat kita berteduh dibawahnya. Adapun air yang turun menjadi sumber kebutuhan kehidupan kita untuk : minum, masak, mencuci, mandi, wudhu, dan banyak manfaat lainnya.

Masihkah belum kita sadari...??? 

Saudaraku..., agar lebih manteb, mari simak firman Allah SWT berikut ini :

 وَهُوَ الَّذِي يُنَزِّلُ الْغَيْثَ مِن بَعْدِ مَا قَنَطُوا وَيَنشُرُ رَحْمَتَهُ وَهُوَ الْوَلِيُّ الْحَمِيدُ 

“Dan Dialah Yang menurunkan hujan sesudah mereka berputus asa dan menyebarkan rahmat-Nya. Dan Dialah Yang Maha Pelindung lagi Maha Terpuji.” (QS: Asy-Syuura [41] : 28). 

 وَنَزَّلْنَا مِنَ السَّمَاءِ مَاءً مُّبَارَكاً فَأَنبَتْنَا بِهِ جَنَّاتٍ وَحَبَّ الْحَصِيدِ 

"Dan Kami turunkan dari langit air yang penuh keberkahan lalu Kami tumbuhkan dengan air itu pohon-pohon dan biji-biji tanaman yang diketam.” (QS: Qaaf (50) : 9).

Karena itulah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan orang soleh masa silam, sangat gembira dengan turunnya hujan. Sehingga mereka mengambil berkah dengan air hujan.
Disebutkan dalam hadits shahih:

عن أنسٍ -رضي الله عنه-، قال: أصابنا ونحن مع رسول الله -صلى اللهُ عليه وسلم- مطرٌ، قال: فحسَر رسول الله -صلى اللهُ عليهِ وسلم- ثوبَه حتى أصابَه مِن المطر، فقلنا: يا رسول الله! لمَ صنعتَ هذا؟ قال: “لأنَّه حديثُ عهدٍ بِربِّه تعالى”

Dari Anas bin Malik radhiallahu ‘anhu berkata, “hujan turun membasahi kami (para Sahabat) dan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa alihi wasallam, maka Rasululullah shallallahu ‘alaihi wa alihi wasallam membuka bajunya, sehingga hujan mengguyur beliau, maka kami bertanya, ‘Wahai Rasulullah untuk apa engkau berbuat seperti ini?’ Beliau menjawab,

لِأَنَّهُ حَدِيثُ عَهْدٍ بِرَبِّهِ تَعَالَى
“Karena sesungguhnya hujan ini baru saja Allah ta’āla ciptakan.” (HR. Muslim no. 898).


 Saudaraku... Islam juga menganjurkan umatnya untuk menjalankan 'amalan kesunahan ketika musim hujan/ saat turun hujan, diantaranya sbb : 
 📍Bersyukur, atas nikmat yg Allah turunkan 
 📍Memohon perlindungan dan berdoa, 
 📍Memperbanyak doa
 📍Jangan mencela hujan yg turun 
 📍Berwudhu dengan air hujan tsb. Dg kata lain : mengambil berkah hujan dg berwudhu. 
 📍Berdoa/ dzikir setelah hujan reda.

 Saudaraku..., Saat musim hujan/ hujan turum merupakan kesempatan terbaik untuk berdoa dan bermunajat. InsyaAllah doa kita akan diijabah. Nabi bersabda,

 اُطْلُبُوا اسْتِجَابَةَ الدُّعَاءِ عِنْدَ ثَلَاثٍ : عِنْدَ الْتِقَاءِ الْجُيُوشِ ، وَإِقَامَةِ الصَّلَاةِ ، وَنُزُولِ الْغَيْثِ 

Carilah do’a yang mustajab pada tiga keadaan : [1] Bertemunya dua pasukan, [2] Menjelang shalat dilaksanakan (antara adzan dan iqomah), dan [3] Saat hujan turun. [HR. Imam Syafi'i dan Iman Baihaqiy].

 📝Berikut ini doa-doa yang bisa kita lafadzkan :  

*Doa ketika turun hujan* 

 اللَّهُمَّ صَيِّبًا نَافِعًا 

“Allahumma shayyiban nafi’an."
 Ya Allah, curahkanlah air hujan yang bermanfaat. (HR Bukhar dari Aisyah RA).

*Doa setelah turun hujan* 

مُطِرْنَا بِفَضْلِ اللـهِ ورَحْمَتِهِ 

"Muthirnaa bifadhlillahi wa rahmatihi."
 _Diturunkan kepada kami hujan berkat anugerah Allah dan rahmat-Nya. (HR Bukhari)_ 

*Doa ketika hujan lebat (Doa meminta hujan reda/ dipindah)* 

اللَّهُمَّ حَوَالَيْنَا وَلاَ عَلَيْنَا ، اللَّهُمَّ عَلَى الآكَامِ وَالظِّرَابِ ، وَبُطُونِ الأَوْدِيَةِ ، وَمَنَابِتِ الشَّجَرِ 
“Allahumma hawalaina wala ‘alaina. Allahumma ‘alal akami wa adhirabi, wa buthunil auwdiyati, wamanabitisyajari." 

 _Ya Allah turunkan hujan ini di sekitar kami jangan di atas kami. Ya Allah curahkanlah hujan ini di atas bukit-bukit, di hutan-hutan lebat, di gunung-gunung kecil, di lembah-lembah, dan tempat-tempat tumbuhnya pepohonan. (HR Bukhari Muslim)_ ▫️ 

*Doa/ dzikir ketika melihat petir dan mendengar guntur* 

 (a) Baca Tasbih : _Subhanallah_ 
 (b) atau membaca doa berikut : 
سُبْحَانَ الَّذِيْ يُسَبِّحُ الرَّعْدُ بِحَمِدِهِ وَالْمَلاَئِكَةُ مِنْ خِيْفَتِهِ 

 Subhanalladzi yusabbihur ro'du bi hamdihi wal mala-ikatu min khiifatih _

Artinya: "Maha Suci Allah SWT yang petir dan malaikat bertasbih memuji Allah SWT karena rasa takut kepada-Nya"_ ▫️ 

*Doa saat hujan lebat disertai angin, atau saat melihat angin kencang :* 

ﺍﻟﻠﻬﻢ ﺇﻧﻲ ﺃﺳﺄﻟﻚ ﺧﻴﺮﻫﺎ ﻭﺧﻴﺮ ﻣﺎ ﻓﻴﻬﺎ ﻭﺧﻴﺮ ﻣﺎ ﺃﺭﺳﻠﺖ ﺑﻪ ﻭﺃﻋﻮﺫ ﺑﻚ ﻣﻦ ﺷﺮﻫﺎ ﻭﺷﺮ ﻣﺎ ﻓﻴﻬﺎ ﻭﺷﺮ ﻣﺎ ﺃﺭﺳﻠﺖ ﺑﻪ 

 “Allahumma innii as’aluka khoiroha wa khoiro maa fiihaa wa khoiro maa ursilat bihi. Wa a’udzu bika min syarriha wa syarri maa fiihaa wa syarri maa ursilat bihi.”

 _Artinya: “Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu kebaikan angin ini dan kebaikan yang terkandung padanya serta kebaikan apa yang dibawanya. Dan aku berlindung kepada-Mu dari kejelekannya dan kejelekan yang ada padanya dan kejelekan apa yang dibawanya.” (HR Al Bukhari)_
 
Demikian semoga sekelumit pengetahuan di musim penghujan ini bisa menjadi penyebab juta-an keberkahan yang Allah turunkan. Aamiin.

_______________ 

Yogyakarta Nopember 2021, disajikan : Ingsunsholihin

Selasa, 14 September 2021

EDISI AL-QUR'AN PERSPEKTIF MEDIS

 






IMUNITAS TANGGUH DENGAN MUKJIZAT AL QURAN.


_Oleh : Muhammad Darowi Ibnu Rusydi ***_

=========================



يَا أَيُّهَا النَّاسُ قَدْ جَاءَتْكُمْ مَوْعِظَةٌ مِنْ رَبِّكُمْ وَشِفَاءٌ لِمَا فِي الصُّدُورِ وَهُدًى وَرَحْمَةٌ لِلْمُؤْمِنِينَ


Artinya: "Hai Manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu pelajaran dari Tuhanmu dan penyembuh bagi penyakit-penyakit (yang berada) dalam dada dan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang yang beriman." (QS. Yunus: 57)


Al Quran juga dinamakan _Asy-Syifaa_  artinya penawar atau obat. Para 'Alim maupun _'Ulama Salaafus-Sholih jumhur_  berkeyaqinan bahwa Al-Quran yg rutin dibaca atau bacaan dzikir lainnya yg rutin dibaca dan di amalkan akan menjadikan pengamalnya _Bi Idznillah_ memiliki   imunitas dan kekebalan anti body yg sangat kuat.  Bahkan diberikan penawar ataupun obat dari Allah SWT. 


Ada beberapa sebab yg menjadikannya begitu karena :

وَنُنَزِّلُ مِنَ الْقُرْآنِ مَا هُوَ شِفَاءٌ وَرَحْمَةٌ لِلْمُؤْمِنِينَ.

Artinya: "Dan Kami turunkan dari Al-Qur'an suatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman." (QS. Al-Israa: 82)

وَيَنْصُرْكُمْ عَلَيْهِمْ وَيَشْفِ صُدُورَ قَوْمٍ مُؤْمِنِين.

Artinya: "Dan (Allah ) akan melegakan hati orang-orang yang beriman". (QS. At-Taubah:14).

Pertama - Al Quran itu mu'jizat sepanjang zaman hingga hari kiamat, artinya, kemukjizatannya bisa dibuktikan sepanjang masa, sesuai dgn kapasitas iman dan keyakinan pembacanya.


Kedua - Al Quran adalah sebaik-baik ucapan, karena ia itu kalam (firman) Allah yg tidak bisa ditandingi ucapan mahlukNya, sehingga saat dibaca dgn syarat thaharah (suci) akan memancarkan energi positif berujud Nur/cahaya yg bermanfaat bagi kehidupan manusia.


Ketiga - bacaan Al Quran akan menyusun molekul cairan dalam tubuh manusia pembacanya, membentuk susunan molekul cairan yg indah dan teratur, yg berefek positif pada lenturnya urat syaraf dan lancarnya peredaran darah, dan melancarkan penyediaan anti body dgn lebih cepat saat terinfeksi virus berbahaya.


Seorang peneliti asal Jepang bernama Dr Masaru Emoto menunjukkan sebuah hasil pengamatan yang berkaitan dengan perubahan air saat dibacakan doa, diperdengarkan musik, dan pada lingkungan tertentu dalam penelitiannya, sebagaimana dilansir High Existence, Rabu (6/9/2016), 


Untuk mencapai efek positif yg maksimal dari bacaan Quran maupun dzikir, maka Quran harus rutin dibaca, membacanya dalam kondisi suci dari hadats, najis, dan tidak mengkonsumsi barang haram, membacanya dalam shalat tahajjud, dan didukung amalan puasa sunnah.


Bila kita mampu mengamalkan dgn efek maksimal, maka anda akan selalu sehat, gak butuh suplemen/ obat2 tertentu, karena fadhilah dari kemukjizatan Al Quran akan menetralisir segala bahaya langit dan bumi.


______________________

***Penulis adalah pengajar, aktivis dakwah, dan praktisi beladiri. 

Pengajar (1) Guru B. Arab/ Ismuba SD Muhammadiyah Karangkajen Yk. (2) Pengajar PAI SD N Terbansari Yk. 

Guru/ Pelatih Perguruan Beladiri Wali Songo Garuda Sakti Cabang Yogyakarta. 

Mursyid Majelis Thariqah Ahlu Dzikri Yogyakarta.

Pengurus dan aktivis Masjid Darul Husna dan Masjid Al-Anhar Warungboto Yk. 

Pengisi tetap di beberapa majelis ta'lim.


Jumat, 27 Agustus 2021

SEJARAH : MENGENAL WAHABI

 

KUPAS SEKILAS
𝗦𝗘𝗝𝗔𝗥𝗔𝗛 𝗔𝗥𝗔𝗕 𝗦𝗔𝗨𝗗𝗜 𝗡𝗘𝗚𝗔𝗥𝗔 𝗪𝗔𝗛𝗔𝗕𝗜 ;

𝗗𝗔𝗥𝗜 𝗗𝗜𝗡𝗔𝗦𝗧𝗜 𝗛𝗔𝗕𝗔𝗜𝗕 𝗣𝗜𝗡𝗗𝗔𝗛 𝗞𝗘 𝗗𝗜𝗡𝗔𝗦𝗧𝗜 𝗦𝗔𝗨𝗗




Ketahuilah bahwa sebelum negara Saudi Arabia (badwi najd wahabi) sekarang ini berdiri tegak, para Sultan Hijaz (Arab) adalah para Habaib / Syarif / Sayyid / keturunan Nabi Muhammad SAW. 


Berikut data - datanya, untuk lebih jelas urutan kekhalifahan tanah Hijaz :

 

 1. Muhammed Abu-Jafar Al-Thalab (The fox) (967–980). 

 2. Sharif Essa (980–994).    

 3. Sharif Abu Al-Futooh (994–1039). 

 4. Sharif Shukrul-Din (1039–1061).

 5. Abul-Hashim ibn Muhammed (1061–1094). 

 6. Ibn Abul-Hashim Al-Thalab (1094–1101). 

 7. Qatada ibn Idris al-Alawi al-Hasani (1201–1220). 

 8. Ibn Qatada Al-Hashimi (1220–1241). 

 9. Al-Hassan Abul-Saad (1241–1254). 

10. Muhammed abul-Nubaj (1254–1301). 

11. Rumaitha Abul-Rada (1301–1346). 

12. Aljan Abul-Sarjah (1346–1375). 

13. Al-Hassan II (1394–1425). 

14. Barakat I (1425–1455). 

15. Malik ul-Adil ibn Muhammed ibn Barakat (1455–1497).

16. Barakat II bin Muhammed (Barakat Efendi) (1497–1525).

17. Muhammed

Abul-Nubaj bin Barakat (1525–1583).

18. Al-Hassan bin Muhammad Abul-Nubaj (1583–1601). 

19. Idris bin Al-Hassan (1601–1610).

20. Muhsin bin Hussein (1610–1628).

21. Ahmed bin Talib Al-Hasan (1628–1629). 

22. Mas'ud bin Idris (Mas'ut Efendi) (1629–1630). 

23. Abdullah bin Hassan (1630–1631).

24. Zeid bin Muhsin (1631–1666).

25. Sa'ad bin Zeid (1666–1667). 

26. Muhsin bin Ahmed (1667–1668).

27. Sa'ad bin Zeid (1668–1670). 

28. Homud bin Abdullah bin Al-Hasan (1670–1670). 

29. Sa'ad bin Zeid (1670–1671).

30. Barakat bin Muhammed (1672–1682).

31. Said bin Barakat (1682–1683). 

32. Ibrahim bin Muhammed (1683–1684). 

33. Ahmed bin Zeid (1684–1688).

34. Ahmed bin Ghalib (1688–1689). 

35. Muhsin bin Ahmed (1689–1691).

36. Said bin Sa'ad (1691–1693).

37. Sa'ad bin Zeid (1693–1694). 

38. Abdullah bin Hashim (1694–1694).

39. Sa'ad bin Zeid (1694–1702).

40. Said bin Sa'ad (1702–1704).

41. Abdulmuhsin bin Ahmad (1704–1704). 

42. Abdulkarim bin Muhammed (1704–1705). 

43. Said bin Sa'ad (1705–1705) 

44. Abdulkarim bin Muhammed (1705–1711). 

45. Said bin Sa'ad (1711–1717). 

46. Abdullah bin Said (1717–1718). 

47. Ali bin Said (1718–1718). 

48. Yahya bin Barakaat (1718–1719). 

49. Mubarak bin Ahmad (1719–1722). 

50. Barakaat bin Yahya (1722–1723). 

51. Mubarak bin Ahmad (1723–1724).

52. Abdullah bin Said (1724–1731). 

53. Muhammed bin Abdullah (1731–1732). 

54. Mas'ud bin Said (1732–1733).

55. Muhammed bin Abdullah (1733–1734).  56. Mas'ud bin Said (1734–1759).

57. Ja'far bin Said (1759–1760).

58. Musa’ed bin Said (1760–1770).

59. Ahmad bin Said (1770–1770).

60. Abdullah bin Hussein (1770–1773). 

61. Surour bin Musa’ed (1773–1788).

62. Abdulmuin bin Musa’ed (1788–1788). 

63. Ghalib Efendi bin Musa’ed (1788–1803). 

64. Yahya bin Surour (1803–1813).

65. Ghalib Efendi bin Musa’ed (1813–1827). 

66. Abdulmutalib bin Ghalib (1827–1827).

67. Muhammed bin Abdulmuin (1827–1851). 

68. Abdulmutalib bin Ghalib (1851–1856). 

69. Muhammed bin Abdulmuin (1856–1858). 

70. Abdullah Kamil Pasha (1858–1877).

71. Hussein bin Muhammed (1877–1880).

72. Abdulmutalib bin Ghalib (1880–1882).

73. Aun Al-Rafiq Pasha (1882–1905).

74. Ali Abdullah Pasha (1905–1908).

75. Hussein bin Ali Pasha (1908–1916). 

76. Ali Haidar Pasha (1916–1917).

77. King Hussein bin Ali (1917–1924). 

78. King Ali bin Hussein (1924–1925) >> >>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>


*TERPUTUS*


King Ali bin Hussein dikhianati oleh Ibnu Saud dan Muhammad bin Abdul Wahab dari Najdi (pendiri faham Wahabi Salafi). Keduanya bekerjasama dengan British (Inggris) dalam upaya perebutan kekuasaan. 


Putra tertua Muhammad ibn Sa`ud, Abd al-Aziz ibn Sa`ud dinikahkan dengan putri al-Wahab. Muhammad ibn Abd al-Wahhab mulai menyebarkan ajarannya di masyarakat Dir`iyyah dan yang malas mengikuti pengajiannya disuruh membayar denda atau mencukur jenggot. Dinasti Sa`ud-Wahhabi pun terbentuk, demikian pula dinasti yang nanti menjadi penguasa Sa`udi Arabia (Allen, 2006: 52). . 


Peran seorang mata - mata Inggris, Hempher, terhadap Muhammad bin Abdul Wahab telah diberitakan pula dalam sebuah *kitab berjudul “Mir’at al-Haramain”, yang terbit kurang lebih 120 tahun yang lalu.* 


Dalam buku ini diberitakan bahwa pada 1125 H (1713 M), Muhammad bin Abdul Wahab bertemu Hempher di Basrah. Kemudian terjalinlah persahabatan di antara keduanya. Peran Hempher sangat besar dan vital dalam gerakan Muhammad bin Abdul Wahab pendiri faham Wahabi tersebut. Dan seterusnya. 

[Ayyub Sabri Pasya, Mir’at al-Haramain, Istanbul, terbit tahun 1888 M] . 


Kemenangan Ibn Saud dan Muhammad bin Abdul Wahab di jazirah Arab ini, membuat Kesultanan Ottoman Turki berubah menjadi dinasti Saud, dengan mengganti syariat islam dengan doktrin ajaran Wahabi yang tidak pernah di jalankan pada masa kesultanan Turki Usmani yang sah dan mengubah wilayah hijaz menjadi nama SAUDI ARABIA, di ambil dari nama Ibnu Saud.  >>>>>>>>>>>>>> 


*BERDIRILAH negara wahhabi pertama (1745-1818)*

Namun gagal karna banyak pembela kesultanan yang sah memberontak. 

Baru kemudian negara wahabi (Saudi) tahap ke kedua (1824-1891) berdiri berkat bantuan Inggris dan beberapa kelompok yahudi hingga sekarang. Dengan banyak sekali penghancuran peradaban islam oleh wahabi salafi, yang menuai protes luas di seluruh penjuru dunia. 


Terputusnya kesultanan Turki Usmani yang sah ini, otomatis wilayah Hijaz jatuh ketangan dinasti Ibnu Saud penaklukan dari 1902-1932 berdirilah kerajaan Arab Saudi.


Dan sebuah fakta nyata, sejak paham wahabi salafi yang menjadi mascot trah dinasti Saud, sebagai imbal jasa Muhammad bin Abdul Wahab yang membantunya merebut kekuasaan.. Sampai pada saat ini.. Wahabi salafi tidak pernah bisa menjadi nomor satu di dunia, karena jelas ajaran yang di bawa sama sekali tidak sesuai ijma' ulama kebanyakan bahkan bertolak belakang dengan seluruh kesultanan hijaz sebelumnya (Turki Usmani), yang menganut paham sunni / aswaja (aswadul adzom). 




 Suni / aswaja sebagai al jama`ah adalah perintah Rasulullah dan adalah kewajiban bagi umat islam mengikutinya.

Dan sebuah perintah Rasulullah adalah sunnah, dimana pengikutnya sudah jelas menjalankan salah satu sunnah dari sekian banyak sunnah - sunnah Rasulullah dan semua sultan hijaz dari keturuan Rasulullah adalah aswadul a'dzom /al jama`ah dan sama sekali tidak berpijak pada landasan wahabi salafi, dimana faham wahabi lebih mudah berkata bid`ah, syirik dan saling mengkafirkan sesama muslim (menyerang sesama Muslim dari dalam dengan alasan Pemurnian Islam).


Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda: 


. “إِنَّ اللهَ لَا يُجْمِعُ أُمَّةِ عَلَى ضَلَالَةٍ وَيَدُ اللهِ مَعَ الجَمَاعَةِ وَمَنْ شَذَّ شَذَّ إِلَى النَّارِ” . “


*Sesungguhnya Allah tidak menghimpun ummatku diatas kesesatan dan tangan Allah bersama jama’ah. Barangsiapa yang menyelewengkan, maka ia menyeleweng ke neraka“.*

(HR. Tirmidzi: 2168). 


Al-Hafidz Ibnu Hajar rahimahullah dalam Fathul Bari XII/37 menukil perkataan Imam Thabari rahimahullah yang menyatakan: “Berkata kaum (yakni para ulama), bahwa jama’ah adalah as-sawadul a’zham (mayoritas pemahaman kaum muslim)“ . 


Aswaja / Sunni adalah pengikut sanad. Artinya apa yang dipahami diambil dari sumber sumber ulama bersanad, berkesinambungan, saling terkait, pemahaman yang tidak terputus sampai kepada Rasulullah. 


*Pemurunian Islam itu sesungguhnya dengan sanad.*


Apa yang diperbuat Rasulullah juga dilakukan oleh para sahabat, diteruskan oleh tabi'in, dilanjutkan oleh tabi'ut tabi'in dan seterusnya, adalah mata rantai berurutan, yang tidak berubah hingga sampai kepada ulama Aswaja / Sunni sekarang ini. Itu yang disebut sanad, dimana pemahamannya tetap sebagaimana aslinya sekalipun itu urusan bid`ah, syirik dan perkara kafir. 


Bagi Aswaja /sunii tentu saja hal ini jauh lebih baik dalam memahami syariat ajaran islam karna tidak di kotori oleh pendapat pendapat, dalil - dalil akal perseorangan atau kelompok, melainkan seluruh sudut pandang ulama yang terkait sanad yang ilmunya adalah sebuah mata rantai besar yang pada akhirnya berujung pada sunnah - sunnah Rasulullah, yang dipahami dengan cara yang tidak keliru dan tetap original. 


Ini lah yang sebenarnya yang disebut Pemurnian Islam sesungguhnya, dan tentu berbeda dengan istilah "Pemurnian Islam" ala wahabi salafi yang sama sekali tidak punya sanad. 


Berkata Imam Syafi'i RA, “Orang yang belajar ilmu tanpa sanad guru bagaikan orang yang mengumpulkan kayu bakar digelapnya malam, ia membawa pengikat kayu bakar yang terdapat padanya ular berbisa dan ia tak tahu” 

(Faidhul Qadir juz 1 hal 433). 


Berkata pula Imam Atsauri : 

“Sanad adalah senjata orang mukmin, maka bila kau tak punya senjata maka dengan apa kau akan berperang?”.


Berkata pula Imam Ibnul Mubarak : 

“Pelajar ilmu yang tak punya sanad bagaikan penaik atap namun tak punya tangganya".


*Sungguh telah Allah muliakan ummat ini dengan sanad* 

(Faidhul Qadir juz 1 hal 433). 


*Sedikit renungan: Apakah Anda hanya sebatas mengetahui beberapa ilmu pengetahuan tanpa bimbingan guru, cukup dengan modal baca buku atau cukup mengandalkan google, yahoo ??*


Dunia internet hanya tambahan, hanya seumpama ladang luas sebagai media pengetahuan secara umum. Namun dalam banyak hal secara realita nyata, maka seorang pembimbing dan ahli agama bersanad yang duduk dihadapan kita itu lebih baik dan lebih jelas dalam memahami syariat islam.


Maka kaum sunni /aswaja menekankan anak - anaknya masuk pondok pesantren dan ditambah pendidikan formal di universitas yang jelas, sebagaimana petunjuk gurunya pondoknya agar tidak salah memilih universitas mana yang pantas dan relevan, sebagaimana ajaran islam di pondokan. Sinkron. 


ini pentingnya sanad ilmu yang jelas. 


Mari kita sama - sama mengkaji diri, jadikan akal untuk mengendalikan hawa nafsu. Bukan nafsu yang mengendalikan akal sehat. Dan adalah suatu kewajiban bagi umat muslim untuk saling mengingatkan. Dan jangan berfikir dangkal jika di ingatkan justru dianggap mencari kesalahan, membuat permusuhan. Atau bahkan dikatakan memecah umat.


Yang haq adalah haq dan yang bathil tetaplah bathil, apapun alasannya. 


Semoga tulisan singkat ini bermanfaat bagi kita semua dalam memahami ajaran islam yang benar dan di ridho'i Allah dan Rasulullah. 

Dan silahkan jika anda mau mencaci maki penulis. 

Dan jawaban penulis sederhana saja. 

Allah itu tidak pernah lalai akan perbuatan hambaNya kala terang dan kala tersembunyi. Baik dunia maya dan dunia nyata, baik yang terlihat oleh orang lain atau tidak. Baik yang samar atau jelas.


Semua akan ada balasannya. Semua dicatat secara lengkap yang kelak akan diterima apakah catatan itu ditangan kiri atau ditangan kanan.. 


اللَّـﮬـُمَّ صـَلِِّ ؏َـلٰے سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَ؏َـلٰے اٰلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ ﷺ


Semoga berkah Rasululloh ﷺ, berkah bacaan Sholawat, Berkah para Waliyullah, Berkah orang2 Sholih, semoga kita semua di beri sehat lahir batin, panjang umur barokah umur, tambah ilmu barokah ilmu, banyak rejeki barokah rejeki, bahagia dan selamat dunia akhirat, Khusnul khotimah mati iman sempurna, masuk syurga bighoiri hisab mendapat SYAFAAT dari RASULULLAH ﷺ

AAMIIN...... YA ALLAH......


____________________________

Sumber :

1. Hilal Supriyanto : https://m.facebook.com/groups/707175063378255/permalink/1016175892478169/

2. Muhammad Bin Abdul Wahab khawarij wahabi : https://www.facebook.com/WAHHABI.TAKFIRI.MUJASIMAH/

3. Sumbar lain


اَللّٰـــــــــهُمَّ صَلِّ عَلٰے سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلٰے أَلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ فِے الْأَوَّلِيْنَ وَالْأَخِرِيْنَ وَفِےالْمَلٓاءِ الْأَعْلَے إِلَے يَوْمِ الدِّيْنِ

Kamis, 29 Juli 2021

MATA PELAJARAN : SIROH NABAWIYAH KELAS XI

 

MATA PELAJARAN :

SIROH NABAWIYAH

 KELAS XI PPM. MBS PLERET

PENGAMPU : IIN SHOLIHIN

 

 MEMAHAMI SIROH - TARIKH - QISHOH - HIKAYAT

TARIKH - secara bahasa berarti ketentuan waktu. Secara pengertian tarikh istilah adalah ilmu yang menggali peristiwa-peristiwa masa lampau agar tidak dilupakan. Ilmu tarikh sepadan dengan pengertian ilmu sejarah pada umumnya. Awalnya, tarikh bermakna penetapan bulan kemudian meluas menjadi kalender dalam pengertian umum. Dalam perkembangan selanjutnya, tarikh bermakna pencatatan peristiwa. Semakin maju, ilmu tarikh menjadi lebih luas dan beragam sesuai dengan perkembangan teknologi pencatatan itu sendiri.

QISHAH - berarti bekasan atau mengikuti bekasan (jejak).Lafadz qashash adalah mashdar yang berarti mencari bekasan atau jejak. Qashah bermakna: urusan, berita, khabar dan keadaan. Qashah atau kisah juga berarti berita-berita yang berurutan. Qashah al-Qur’an ialah khabar-khabar dari al-Qur’an tentang keadaan-keadaan umat yang telah lalu dan kenabian masa dahulu, peristiwa-peristiwa yang telah terjadi, sejarah bangsa-bangsa, keadaan negeri-negeri serta menerangkan bekasan-bekasan dari kaum-kaum purba itu (T.M. Hasbi Ash-Shiddieqy, 1993: 187). Imam ar-Raghib al-Ashfahani mengatakan dalam kitab Mufradat-nya (al-Muradât fi Ghârib al-Qur’an) tentang kata ini (qishash), “al-Qashah berarti mengikuti jejak”.Dikatakan, qashashtu atsaruhu “saya mengikuti jejaknya”.

HIKAYAT -  berasal dari bahasa Arab hikayah yang berarti kisah, cerita, atau dongeng. Dalam sastra Melayu lama, hikayat diartikan sebagai cerita rekaan berbentuk prosa panjang berbahasa Melayu, yang menceritakan tentang kehebatan dan kepahlawanan orang ternama dengan segala kesaktian, keanehan, dan karomah yang mereka miliki. Orang ternama tersebut biasanya raja, puteraputeri raja, orang-orang suci, dan sebagainya. Hikayat termasuk karya yang cukup populer di masyarakat Melayu dengan jumlah cerita yang cukup banyak.

SIROH - Secara bahasa kata Sirah berasal dari kata sara yasiru sayra, tas-yara, masara dan sara as sunnata atau sara as sirah; salakaha wa ittaba’ah (yakni menempuh dan mengikutinya). Ibnu Mandzur dalam kitab Lisanul Arab menyatakan arti as-sirah menurut bahasa adalah kebiasaan, jalan, cara, dan tingkah laku. Menurut istilah umum, artinya adalah perincian hidup seseorang atau sejarah hidup seseorang.    

“Sirah Nabawiyah”, secara istilah syar’i maksud dari as-sirah an-nabawiyah adalah Ilmu yang kompeten yang mengumpulkan apa yang diterima dari fakta-fakta sejarah kehidupan Rasulullah S.A.W. secara komprehensif dari sifat-sifatnya, etika dan moral. Sirah Nabawiyah berisi perincian kisah hidup Nabi SAW, yakni asal-muasal, suku dan nasab, dan keadaan masyarakatnya, sebelum beliau dilahirkan. Kemudian berlanjut kepada kelahiran beliau, masa kecil, remaja, dewasa, pernikahan, diangkat menjadi nabi, serta perjuangan-perjuangan beliau dalam menegakkan Islam hingga beliau wafat. Alquran banyak menerangkan kisah-kisah yang bertujuan untuk dijadikan teladan bagi manusia. Selain itu, ada perintah untuk memperhatikan tarikh sebagai pelajaran. Seperti, dalam surah Ar-Ruum ayat 9 :

أَوَلَمْ يَسِيرُوا فِي الْأَرْضِ فَيَنْظُرُوا كَيْفَ كَانَ عَاقِبَةُ الَّذِينَ مِنْ قَبْلِهِمْ ۚ كَانُوا أَشَدَّ مِنْهُمْ قُوَّةً وَأَثَارُوا الْأَرْضَ وَعَمَرُوهَا أَكْثَرَ مِمَّا عَمَرُوهَا وَجَاءَتْهُمْ رُسُلُهُمْ بِالْبَيِّنَاتِ ۖ فَمَا كَانَ اللَّهُ لِيَظْلِمَهُمْ وَلَٰكِنْ كَانُوا أَنْفُسَهُمْ يَظْلِمُونَ

Artinya : Dan apakah mereka tidak mengadakan perjalanan di muka bumi dan memperhatikan bagaimana akibat (yang diderita) oleh orang-orang sebelum mereka? orang-orang itu adalah lebihkuat dari mereka (sendiri) dan telah mengolah bumi (tanah) serta memakmurkannya lebih banyak dari apa yang telah mereka makmurkan. Dan telah datang kepada mereka rasul-rasul mereka dengan membawa bukti-bukti yang nyata. Maka Allah sekali-kali tidak berlaku zalim kepada mereka, akan tetapi merekalah yang berlaku zalim kepada diri sendiri.

______________________________________________________________________

 

BAB 1

BERDIRINYA DAULAH  BANI UMAYYAH

 

 

Dinasti Umayyah didirikan oleh Muawiyah bin Abu Sufyan bin Harb bin Umayyah bin Abdul Syams bin Abdul Manaf bin Qusay bin Kilab. Ia berasal dari salah satu pemimpin suku Quraisy. Muawiyah dinilai memiliki cukup persyaratan untuk menjadi pemimpin, beliau berasal dari keluarga bangsawan kaya dan dihormati oleh masyarakatnya. Pada awal perkembangan Islam, sebagian besar anggota keluarga Dinasti Bani Umayyah menentang dakwah Nabi Muhammad saw. Namun ketika beliau dan umat Islam berhasil menduduki kota Mekah pada tahun 8 H/630 M, keluarga Bani Umayyah menyerah dan menyatakan bersedia masuk Islam. Sedangkan Muawiyah sendiri telah masuk Islam sebelum peristiwa Fathu Makkah.

Pada masa Rasulullah, Muawiyah turut serta dalam Perang Hunain. Ia merupakan salah satu penulis wahyu. Karir politik Muawiyah terus berlanjut pada masa pemerintahan Khalifah Abu Bakar as-Siddiq. Ia mendampingi saudaranya Yazid bin Abu Sufyan ke Syam dan berhasil menaklukkan negeri tersebut ke kekuasaan Islam. Ketika Yazid wafat, Abu Bakar mempercayakan kepada Muawiyah menjadi gubernur untuk wilayah Syam, menggantikan Yazid. Keputusan Abu Bakar didukung oleh sahabat Umar dan Usman. Pada masa pemerintahan Umar, Muawiyah masih dipercaya sebagai gubernur wilayah Syam.

Pada masa pemerintahan Khalifah Usman ibn Affan (23-35 H/644-656 M), Muawiyah diangkat kembali menjadi gubernur Wilayah Syam dengan ibu kota Damaskus. Ia menguasai wilayah Syam sekitar dua puluh tahun. Hampir seluruh penduduk Syam sangat setia kepada Muawiyah. Ketika Usman ibn Affan meninggal karena terbunuh pada saat membaca Al-Qur'an, Muawiyah menuntut Khalifah Ali ibn Abi Thalib yang waktu itu diangat sebagai khalifah menggantikan Usman, untuk mengusut tuntas siapa saja yang terlibat dalam kasus pembunuhan terhadap Khalifah Usman bin Affan.

Atas dasar tuntutan tersebut, Muawiyah tidak mau mengakui Ali ibn Abi Thalib (35-40 H/656-661 M) sebagai khalifah sampai Ali bisa menemukan dan menghukum pembunuh Khalifah Usman. Ali menganggap Muawiyah sebagai pemberontak karena tidak mau mengakui kekhalifahannya, dan atas dasar itulah Ali memerangi Muawiyah, kemudian terjadi perang antara tentara Ali dan Muawiyah, peperangan tersebut disebut sebagai Perang Siffin. Pada peristiwa Siffin pasukan Ali hampir mendapatkan kemenangan, namun tiba-tiba dari pihak Muawiyah mengangkat Al-Qur'an dengan tombak sebagai tanda berdamai. Ide untuk mengangkat Al-Qur'an sebagai tanda berdamai merupakan siasat dari pengikut setia Muawiyah yaitu Amr ibn Ash, seorang politisi, dan diplomat ulung. Ali sendiri pada mulanya ragu akan niat baik damai dari pihak Muawiyah yang hampir mengalami kekalahan. Pasukan Ali terbelah menjadi dua, satu pihak setuju damai dan di lain pihak menolak. Namun pada akhirnya Ali menerima tawaran damai dengan cara tahkim (arbitrase).

 

Dalam peristiwa tahkim, kedua belah pihak setuju mengutus utusan. Pihak Muawiyah diwakili oleh Amr ibn Ash dan dari pihak Ali diwakili oleh Abu Musa al-Asy'ari. Pada waktu tahkim masing-masing pihak menyepakati untuk menurunkan jabatan Ali dan Muawiyah. Amr ibn Ash mempersilahkan Abu Musa sebagai orang yang lebih tua berpidato mewakili Ali. Setelah selesai berpidato yang salah satu isinya menurunkan Ali sebagai khalifah, maka giliran Amr ibn Ash berbicara mewakili Muawiyah. Kesempatan ini dimanfaatkan oleh Amr ibn Ash untuk mengumumkan kepemimpinan Muawiyah, karena Abu Musa telah menurunkan Ali sebagai khalifah. Dengan siasat ini, peristiwa tahkim lebih menguntungkan pihak Muawiyah dan menimbulkan kekecewaan bagi pihak Ali, sehingga banyak tentara Ali yang keluar dari barisan yang dikenal dengan kelompok Khawarij. Kaum Khawarij menganggap bahwa yang terlibat dalam peristiwa tahkim telah melakukan dosa besar sehinga semuanya harus bertobat atau dibunuh. Kelompok Khawarij berencana membunuh Ali, Muawiyah, dan Amr. Namun, hanya kelompok yang diketuai Abdurrahman bin Muljam yang berhasil membunuh Ali. Sedangkan Muawiyah dan Amr tidak berhasil dibunuh oleh kelompok Khawarij, karena kedua tokoh tersebut dikawal dengan pengawalan ekstra ketat, meniru gaya pengawalan kerajaan Romawi.

 

Kekuasaan Dinasti Bani Umayyah dimulai pada masa berkuasanya Muawiyah bin Abu Sufyan, tepatnya setelah terbunuhnya Ali bin Abi Thalib. Setelah Ali wafat, orang-orang Madinah membaiat Hasan bin Ali, namun Hasan cenderung mengalah dan menyerahkan jabatan kekhalifahan kepada Muawiyah bin Abu Sufyan. Hal ini dilakukan Hasan dengan tujuan menghindari perang berkepanjangan dan timbulnya banyak fitnah di internal kaum Muslimin, mulai dari terbunuhnya Usman bin Affan, pertempuran Shiffin, Perang Jamal dan pengkhianatan orang-orang Khawarij dan Syi‘ah. Hasan setuju menyerahkan jabatan kekhalifahan kepada Muawiyah dengan syaratsyarat sebagai berikut:

Muawiyah tidak menaruh dendam terhadap penduduk Madinah, Hijaz, dan Irak;

Muawiyah harus membayar utang-utangnya (kepada Hasan dan Husain dengan sejumlah uang dari pajak);

Setelah Muawiyah, pemilihan atau pengangkatan khalifah harus diserahkan kembali kepadanya dan musyawarah kaum muslimin (Jalaluddin as-Suyuthi: 239). Tentang jumlah jaminan Muawiyah kepada Hasan dan Husain disebutkan sejarawan Philip K. Hitti, mengutip dari sejarawan klasik ad-Dinawari, at-Thabari, dan al-Ya‘qubi, bahwa Muawiyah akan memberi subsidi dan pensiun seumur hidup sebesar 5.000.000 dirham dari perbendaharaan Kufah (Philip K. Hitti, 2005: 236).

Perjanjian tersebut terjadi pada tahun 41/661, tahun tersebut disebut juga Am al-Jamaah (tahun persatuan) karena kaum Muslimin bersatu dalam satu kepemimpinan. Segera setelah menjadi pemimpin, Muawiyah mengambil alih daerah Mesir dari seorang gubernur yang diangkat Khalifah Ali, kemudian jabatan tersebut diberikan kepada diplomat ulung dan pendukung setia Muawiyah, Amr ibn Ash. Dengan perjanjian ini, maka telah berdiri awal pemerintahan Muawiyah dan sekaligus merupakan akhir periode khulafaurrasyidin. Periode Dinasti Bani Umayyah yang berkuasa kurang lebih 91 tahun dari 41 H/661 M sampai 132 H/750 M. Pada masa kekuasaan Muawiyah, pemerintahan yang sebelumnya bersifat demokratis berubah menjadi Monarchiheridetis (kerajaan turun-temurun). Pemilihan khalifah tidak lagi berdasarkan musyawarah pemilihan dan suara terbanyak. Muawiyah bermaksud mencontoh sistem monarchi kekaisaran Persia dan Bizantium. Ia mengangkat anaknya bernama Yazid bin Muawiyah (60-64/681-684) sebagai penggantinya.

 

FASE-FASE PEMERINTAHAN DINASTI BANI UMAYYAH

Dinasti Bani Umayyah dengan ibu kotanya di Damaskus berlangsung selama 91 tahun dan diperintah oleh 14 khalifah, mereka adalah:

1.       Muawiyah bin Abu Sufyan (40-60/660-680)

2.       Yazid bin Muawiyah (60-64/680-684)

3.       Muawiyah II (63-64/683-684)

4.       Marwan bin al-Hakam (64-65/684-685)

5.       Abdul Malik bin Marwan (65-86/685-705)

6.       Al-Walid bin Abdul Malik (86-96/705-715)

7.       Sulaiman bin Abdul Malik (96-99/715-717)

8.       Umar bin Abdul Aziz (99-101/717-719)

9.       Yazid bin Abdul Malik (101-105/720-7 24)

10.   Hisyam bin Abdul Malik (105-125/724-743)

11.   Al-Walid bin Yazid bin Abdul Malik (125-126/743-743)

12.   Yazid bin Walid bin Abdul Malik (126/743-126/743)

13.   Ibrahim bin al-Walid (127/744-127/744)

14.   Marwan bin al-Hakam (127-132/744-750).

 

Setelah Muawiyah resmi memimpin Dinasti Bani Umayyah, ia memindahkan ibu kota ke Damaskus. Pemindahan ibu kota dari Madinah ke Damaskus melambangkan zaman imperium baru dengan menggesernya dari pusat Arabia, yaitu Madinah yang mulanya merupakan pusat agama dan politik pada masa khulafaurrasyidin kepada sebuah kota kosmopolitan Damaskus. Dari kota inilah Dinasti Bani Umayyah memerintah umat Islam, memperluas wilayah kekuasaan Islam dan mengembangkan pemerintahan sentral yang kuat. Perubahan sistem pemerintahan dari khilafah ke kerajaan, setidaknya ada pengaruh dari kekaisaran Romawi.

Telah disebutkan bahwa Dinasti Bani Umayyah dipimpin oleh 14 khalifah, dan dari ke 14 pemimpin tersebut, hanya beberapa saja yang dianggap mempunyai reputasi terhadap perkembangan Dinasti Bani Umayyah. Mereka antara lain adalah Muawiyah bin Abu Sufyan, Abdul Malik bin Marwan, Al-Walid bin Abdul Malik, Umar bin Abdul Aziz, dan Hisyam, selebihnya adalah para khalifah yang dianggap tidak banyak memberi kontribusi terhadap dinasti ini. bahkan menjadi penyebab bagi kehancuran dinasti.

Sejarah Dinasti Bani Umayyah dibagi menjadi tiga periode;

·         Periode perintisan dan permulaan,

·         Periode pengembangan dan kejayaan,

·         Periode kemunduran dan kejatuhan.

Periode pertama dilakukan pemimpin pertama Dinasti Bani Umayyah yaitu Muawiyah dengan konsolidasi internal dan menyingkirkan lawan-lawan politik. Muawiyah mengerti karakter suku-suku Arab, karena itu dia memberi otonomi kepada para angota suku, dan hanya masalah yang dia anggap krusial saja diambil pemerintah pusat.

>>>>>>>> BERSAMBUNG

 

 

 

><><><><><><><><><><><><><><><><><><><><><><><><><><>

TUGAS : UJI KOMPETENSI


Adapun yang menjadi tugas untuk para siswa/ santri adalah sebagai berikut  :  Jawablah dengan singkat dan jelas beberapa pertanyaan berikut ini  …..

1)      Apa pebedaan antara : siroh, tarikh, qishoh, dan hikayat ? coba jelaskan singkat…!

2)      Apa pebedaan antara : qishoh, dan hikayat ? coba jelaskan singkat…!

3)      Bagamanakah sejarah Berdirinya Daulah Umayyah 1 ?  

4)      Apa yang kamu tau tentang Perang Siffin dan Perang Jamal ?

5)      Seperti apakah Sistem Pemerintahan Islam Pada Masa Bani Umayyah 1 ?

6)      Seperi apakah gambaran Masa Kejayaan Daulah Umayyah 1 ?

7)      Bagaimanakah Kondisi Keagamaan pada Masa Bani Umayyah  1 ?

 

TERIMAKASIH,

USTADZ TUNGGU JAWABANMU. INGAT JAWABAN DARI TUGAS INI SEBAGAI BUKTI ABSENSI KEHADIRAN DAN KEAKTIFANMU.