Rabu, 18 Mei 2022

PETUAH NABI : INGIN KAYA DAN CUKUP...?? HAJAT TERPENUHI...??? NILAH RESEPNYA

 


INGIN MENJADI ORANG KAYA DAN CUKUP??? HAJAT TERPENUHI??? 

INILAH RESEP ROSULULLOH UNTUK MENJADI ORANG YANG  "KAYA & CUKUP"





Siapakah orang yang paling kaya di dunia saat ini ?

“Yang punya perusahaan Microsoft; Bill Gates!” Mungkin inilah jawaban yang terlontar, andaikan salah seorang dari kita dihadapkan pada pertanyaan di atas. Atau bisa jadi jawabannya, “Pemain bola anu!” atau “Artis itu!”

Berbagai jawaban di atas barangkali akan sangat dianggap wajar karena barometer kekayaan di benak kebanyakan orang saat ini diukur dgn kekayaan harta duniawi. Padahal, jika menggunakan barometer syariat, bukan merupakan hal yang mustahil bahwa kita pun amat berpeluang untuk menjadi kandidat orang paling “kaya”!


Orang paling kaya di mata syariat

Orang paling kaya, jika diukur dengan timbangan syariat, adalah: orang yang paling qana'ah.

Nabi kita shallallahu ‘alaihi wa sallam menjelaskan,

لَيْسَ الْغِنَى عَنْ كَثْرَةِ الْعَرَضِ، وَلَكِنَّ الْغِنَى غِنَى النَّفْسِ

“Kekayaan tidaklah diukur dengan banyaknya harta, namun kekayaan yang hakiki adalah kekayaan hati.” (HR. Bukhari dan Muslim; dari Abu Hurairah)

Kaya hati, atau sering diistilahkan dengan “qana’ah“, artinya adalah ‘nrimo (menerima) dan rela dengan berapa pun yang diberikan oleh Allah Ta’ala.

Berapa pun rezeki yg didapatkan, dia tidak mengeluh. Mendapat rezeki banyak, bersyukur; mendapat rezeki sedikit, bersabar dan tidak mengumpat.

Andaikan kita telah bisa mengamalkan hal di atas, saat itulah kita bisa memiliki kans besar untuk menjadi orang terkaya di dunia. Ujung-ujungnya, keberuntunganlah yang menanti kita, sebagaimana janji Sang Musthafa shallallahu ‘alaihi wa sallam,

قَدْ أَفْلَحَ مَنْ أَسْلَمَ وَرُزِقَ كَفَافًا وَقَنَّعَهُ اللَّهُ بِمَا آتَاهُ

“Beruntunglah orang yang berislam, dikaruniai rezeki yang cukup, dan dia dijadikan menerima apa pun yang dikaruniakan Allah (kepadanya).” (HR. Muslim; dari Abdullah bin ‘Amr)

Berdasarkan barometer di atas, bisa jadi orang yg berpenghasilan dua puluh ribu sehari dikategorikan orang kaya, sedangkan orang yg berpenghasilan dua puluh juta sehari dikategorikan orang miskin. 

Pasalnya, orang pertama merasa cukup dgn uang sedikit yg didapatkannya. Adapun orang kedua, dia terus merasa kurang walaupun uang yg didapatkannya sangat banyak. Bagaimana mungkin orang yang berpenghasilan dua puluh ribu dianggap berkecukupan, padahal ia harus menafkahi istri dan anak-anaknya ?

Ya, selain karena keberkahan yang Allah limpahkan dalam hartanya, juga karena ukuran kecukupan menurut Nabi kita shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah sebagai berikut,

مَنْ أَصْبَحَ مِنْكُمْ آمِنًا فِي سِرْبِهِ، مُعَافًى فِي جَسَدِهِ، عِنْدَهُ قُوتُ يَوْمِهِ، فَكَأَنَّمَا حِيزَتْ لَهُ الدُّنْيَا

“Barangsiapa yang melewati harinya dengan perasaan aman dalam rumahnya, sehat badannya, dan memiliki makanan untuk hari itu, maka seakan-akan ia telah memiliki dunia seisinya.” (HR. Tirmidzi). 


SAUDARAKU..., 

Bilamana kebutuhan kita ingin dicukupkan/dikayakan oleh Sang Kholiq, maka tentu tetap harus ada usaha dan ikhtiyar  dhohir -bathin. Usaha dan ikhtiyar dhohir dg bekerja semampu kita sesuai dg kapasitas dan keahlian kita. Sedangkan usaha bathin tentu dengan  doa/ dzikir/ tawakal kepada Sang Pencipta. Imam Abu Fida' Ibnu Katsir dalam kitabnya Tafsir Quranul 'Adzim/ Tafsir Ibnu Katsir menyampaiakn satu hadits  tentang amalan yang pernah Rosululloh Muhammad berikan, yakni ijazah 'ammah dan 'amalan untuk kita (ummatnya). Adapun 'Amalan dan Ijazah tersebut sebagai berikut  ... 

عن أمّ درداء؛ كان قد سمع أبا درداء يقول : انّ النبي صلى الله عليه وسلم قال :  ما من عبد يقول : حَسْبِيَ اللّٰهُ لَآ اِلٰهَ اِلَّا هُوَ ۗ عَلَيْهِ تَوَكَّلْتُ وَهُوَ رَبُّ الْعَرْشِ الْعَظِيْمِ. سبع مرات - بعد كل صلاة. الاّ كفى ه الله تعالى ما اهمّه (يكفيه مما يضايقه). حديث حسن

Artinya : Dari Ummu Darda; ia pernah mendengar Abu Darda berkata : Bahwa Nabi Muhammad bersabda :  tidak sekali-kali seorang hamba mengucapkan: 

حَسْبِيَ اللّٰهُ لَآ اِلٰهَ اِلَّا هُوَ ۗ عَلَيْهِ تَوَكَّلْتُ وَهُوَ رَبُّ الْعَرْشِ الْعَظِيْمِ.

Cukuplah Allah bagiku; tidak ada Tuhan selain Dia. Hanya kepada-Nya aku bertawakal, dan Dia adalah Tuhan yang memiliki ‘Arasy yang agung. (Tafsir Ayat 129 Surat At-Taubah- Ibnu Katsir).

Sebanyak tujuh kali setiap selesai, melainkan Allah SWT memberinya kecukupan dari apa yang ia butuhkan, apa yang ia inginkan, dari apa yang menyusah­kannya. (Hadits Hasan).  


>>>>> MAKA DARI HADITS/ ATSAR INI ADA AMALAN UNTUK KITA YAITU ... 

MEMBACA : HASBIYALLOH... (sampai akhir) SEBANYAK 7 (TUJUH) KALI, SETIAP SELESAI SHOLAT. MAKA INSYAALLAH ALLAH SWT AKAN MENCUKUPI DARI APA YANG MENYUSAHKAN KITA DARI KEBUTUHAN - KEINGINAN - CITA2 - HAJAT KITA - MIMPI KITA SEMUA. (AAMIIN).  <<<<<

JANGAN LUPA JUGA... Untuk tetap berdoa kepada Alloh SWT memohon rezeqi halal, hoyyib, dan berkah. Sebagaimana Rosul ajarkan kepada kita  ...

  • Doa Yang dibaca Rosululloh setiap pagi/ shubuh/ setiap hari :

اللَّهمَّ إنِّي أسأَلُكَ عِلمًا نافعًا، ورِزْقًا طيِّبًا، وعمَلًا مُتقَبَّلًا  

Allahumma inni as-aluka 'ilman naafi'an wa rizqan thayyiban wa 'amalan mutaqobbalan 

"Ya Allah, sungguh aku mohon kepada Engkau ilmu yang bermanfaat, rezeki yang baik, dan amal yang diterima." (HR Ibnu Majah).

  • Doa yang Diajarkan kepada Ali bin Abi Thalib RA

اللَّهُمَّ اكْفِنِي بِحَلالِكَ عَنْ حَرَامِكَ وَأَغْنِنِي بِفَضْلِكَ عَمَّنْ سِوَاكَ

Allahummak fini bi halalika ‘an haramika wa aghnini bifadhlika ‘aman siwaka. 

“Ya Allah! Cukupilah aku dengan rezeki-Mu yang halal (hingga aku terhindar) dari yang haram. Perkayalah aku dengan karunia-Mu (hingga aku tidak minta) kepada selain-Mu.” (HR Tirmidzi).

ingat... Ini salah satu usaha bathiniyah kita. Tentu harus didukung dg usaha lahiriyah kita. 


Demikian saudaraku semua...

Namun perlu diingat kembali : sejatinya orang yg paling kaya/ cukup, dan Semoga kita termasuk diantara orang yang paling kaya/ cukup didunia ini, yaitu orang yang senantiasa dapat "bersyukur" dan selalu bersikap "qana'ah", Dalam keseharianya...insya allah..

Semoga bermanfaat dan sebagai inspirasi buat kita semuanya 

_______________

Disadur oleh : ingsun sholihin

Malangan, Giwangan, UH Yogyakarta


Selasa, 10 Mei 2022

TEKS IKRAR SYAWALAN

 

              IKRAR SYAWALAN ATAU HALAL BI HALAL




-------------------------------------------------------------------

Berikut ini ada contoh teks iqrar syawwalan ataupun Halal Bi Halal. 

Perlu kita ketahui bersama bahwa iqrar syawwalan ada dua model yaitu :

1. Model ijab dan qobul. Ada dua peraga/ pelaku. Pihak Kanoman atau kaum muda (Yunior) dan pihak Kasepuhan (Senior). 

2. Model iqrar bersama.  Yakin iqrar dibaca bersama yang dipandu oleh satu orang. 


Langsung saja, berikut ini contoh teks iqrar syawwalan/ Halal bi halal. Dengan dua bahasa. Bahasa Jawa dan Bahasa Indonesia. 

>>> Bisa juga didownload dalam bentuk word (link di bagian bawah/ akhir)


>>>>>>>>>>>>>>>===>>>>>>>>>===>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>




BAHASA JAWA

 

TEKS IKRAR SYAWALAN (KANOMAN) :

 

Assalaamu’alaikum Wr. Wb.

 

Para Bapak/ Sedherek kula sedaya ingkang sami kempal nyawiji ing papan punika ingkang winantu Kabagyan. Nglenggana bilih kula lan panjenengan temtu anggadhahi kalepatan dhateng sesami, pramila nyarengi wulan ingkang sae punika, keparenga kula amakili para kadang kanoman matur dhateng Penjenengan minangka kadang kasepuhan :

 

1.      Ngaturaken sembah pangabekti kula minangka kadang kanoman dhumateng kadang kasepuhan. Sinartan ngaturaken Sugeng Riyadi 1 Syawwal warsa 1443 Hijriyah.

 

2.      Salajenipun, kanthi tulus ikhlasing manah, kula nyuwun pangapunten awit sedaya kalepatan ingkang tumandhuk dhateng Penjenengan. Sae ingkang kula sengaja punapa dene ingkang mboten kula sengaja. Mugi-mugi saged linebur/ kalebur ing wekdal sae punika. Mekaten ugi kalepatan Penjenengan ingkang tumandhuk dhateng kula, kanthi ikhlasing manah kula inggih nyaosi pangapunten dhateng Penjenengan. InsyaAllah Kanthi mekaten  saestu kula lan Penjenengan sampun wangsul dhateng fitrah. Aamiin.

 

3.      Mugi-mugi Gusti Alloh kersa nampi ngamal ngibadah puasa kula lan Penjenengan sedaya, lan kersa nampi ikrar kita menika. Aamiin.

 

4.      Ingkang pungkasan, kula lan sedaya kadang kanoman tansah nyenyadong nyuwun ziyadah donga pangestu saking Penjenengan minangka kadang Sepuh, mugi - mugi Gusti Alloh SWT tansah ngijabahi panyuwun kula/ Penjenengan, saged hasil kasembadan. Aamiin.  

 

5.      Lan mugi-mugi Gusti Alloh tansah ngluberaken rohmat berkahi pun, karahayon, Kabagyan, katentreman, kabagaswarasan, miwah kawilujengan dhateng kita sedaya. Aamiin Yaa Robbal 'alamiin.

 

Maturnuwun, cekap semanten atur kula, minangka badal wakil saking kadang kanoman. Nuwun.

 

Wassalamu’alaiakum Wr. Wb.

 

 

 

 

 

 

==================================================================== 

 

BAHASA JAWA

 

 

TEKS IKRAR SYAWALAN (KASEPUHAN) :

 

Assalaamu’alaikum Wr. Wb.

 

Para Bapak/ Sedherek kula sedaya ingkang sami kempal nyawiji ing papan punika ingkang winantu Kabagyan ingkang kula tresnani. Keparenga kula amakili para kadang kasepuhan caos jawaban/ tanggap atur,  aturipun  Bp/ Mas ………   kala wau minangka wakil saking kadang kanoman :

 

1.      Ngaturaken sih katresnan saha donga pangestu dhateng sampean minangka kadang kanoman. Ugi sinartan ngaturaken Sugeng Riyadi 1 Syawwal warsa 1443 Hijriyah.

 

2.      Salajenipun, temtu kanthi tulus ikhlasing manah ugi, kula nyuwun pangapunten awit sedaya kalepatan ingkang tumandhuk dhateng Penjenengan. Sae ingkang dipun sengaja punapa dene ingkang mboten dipun sengaja. Mekaten ugi kalepatan penjenengan ingkang tumandhuk dhateng kula, kanthi ikhlasing manah kula inggih nyaosi/ maringi pangapunten dhateng Penjenengan. Mugi-mugi sedaya kalepatan saged linebur ing wekdal sae punika. Satemah  InsyaAllah saestu kula lan Penjenengan saged wangsul dhateng fitrah kados dene bayi ingkang nembe lahir. Aamiin.

 

3.      Mugi-mugi Gusti Alloh kersa nampi ngamal ngibadah puasa kula lan Penjenengan sedaya, lan kersa nampi ikrar kita menika. Aamiin.

 

4.      Ingkang pungkasan, kula lan sedaya kadang kasepuhan temtu tansah nyaosi/ maringi donga pangestu dhateng sedherek kadang kanoman, minangka “generas panerus” ingkang saestu dipun gadhang-gadhang menggah kiprah kridhanipun. Mugi - mugi Gusti Alloh SWT tansah nyembadani panyuwun kula/ Penjenengan,  Aamiin.  Lan mugi-mugi Gusti Alloh tansah ngluberaken rohmat berkahi pun, karahayon, Kabagyan, katentreman, kabagaswarasan, miwah kawilujengan dhateng kita sedaya. Aamiin Yaa Robbal 'alamiin.

 

Maturnuwun, cekap semanten atur kula, minangka badal wakil saking kadang kasepuhan. Nuwun.

 

Wassalamu’alaiakum Wr. Wb.






 -------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

BAHASA INDONESIA

  

IKRAR KAUM MUDA (KANOMAN)

 

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Bismillahirrahmanirrahim.

Bapak Ibu saudara-saudari ku semuanya nya yang hadir dan berkumpul dalam majelis halal bi halal di tempat ini. Perkenankan saya mewakili pihak kaum muda atau kadang Kanoman menyampaikan beberapa hal berikut :

Pertama tama, perkenankan kami menghaturkan salam ta'dzim kepada pihak Kasepuhan. Selanjutnya menghaturkan Tahni'ah : Selamat Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1443 Hijriyah, teriring doa Taqobalallahu Minna wa minkum taqobbal yaa kariim, Semoga amal ibadah kita diterima Allah SWT dan kita kembali ke Fitrah aamiin.

Selanjutnya,  dengan tulus ikhlas kami (mewakili kaum muda) memohon maaf kepada Bapak/ Ibu pihak Kasepuhan atas segala kesalahan, kekhilafan, tindak tanduk, maupun tutur kata kami baik yang disengaja maupun yang tidak disengaja.

Begitupula bilamana Bapak/ Ibu terdapat kesalahan, kekhilafan baik yang disengaja maupun yang tidak disengaja, dengan penuh keikhlasan hati kami sudah memberikan maaf. Semoga kesalahan/ dosa kita semua bisa dilebur di hari fitri nan penuh berkah ini. Aamiin.

Selanjutnya, kami menghaturkan terimakasih yang tiada terkira kepada Bapak/ Ibu (senior) pihak Kasepuhan yang telah ikhlas memberikan nasihat, bimbingan, dorongan, dukungan dan arahan kepada kami kaum muda (yunior). Dan perkenankan pula kami untuk memohon ziyadah doa dan restu kepada Bp/Ibu pihak Kasepuhan.

Semoga Allah SWT Berkenan memberikan rohmat berkah-Nya, kemudahan, dan meridhoi setiap amal usaha kita semua. Aamiin.

Demikian yang dapat kami haturkan mewakili kaum muda (Yunior) kepada Bp/ Ibu semuanya. Terimakasih atas perhatian dan mohon maaf atas segala kekurangan.

Wassalaamu'alaikum wr wb.



 -------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

BAHASA INDONESIA

 

IKRAR SYAWWALAN - KASEPUHAN

 

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Bismillahirrahmanirrahim.

Bapak Ibu saudara-saudari, adik-adik dan anak-anakku semuanya yang hadir dan berkumpul dalam majelis halal bi halal di tempat ini. Perkenankan saya mewakili pihak Kasepuhan (Senior) atau kadang Kasepuhan, perkenankan menanggapi ataupun menjawab beberapa hal yang telah disampaikan oleh …………. Selaku wakil dari pihak kaum muda :

 Pertama, perkenankan kami menjawab salam ta'dzim  kaum muda tadi dg ucapan  : wa'alaika, wa'alaikumsalam wr. wbSelanjutnya, tak lupa kami menyampaikan Tahni'ah : Selamat Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1443 Hijriyah, teriring doa Taqobalallahu Minna wa minkum taqobbal yaa kariim, Semoga amal ibadah kita diterima Allah SWT dan kita semua dapat kembali ke Fitrah aamiin.

Selanjutnya, dengan penuh keikhlasan hati kami (mewakili pihak kasepuhan) tentu tidak lupat dari kesalahan, untuk itu kami memohon maaf atas segala kesalahan, kekhilafan, kealpaan baik yang kami sengaja maupun yang tidak kami sengaja. Dan dengan penuh keikhlasan hati pula kami (mewakili pihak kasepuhan) memberikan maaf kepada Bapak/ Ibu saudara, adik, anak-anakku  kaum muda yang hadir dalam majelis ditempat ini maupun yg tdk/ blm hadir. Semoga kesalahan - dosa kita semua bisa dilebur di hari fitri nan penuh berkah ini. Aamiin.

Selanjutnya, kami sebagai pihak yang lebih tua (kasepuhan/ Senior) tentu akan selalu turut mendukung dan mendoakan ananda semua selaku generasi muda penerus yang kami tunggu kiprah perjuangannya.

Semoga Allah SWT Berkenan memberikan rohmat berkah-Nya, kemudahan, dan meridhoi setiap 'amal maupun usaha kita semua. Aamiin. Yaa Mujiibassaa-iliin.

Kiranya Demikian, apa yang dapat kami jawab dan sampaikan mewakili pihak Kasepuhan. Terimakasih atas kesempatan dan perhatian yg diberikan.

 

Akhirul kalam,

Wassalaamu'alaikum wr wb.








=====================================================================

IKRAR BERSAMA


IQRAR HALAL BI HALAL*

BISMILLAAHIRROHMAANIRROHIIM

Kami yang hadir/ dalam majelis Halal Bi Halal di tempat ini /dengan segala keikhlasan hati/ memohon maaf yang sedalam-dalamnya /  atas segala kesalahan dan kekhilafan / yang berupa tutur kata / dan perbuatan kami / baik yang kami sengaja / maupun yang tidak kami sengaja //

Kami yang hadir/ dalam majelis Halal Bi Halal di tempat ini/ dengan segala keikhlasan hati/ memberikan maaf yang setulus – tulusnya / atas segala kesalahan  dan kekhilafan / yang berupa tutur kata dan perbuatan / Bapak – Ibu – Saudara – Saudari – Kakak –Adik / yang hadir dalam majelis Halal Bi Halal di tempat ini / maupun yang tidak hadir //

Teriring doa untuk kita semua :

TAQOBBALALLOHU MINNAA WA MINKUM/ MINNAA WA MINKUM TAQOBBAL YAA KARIIM //

Aamiin Yaa Robbal’alamiin / Aamiin Yaa Mujiibassaa-iliin //

ALHAMDULILLAAHIROBBIL ‘AALAMIIN

________________

*Keterangan : Iqrar ini dibaca bersama - sama, dipimpin oleh salah satu petugas yang ditunjuk.

Tanda garis miring satu (/) adalah jeda koma. Sementara tanda garis miring dua (//) adalah   tanda jeda titik.

 


 link  >>>>>  download  <<<<<


______________

Yogyakarta Hadiningrat, 03 Syawwal 1443H

Ingsun Sholihin

Rabu, 26 Januari 2022

EDISI : PENAWARAN BUKU ISLAMI

 


🏷️ PENAWARAN BUKU BACAAN ISLAMI KELUARGA


Assalamu'alaikum wr wb. 


BismillaahirrahmaanirrahiIm, Perkenankan kami menawarkan Buku Bacaan Islami untuk Bp/ Ibu/ Sdr semua. Monggo bila berkenan memilih bisa menghubungi :

📩 wa.me/628985575027 (Mushlih) 

📩 wa.me/6287839297655 (Sholihin) 

Buku yg ditawarkan adalah tarjamah beberapa kitab popular di dunia pesantren/ keilmuan islam, sebagai rujukan pokok dan rujukan dasar untuk memahami Islam yang "wasathiyah" atau pemahaman Islam yang moderat, santun, sesuai misi Islam yang Rahmatan Lil 'Alamiin. InsyaAllah. 

Adapun buku tarjamah kitab yang ditawarkan mencakup ilmu tentang : 

1. Al-Quran Al-Kariim

2. Hadits Asy-Syariif

3. Aqidah/ Tauhid

4. Akhlaq Al-Kariimah

5. Ushul fiqih

6. Ilmu Fiqih/ Ibadah

7. Tarikh/ Sejarah Islam

8. Sholawat/ Amaliyah 

9. Kaidah bahasa

10. Tashowuf

11. dll.


NB : Adapun Pembelian dengan jumlah banyak, akan mendapat diskon khusus.

>>> Katalog - daftar harga - Contoh buku/ kitab sudah kami lampirkan  <<<


Terimakasih.

Wassalaamu'alaikum wr. wb.


BERIKUT  INI  KATALOG DAN CONTOH BUKU/ TARJAMAH KITAB :
















































BERIKUT INI DAFTAR HARGA BUKU/ TARJAMAH KITAB (BELUM  TERMASUK HARGA DISCOUNT) :


Selasa, 04 Januari 2022

EDISI BERBAGI PENGALAMAN

 



*MENGURUS PAJAK KENDARAAN 5 TAHUNAN SECARA MANDIRI*




Bismillaah, sajian kali ini kami ingin mengetengahkan pengalaman kami saat mengutus pajak 5 tahuan kendaraan (motor) yang kami lakukan awal bulan Januari tahun 2022 ini. Langsung saja bisa disimak, dan kalau ada yg terlewat atau salah bisa kita koreksi bersama.... 

(0). *PERSIAPAN* Siapkan berkas2 syarat pajak perpanjangan kendaraan 5 tahunan :

-BPKB Asli dan fotokopi

-STNK Asli dan fotokopi

-Identitas (KTP/ SIM/ dll) Asli dan fotokopi

-Uang pembayaran. diperkirakan biaya pajak 1 tahunan + biaya plat nomor (160 rb untuk motor dan 300-an rb untuk mobil). 


(1). *MASUK AREA SAMSAT >>> LANGSUNG MENUJU AREA "KIR" atau CEK FISIK KENDARAAN,* Sesampainya di Samsat, jangan langsung parkir, namun langsung menuju ke tempat cek fisik (𝙺𝚒𝚛) sepeda motor/ mobil. disana sudah ada petugas (yg mengarahkan dan petugas yg memeriksa). 

Siapkan syarat2 berupa :

-STNK

-BPKB

-KTP

Baik yg asli dan fotokopi nya. 

Saran : Motor dikondisika, distandar double, jok motor dibuka utk di cek/ ditempel nomor seri. Proses ini 𝚖𝚎𝚖𝚊𝚔𝚊𝚗 waktu kisaran sekitar 5-10 menit 𝚔𝚊𝚛𝚎𝚗𝚊 antri. 


2. *RUANG/ TEMPAT PARKIR,* Setelah kendaraan dicek fisik, kendaraan diparkirkan di tempat yg diarahkan/ dipersiapkan. Nanti sudah ada petugas parkir yg menunggu. 


3. *RUANG BERKAS CEK FISIK,* Setelah motor/ kendaraan diparkir, kita kembali lagi ketempat cek fisik untuk mengambil berkas2 tadi, lalu dikumpul di ruangan dekat tempat cek fisik (kir) tersebut. Berkas dikumpul untuk mendapatkan tanda tangan dan stempel tanda pengesahan, ini sebagai tamda bahwa cek fisik motor sudah dilakukan. Sehingga kita nisa melanjutkan proses selanjutnya. Adapun Proses ini memakan waktu sekitar 10 menit (nunggu antri). 


(4). *GEDUNG UTAMA/ LOKET PENGUMPULAN DAN VERIFIKASI BERKAS,* 

Setelah mendapat berkas cek fisik dan ttd/ cap pengesahan,  dilanjut menuju gedung utama Samsat untuk mengumpulkan berkas cek fisik tadi, agar bisa segera diverifikasi. Masuk gedung utama >>> lalu menuju loket utuk kumpul berkas dan ambil nomer antrian pembayaran. Kita akan mendapat nomor antrian. Lalu kita menuju kasir,  di Samsat Kota Yogyakarta, loket kasir ada di sebelah barat loket pengumpulan berkas/ verifikasi tadi. 

Pembayaran yg di maksud di sini adalah : pembayaran Pajak tahunan (STNK) dan pajak 5 tahunan (plat nomor/ TNKB). 


(5). *LOKET KASIR/ PEMBAYARAN* apa yg kita lakukan di sini? 

Pertama kita akan dipanggil di loket kasir pembayaran pajak tahunan (STNK), Siapkan besaran biaya pajak tahunan yg selama ini kita bayarkan. besaran biaya nya sama  dg pajak tahunan yg selama ini kita bayarkan. Tentu selama tidak ada perubahan biaya/harga. >>> Kita akan dapat kwitansi atau  tanda bukti pembayaran (kertas warna putih). 

Ke-dua kita akan dipanggil ke loket kasir pembayaran pajak 5 tahunan, pembayaran plat nomor atau TNKB sebesar 160 rb (motor), kalau mobil kisaran 300-an rb. Loket kasir pajak 5 tahunan ini ada di samping kanan dari loket kasir pajak tahunan yg tadi. 

Setelah membayar biaya pajak plat nomor (5 tahunan), Di sini kita akan dapat surat ketetapan pajak daerah (warna coklat). Setelah itu kita diminta untuk menuju ruang /loket pencetakan dan pengambilan plat nomor. Ruang ini ada di depan sisi timur gedung utama Samsat Kota Yogyakarta. 


(6). *RUANG/ LOKET PENCETAKAN DAN PENGAMBILAN PLAT NOMOR* Sebelum menuju ruang ini, kita fotokopi dulu surat ketetapan pajak daerah (warna coklat) tadi, cukup dikopi 1 saja. 


Setelah itu kita serahkan/ kumpul surat ketetapan pajak yg asli dan fotokopi tsb di tempat yg telah di sediakan di ruang pengambilan plat nomor (TNKB) tsb. Tunggu beberapa saat,  sampai nama kita dipanggil untuk mengambil plat nomor baru. Proses ini sekitar 10 -15 menit. Sekali lagi budayakan antri. 


(7). *LOKET PENGAMBILAN STNK,* Setelah kita mendapat plat nomor, kita jangan langsung pulang. Karena kita belum selesai, masih ada 1 langkah lagi yakni mengambil STNK Baru kita. STNK ini diambil di Loket pengambilan STNK >>> Masuk lagi ke gedung utama Samsat lalu menuju loket kasir dekat pembayaran pajak 5 tahunan tadi. Disana akan ada instruksi antri bagi yg sudah ngambil plat nomor, antri di sini untuk mengambil STNK Baru kita. dan disini KTP Asli kita akan dikembalikan. 


Cek kembali :

1. Bukti pembayaran atau kwitansi pajak tahunan (warna putih),

2. Surat ketetapan pajak daerah (warna coklat), 

3. Plat nomor baru

4. STNK baru

5. KTP asli yg dikembalikan. 

Bila sudah komplit maka proses perpanjangan/ pajak 5 tahunan sudah dinyatakan selesai. Bisa langsung keluar dari gedung utama Samsat lalu menuju area parkir. 

Jangan lupa bayar parkir, setalah itu kita bisa meninggalkan area Samsat dg tenang utk menuju rumah. Jangan lupa pula segera pasang plat nomor baru di kendaraan kita. 

𝙽𝙱 : 𝙿𝚎𝚗𝚐𝚊𝚕𝚊𝚖𝚊𝚗 𝚒𝚗𝚒 𝚔𝚊𝚖𝚒 𝚊𝚕𝚊𝚖𝚒 𝚍𝚒 𝚂𝚊𝚖𝚜𝚊𝚝 𝙺𝚘𝚝𝚊 𝚈𝚘𝚐𝚢𝚊𝚔𝚊𝚛𝚝𝚊, 𝚖𝚞𝚗𝚐𝚔𝚒𝚗 𝚊𝚍𝚊 𝚜𝚎𝚍𝚒𝚔𝚒𝚝 𝚙𝚎𝚛𝚋𝚎𝚍𝚊𝚊𝚗 𝚍𝚒 𝚍𝚊𝚎𝚛𝚊𝚑 𝚕𝚊𝚒𝚗. 𝙼𝚒𝚗𝚒𝚖𝚊𝚕 𝚒𝚗𝚒 𝚜𝚎𝚋𝚊𝚐𝚊𝚒 𝚐𝚊𝚖𝚋𝚊𝚛𝚊𝚗 𝚞𝚖𝚞𝚖 𝚜𝚊𝚓𝚊. 

𝙼𝚎𝚗𝚞𝚛𝚞𝚝 𝚔𝚊𝚋𝚊𝚛 𝚢𝚐 𝚍𝚒𝚝𝚎𝚛𝚒𝚖𝚊, 𝚔𝚊𝚕𝚊𝚞 𝚍𝚒 𝚞𝚛𝚞𝚜 𝚜𝚎𝚗𝚍𝚒𝚛𝚒 (𝚖𝚊𝚗𝚍𝚒𝚛𝚒) 𝚓𝚊𝚝𝚞𝚑𝚗𝚢𝚊 𝚋𝚒𝚊𝚢𝚊 𝚕𝚎𝚋𝚒𝚑 𝚖𝚞𝚛𝚊𝚑, 𝚍𝚊𝚛𝚒𝚙𝚊𝚍𝚊 𝚍𝚒𝚞𝚛𝚞𝚜 𝚕𝚎𝚠𝚊𝚝 𝚓𝚊𝚜𝚊 𝚙𝚊𝚛𝚊 𝙲𝚊𝚕𝚘. 𝙲𝚘𝚗𝚝𝚘𝚑 𝚜𝚊𝚓𝚊 : 𝚋𝚒𝚊𝚢𝚊 𝚙𝚊𝚓𝚊𝚔 5 𝚝𝚊𝚑𝚞𝚗𝚊𝚗  𝚞𝚗𝚝𝚞𝚔 𝚔𝚎𝚗𝚍𝚊𝚛𝚊𝚊𝚊𝚗 𝚛𝚘𝚍𝚊 𝚍𝚞𝚊 (𝚖𝚘𝚝𝚘𝚛) 𝚔𝚒𝚜𝚊𝚛𝚊𝚗 350 𝚛𝚋 - 400 𝚛𝚋 𝚔𝚊𝚕𝚊𝚞 𝚍𝚒𝚞𝚛𝚞𝚜 𝚖𝚊𝚗𝚍𝚒𝚛𝚒. 𝙺𝚊𝚕𝚊𝚞 𝚕𝚎𝚠𝚊𝚝 𝚓𝚊𝚜𝚊 𝙲𝚊𝚕𝚘 𝚋𝚒𝚜𝚊 𝚝𝚎𝚖𝚋𝚞𝚜 𝚜𝚊𝚖𝚙𝚊𝚒 600 𝚛𝚋 - 650 𝚛𝚋. 𝙻𝚞𝚖𝚊𝚢𝚊𝚗 𝚋𝚎𝚛𝚑𝚎𝚖𝚊𝚝 250 𝚛𝚋 𝚞𝚝𝚔 𝚋𝚒𝚊𝚢𝚊 𝙱𝙱𝙼 𝚍𝚊𝚗 𝚙𝚎𝚛𝚊𝚠𝚊𝚝𝚊𝚗 𝚖𝚘𝚝𝚘𝚛. 

Demikian sedikit berbagi pengalaman sahaja, semoga bermanfaat. Terimakasih. 🙏🏻

Selasa, 14 Desember 2021

SAJIAN AMALIYAH

 

‘AMALIYAH KALIMAH THOYIBAH DZIKIR TAHLIL



Perlu kita ketahui bersama, bahwa masalah TAHLIL atau TAHLIL-AN ini merupakan bahasan menarik yang sejak dahulu (zaman tabi’in/ tabiut tabi’in) hingga sekarang masih bergulir. Ada pihak yang membolehkan (menghukumi mubah), ada pula yang menghukumi sunnah karena berdasar beberapa atsar dan riwayat hadits, ada juga yang menghukumi makruh sampai dengan harom. Salah satu Alim Ulama asal Lasem yang tinggal menetap di Yogyakarta, beliau Al-Mukarrom Al-Maghfurlah – Allahu Yarham - KH. Ali Maksum (Krapyak Yogyakarta) mengatakan :

و هو ( جواز هبة ثواب القراءة و الصدقة للميت و وصول ثواب القراءة و أعمال البر للميت ) من مسائل الفروع الخلافية. فلا يجوز بشأنه إثارة الفتن و الجدال و الإنكار على القائل و العامل به و لا على المخالف, و لا ينبغي ان يقع بينهما ما لا ينبغي و قوعه بين أخوين مسلمين. و لئن كان للمانع مستند, فإن لغيره مستندا كذلك. فقد قال ابن تيمية : إن الميت ينتفع بقراة القرآن, كما ينتفع بالعبادة المالية من الصدقة و نحوها. .

“TAHLIL-AN atau Menghadiahkan pahala bacaan, shodaqah dan amal sholeh merupakan salah satu dari sekian furu’ khilafiyah yang seharusnya tidak mendorong terjadinya fitnah, pertengkaran, perdebatan dan sikap antipati kepada orang yang melakukannya dan yang menentangnya. Kedua belah pihak yang saling berbeda pendapat sebaiknya tidak melakukan hal-hal yang tidak pantas dilakukan oleh sesama saudara muslimnya. Karena masing-masing pihak tentu memiliki alasan dan argumentasi sendiri yang membenarkan amaliahnya. KH Ali Maksum mengutip pendapat Syaikul Islam Ibnu Taimiyah mengatakan : “Mayit dapat mengambil manfaat dari pahala bacaan ayat Al-Qur`an orang lain yang dihadiahkan kepadanya, sebagaimana ia juga dapat mengambil manfaat dari pahala ibadah maliyah seperti shadaqah dan sejenisnya.”[1]

DEFINISI : APA ITU TAHLIL[2] ?

Tahlil secara etimologis (pengertian bahasa) adalah membaca lafadz la ilaha ill-Allah (لاإله إلا الله). Dalam istilah sosio-kultural di Indonesia, tahlil adalah suatu acara seremoni sosial keagamaan untuk memperingati dan sekaligus mendoakan orang yang meninggal. Disebut acara sosial-budaya karena tahlil hanya dikenal dan dilakukan oleh sebagian umat Islam Indonesia. Disebut acara keagamaan karena sebagian besar bacaan-bacaan dalam tahlil diambil dari Al Quran dan Al Hadits.

Menurut KH. Munawir Abdul Fattah dalam bukunya yang berjudul “Tradisi Orang-Orang NU”, bahwa Tahlil berasal dari kata : hallala, yuhallilu, tahlilan, artinya membaca kalimat Laa Ilaaha Illallahu. Bahwa setiap pertemuan yang didalamnya dibaca kalimat itu secara bersama-sama disebut Majelis Tahlil. Majelis tahlil di masyarakat Indonesia sangat variatif, dapat diselenggarakan kapan dan dimana saja, bisa pagi, siang, sore atau malam. Bisa di masjid, musholla, rumah, atau lapangan[3]

Dari keterangan diatas, bahwa tahlilan adalah salah suatu sarana taqorrub illalla (mendekatkan diri kepada Allah) baik dilakukan sendiri atau bersama- sama untuk melakukan dzikir (mengingat) kepada Allah dengan membaca kalimat thayyibah seperti Laa ilaaha illallah,kemudian membaca sholawat kepada Nabi Muhammad, ayat-ayat Al-Qur‟an dan do‟a yang diharapkan memiliki pengaruh dalam meningkatkan nilai- nilai, kebiasaan baik di masyarakat dan lain-lain dalam menjalani kehidupan.

Dalam keterangan lain, tahlil atau tahlil-an adalah acara dzikiran biasanya disertai dengan Yasinan (baca Surat Yasin) yang dilakukan di sebagian besar masyarakat Indonesia yang berafiliasi ke NU (Nahdlatul Ulama). Acara tahlil umumnya dilakukan pada setiap hari Jum'at. Apabila ada seseorang yang meninggal, maka tahlil dilakukan pada (a) 7 (tujuh) hari berturut-turut setelah hari pertama kematian; (b) hari ke-40; (c) hari ke-100 dan (d) hari ke-1000 (seribu) atau pada haul (acara tahunan) meninggalnya seseorang.

DALIL – ARGUMENTASI ‘AMALIYAH TAHLIL

Agar kita lebih mantab dalam mengamalkan, maka pada kesempatan kali ini, kami  mencoba mengetengahkan beberapa point tentang argumentasi (dalil hujjah) ‘amaliyah TAHLIL atau TAHLIL-AN ini. Semoga bisa membuka paradigma pemikiran kita serta menambah wawasan pengetahuan yang bermanfaat. Aamiin. 

[1] Dalil Al-Qur’an : Bisa kita simak bersama Firman Allah SWT dalam surat Al-Hasyr ayat 10

وَٱلَّذِينَ جَآءُو مِنۢ بَعْدِهِمْ يَقُولُونَ رَبَّنَا ٱغْفِرْ لَنَا وَلِإِخْوَٰنِنَا ٱلَّذِينَ سَبَقُونَا بِٱلْإِيمَٰنِ وَلَا تَجْعَلْ فِى قُلُوبِنَا غِلًّا لِّلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ رَبَّنَآ إِنَّكَ رَءُوفٌ رَّحِيمٌ

Artinya:” Dan orang-orang yang datang sesudah mereka (Muhajirin dan Anshor), mereka berdo’a :” Ya Tuhan kami, beri ampunlah kami dan saudar-saudar kami yang telah beriman lebih dahulu dari kami”.

Dalam ayat ini Allah SWT menyanjung orang-orang yang beriman karena mereka memohonkan ampun (istighfar) untuk orang-orang beriman sebelum mereka. Ini menunjukkan bahwa orang yang telah meninggal dapat manfaat dari istighfar orang yang masih hidup.

[2] Dalil Hadits : Dalam hadits banyak disebutkan do’a tentang shalat jenazah, do’a setelah mayyit dikubur dan do’a ziarah kubur. Diantaranya,

·         Diantara dalil tegas dalam masalah ini adalah hadis dari Aisyah radhiallahu ‘anha, bahwa ada seorang lelaki yang berkata kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,

إِنَّ أُمِّيَ افْتُلِتَتْ نَفْسَهَا وَلَمْ تُوصِ، وَأَظُنُّهَا لَوْ تَكَلَّمَتْ تَصَدَّقَتْ، أَفَلَهَا أَجْرٌ، إِنْ تَصَدَّقْتُ عَنْهَا؟ قَالَ: نَعَمْ تَصَدَّقْ عَنْهَا.

“Ibuku mati mendadak, sementara beliau belum berwasiat. Saya yakin, andaikan beliau sempat berbicara, beliau akan bersedekah. Apakah beliau akan mendapat aliran pahala, jika saya bersedekah atas nama beliau?” Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Ya. Bersedekahlah atas nama ibumu.” (HR. Bukhari 1388 dan Muslim 1004)

·         Dalam hadis yang lain, dari Ibnu Abbas radhiallahu ‘anhuma, bahwa ibunya Sa’d bin Ubadah meninggal dunia, ketika Sa’d tidak ada di rumah. Sa’d berkata,

يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّ أُمِّي تُوُفِّيَتْ وَأَنَا غَائِبٌ عَنْهَا، أَيَنْفَعُهَا شَيْءٌ إِنْ تَصَدَّقْتُ بِهِ عَنْهَا؟ قَالَ: نَعَمْ

“Wahai Rasulullah, ibuku meninggal dan ketika itu aku tidak hadir. Apakah dia mendapat aliran pahala jika aku bersedekah harta atas nama beliau?” Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Ya.” (HR. Bukhari 2756)[4]

·         Hadits selanjutnya,

و عن أنس أن النـبي صلى الله عليه و سلم سئل, فقال السائل : يا رسول الله, انا نتصدق عن موتانا و نحج عنهم و ندعو لهم, هل يصل ذلك اليهم؟. قال : نعم, انه ليصل اليهم و انهم ليفرحون به كما يفرح احدكم بالطبق اذا اهدي اليه..

Dari Anas bin Malik ra, bahwa Rasulullah SAW pernah ditanya oleh seseorang : “Sungguh, aku bersedekah atas nama mereka, berhaji atas nama mereka dan berdoa memohon kebaikan untuk mereka. Apakah pahala amal yang demikian itu sampai kepada mereka?”. Jawab beliau :

نَعَمْ, اَنَّهُ لَيَصِلُ اِلَيْهِمْ وَ اَنَّهُمْ لَيَفْرَحُوْنَ بِهِ كَمَا يَفْرَحُ اَحَدُكُمْ بِالطّبْقِ اِذَا اُهْدِيَ اِلَيْهِ

Artinya : “Ya, pahalanya tentu akan sampai kepada mereka dan mereka pun merasa gembira dengan kiriman tersebut, sebagaimana kegembiraan salah seorang diantara kalian sewaktu menerima hadiah sepiring makanan”.[5]

MANFAAT DAN TUJUAN BACAAN TAHLIL

  1. Ibadah dan Taqorrub Kepada Allah SWT
  2. Mendoakan kaum muslim yang telah meninggal dunia.
  3. Memperat kerukunan hidup antara tetangga. Dengan adanya tahlilan, masyarakat jadi berkumpul. Jadi mengenal satu sama lain. Tahu kabar masing-masing. Bisa bersilaturahmi di tempat shohibul bait.
  4. Kesempatan Ibadah lisaniyah : membaca Al-Qur’an dan berdzikir disela kepadatan aktivitas sehari-hari.
  5. Untuk yang belum lancar membaca Al Quran, dan tidak begitu menguasai cara mendoakan yang meninggal, mengadakan tahlilan sangat bermanfaat
  6. Dengan adanya tahlilan, kita punya alasan kuat untuk bersedekah. Menyenangkan warga sekitar juga merupakan ibadah.
  7. Memperluas jaringan persaudaraan (koneksi)
  8. Tahlilan sendiri/ barsama-sama, misalnya mengunjungi makam orang shaleh/ berjasa, membuka kesempatan bertemu orang baru, kenalan, tambah jaringan, dan tambah jalan rejeki.

 

Text Box: SEDEKAH TAHLIL ATAU TAHLILAN ADALAH ADAB DALAM BERDOA
AMAL KEBAIKAN berupa SEDEKAH (HADIAH) BACAAN seperti SEDEKAH (HADIAH) TAHLIL atau yang lebih dikenal dengan TAHLILAN adalah : “ADAB dalam BERDOA kepada Allah Ta’ala yang diawali BERTAWASSUL dengan AMAL KEBAIKAN yakni SEDEKAH (HADIAH) BACAAN berupa Tahlil, bacaan Al-Fatihah, Yasin, sebagian Al Baqarah, dan lain lain, SEBELUM DOA INTI dipanjatkan kepada Allah Ta’ala untuk ahli kubur, keluarga ahli kubur maupun kepentingan sendiri”.





Untuk mendapatkan teks "Susunan Tahlil Singkat"  versi word bisa diunduh di link : 
>>>>> Download <<<<<


SUSUNAN BACAAN TAHLIL SINGKAT

Berikut ini adalah susunan bacaan tahlil singkat. Pembacaan susunan tahlil ini biasanya dilakukan setelah menyelesaikan Surat Yasin. Susunan bacaan tahlil singkat ini yang lazim dibaca masyarakat pada pelbagai kesempatan :

1.       Pengantar Al-Fatihah. 

اِلَى حَضْرَةِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيهِ وَسَلَّمَ وَاَلِهِ وإِخْوَانِهِ مِنَ الأَنْبِيَاءِ وَالمُرْسَلِيْنَ وَالأَوْلِيَاءِ وَالشُّهَدَاءِ وَالصَّالِحِيْنَ وَالصَّحَابَةِ وَالتَّابِعِيْنَ وَالعُلَمَاءِ العَامِلِيْنَ وَالمُصَنِّفِيْنَ المُخْلِصِيْنَ وَجَمِيْعِ المَلَائِكَةِ المُقَرَّبِيْنَ، ثُمَّ اِلَى جَمِيْعِ أَهْلِ القُبُوْرِ مِنَ المُسْلِمِيْنَ وَالمُسْلِمَاتِ وَالمُؤْمِنِيْنَ وَالمُؤْمِنَاتِ مِنْ مَشَارِقِ الأَرْضِ إِلَى مَغَارِبِهَا بَرِّهَا وَبَحْرِهَا خُصُوْصًا إِلَى آبَائِنَا وَأُمَّهَاتِنَا وَأَجْدَادِنَا وَجَدَّاتِنَا وَمَشَايِخِنَا وَمَشَايِخِ مَشَايِخِنَا وَأَسَاتِذَتِنَا وَأَسَاتِذَةِ أَسَاتِذَتِنَا وَلِمَنْ أَحْسَنَ إِلَيْنَا وَلِمَنْ اجْتَمَعْنَا هَهُنَا بِسَبَبِهِ شَيْءٌ لِلهِ لَهُمُ الْفَاتِحَةُ

Artinya, “Untuk yang terhormat Nabi Muhammad SAW, segenap keluarga, dan saudaranya dari kalangan pada nabi, rasul, wali, syuhada, orang-orang saleh, sahabat, tabi'in, ulama al-amilin, ulama penulis yang ikhlas, semua malaikat Muqarrabin, kemudian semua ahli kubur Muslimin, Muslimat, Mukminin, Mukminat dari Timur ke Barat, baik di laut dan di darat, khususnya bapak kami, ibu kami, kakek kami, nenek kami, guru kami, pengajar dari guru kami, ustadz kami, pengajar ustadz kami, mereka yang telah berbuat baik kepada kami, dan bagi ahli kubur/arwah yang menjadi sebab kami berkumpul di sini. Bacaan Al-Fatihah ini kami tujukan kepada Allah dan pahalanya untuk mereka semua. Al-Fatihah…”  

2.       Membaca Al-Fatihah. 

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ. اَلْحَمْدُ لِلهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ. اَلرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ. مَالِكِ يَوْمِ الدِّيْنِ. اِيَّاكَ نَعْبُدُ وَاِيَّاكَ نَسْتَعِيْنُ. اِهْدِنَا الصِّرَاطَ الَّمُسْتَقِيْمَ. صِرَاطَ الَّذِ يْنَ اَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِ الْمَغْضُوْبِ عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّالِّيْنَ. اَمِينْ

Artinya, “Aku berlindung kepada Allah dari setan yang terlontar. Dengan menyebut nama Allah yang maha pengasih lagi maha penyayang. Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam. Yang maha pengasih lagi maha penyayang. Yang menguasai hari pembalasan. Hanya kepada-Mu kami menyembah. Hanya kepada-Mu pula kami memohon pertolongan. Tunjukkanlah kami ke jalan yang lurus, yaitu jalan orang-orang yang telah Kauanugerahi nikmat kepada mereka, bukan jalan mereka yang dimurkai dan bukan pula jalan mereka yang sesat. Semoga Kaukabulkan permohonan kami.”

3.   Membaca Surat Yaa-Siin (bila diperluan)

4.   Surat Al-Ikhlas (3 kali).

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ. قُلْ هُوَ اللهُ اَحَدٌ. اَللهُ الصَّمَدُ. لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُوْلَدْ. وَلَمْ يَكٌنْ لَهُ كُفُوًا اَحَدٌ

Artinya, “Dengan menyebut nama Allah yang maha pengasih lagi maha penyayang. Katakanlah, ‘Dialah yang maha esa. Allah adalah tuhan tempat bergantung oleh segala sesuatu. Dia tidak beranak dan tidak diperanakkan. Dan tidak ada seorangpun yang setara dengan-Nya.’” (3 kali).  

5.      Tahlil dan Takbir.   لاَ اِلَهَ اِلاَّ اللهُ وَاللهُ اَكْبَرُ  

Artinya, “Tiada tuhan yang layak disembah kecuali Allah. Allah maha besar.”  

6.       Surat Al-Falaq. 

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ. قُلْ اَعُوْذُ بِرَبِّ الْفَلَقِ. مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَ. وَمِنْ شَرِّ غَاسِقٍ اِذَا وَقَبَ. وَمِنْ شَرِّ النَّفَاثاتِ فِى الْعُقَدِ. وَمِنْ شَرِّ حَاسِدٍ اِذَا حَسَدَ

Artinya, “Dengan menyebut nama Allah yang maha pengasih lagi maha penyayang. Katakanlah, ‘Aku berlindung kepada tuhan yang menguasai waktu subuh dari kejahatan makhluk-Nya. Dari kejahatan malam apabila telah gelap gulita. Dan dari kejahatan wanita-wanita tukang sihir yang mengembus nafasnya pada buhul-buhul. Dan dari kejahatan orang-orang yang dengki apabila ia mendengki.’”  

7.       Tahlil dan Takbir.   لاَ اِلَهَ اِلاَّ اللهُ وَاللهُ اَكْبَرُ  

Artinya, “Tiada tuhan yang layak disembah kecuali Allah. Allah maha besar.”  

8.       Surat An-Nas.

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ. قُلْ اَعُوذُ بِرَبِّ النَّاسِ. مَلِكِ النَّاسِ. اِلَهِ النَّاسِ. مِنْ شَرِّ الْوَسْوَاسِ الْخَنَّاسِ. الَّذِى يُوَسْوِسُ فِى صُدُوْرِ النَّاسِ. مِنَ الْجِنَّةِ وَالنَّاسِ

Artinya, “Dengan menyebut nama Allah yang maha pengasih lagi maha penyayang. Katakanlah, ‘Aku berlindung kepada tuhan manusia, raja manusia. Sesembahan manusia, dari kejahatan bisikan setan yang biasa bersembunyi. Yang membisikkan kejahatan ke dalam dada manusia. Dari setan dan manusia.’” 

9.       Tahlil dan Takbir.   لاَ اِلَهَ اِلاَّ اللهُ وَاللهُ اَكْبَرُ   

Artinya, “Tiada tuhan yang layak disembah kecuali Allah. Allah maha besar.  

10.   Awal Surat Al-Baqarah. 

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ. المّ. ذَلِكَ الكِتابُ لاَرَيْبَ فِيْهِ هُدَى لِلْمُتَّقِيْنَ. الَّذِيْنَ يُؤْمِنُونَ بِالْغَيْبِ وَيُقِيْمُونَ الصَّلَاةَ وَمِمَّا رَزَقْنَاهُمْ يُنْفِقُونَ. وَالَّذِيْنَ يُؤْمِنُونَ بِمَا اُنْزِلَ اِلَيْكَ وَمَا اُنْزِلَ مِن قَبْلِكَ وَبِالْاَخِرَةِ هُمْ يُوقِنُونَ. اُولَئِكَ عَلَى هُدًى مِّن رَّبِّهِمْ، وَاُولَئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ .

Artinya, “Dengan menyebut nama Allah yang maha pengasih lagi maha penyayang. Alif lam mim. Demikian itu kitab ini tidak ada keraguan padanya. Sebagai petunjuk bagi mereka yang bertakwa. Yaitu mereka yang beriman kepada yang ghaib, yang mendirikan shalat, dan menafkahkan sebagian rezeki yang kami anugerahkan kepada mereka. Dan mereka yang beriman kepada kitab Al-Qur’an yang telah diturunkan kepadamu (Muhammad SAW) dan kitab-kitab yang telah diturunkan sebelumnya, serta mereka yakin akan adanya kehidupan akhirat. Mereka itulah yang tetap mendapat petunjuk dari tuhannya. Merekalah orang orang yang beruntung.”  

11.   Surat Al-Baqarah ayat 163.   وَاِلَهُكُمْ اِلَهٌ وَّاحِدٌ لاَ اِلَهَ اِلاَّ هُوَ الرَّحْمَنُ الرَّحِيمُ  

Artinya, “Dan Tuhan kalian adalah Tuhan yang maha esa. Tiada tuhan yang layak disembah kecuali Dia yang maha pengasih lagi maha penyayang.”  

12.   Ayat Kursi (Surat Al-Baqarah ayat 255)  

اللهُ لاَ اِلَهَ اِلاَّ هُوَ الْحَىُّ الْقَيُّومُ، لاَ تَاْ خُذُهُ سِنَةٌ وَلاَ نَوْمٌ، لَّهُ مَا فِى السَّمَوَاتِ وَمَا فِى الْاَرْضِ، مَنْ ذَا الَّذِى يَشْفَعُ عِنْدَهُ اِلاَّ بِاِذْنِهِ، يَعْلَمُ مَا بَينَ اَيْدِيْهِمِ وَمَا خَلْفَهُمْ، وَلاَ يُحْيِطُونَ بِشَيْءٍ مِّنْ عِلْمِهِ اِلاَّ بِمَا شَاءَ، وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمَوَاتِ وَالْاَرْضَ، وَلاَ يَئُودُهُ حِفْظُهُمُا، وَهُوَ الْعَلِىُّ الْعَظِيْمُ

Artinya, “Allah, tiada yang layak disembah kecuali Dia yang hidup kekal lagi berdiri sendiri. Tidak mengantuk dan tidak tidur. Milik-Nya apa yang ada di langit dan di bumi. Tiada yang dapat memberikan syafa’at di sisi-Nya kecuali dengan izin-Nya. Dia mengetahui apa yang ada di hadapan dan di belakang mereka. Mereka tidak mengetahui sesuatu dari ilmu-Nya kecuali apa yang dikehendaki-Nya. Kursi Allah meliputi langit dan bumi. Dia tidak merasa berat menjaga keduanya. Dia maha tinggi lagi maha agung.”  

13.   Istighfar (3 kali).   اَسْتَغْفِرُاللهَ الْعَظِيْمَ *3    

Artinya, “Saya mohon ampun kepada Allah yang maha agung.” (3 kali). (Allah) yang tiada tuhan selain Dia yang maha hidup, lagi terjaga. Aku bertobat kepada-Nya.”  

14.   Hadits Keutamaan TAHLIL.

اَفْضَلُ الذِّكْرِ فَاعْلَمْ اَنَّهُ : لَااِلَهَ اِلَّا اللهُ...، حَيٌّ مَوْجُوْدٌ - لَااِلَهَ اِلَّا اللهُ...، حَيٌّ مَعْبُوْدٌ

لَااِلَهَ اِلَّا اللهُ...، حَىٌّ بَاقٍ الَّذِيْ لَا يَمُوْتُ

Artinya, “Sebaik-baik zikir–ketahuilah–adalah lafal ‘La ilāha illallāh, tiada tuhan selain Allah, zat yang hidup dan ujud.”. “Tiada tuhan selain Allah, zat yang hidup dan disembah.”. “Tiada tuhan selain Allah, zat kekal yang takkan mati.”  

15.   TAHLIL :   لَااِلَهَ اِلَّا اللهُ Artinya, “Tiada tuhan selain Allah.” (33 kali).  

16.    Dua Kalimat Syahadat.   لَا اِلَهَ اِلَّا اللهُ مُحَمَّدٌ رَّسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ   

Artinya, “Tiada tuhan selain Allah. Nabi Muhammad SAW utusan-Nya.”  

17.   Shalawat Nabi. 

اَلَّلهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، يَا رَبِّ صَلِّ عَلَيْهِ وَسَلِّمْ  اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، اَلَّلهُمَّ صَلِّ عَلَيْهِ وَسَلِّمْ

Artinya, “Ya Allah, limpahkan shalawat untuk Sayyidina Nabi Muhammad SAW. Ya Allah, limpahkan shalawat dan salam untuknya (Nabi Muhammad SAW).“Ya Allah, limpahkan shalawat untuknya (Nabi Muhammad SAW). Tuhanku, limpahkan shalawat dan salam untuknya (Nabi Muhammad SAW).”  

18.   Tasbih.   سُبْحَانَ اللهِ وَبِحَمْدِهِ ، سُبْحَانَ اللهِ الْعَظِيْمِ

Artinya, “Maha suci Allah dan dengan memuji-Nya. Maha suci Allah dan dengan memuji-Nya. (10 kali). Maha suci Allah dan dengan memuji-Nya. Maha suci Allah yang maha agung dan dengan memuji-Nya.  

19.   Shalawat Nabi.   اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى حَبِيْبِكَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلِّمْ *3 اَجْمَعِيْنَ  

Artinya, “Ya Allah, tambahkanlah rahmat dan kesejahteraan untuk kekasih-Mu, yaitu pemimpin kami, Nabi Muhammad, keluarga, dan para sahabatnya semua. (3 kali). Al-Fatihah.”  

20.   Surat Al-Ahzab ayat 56.  

اِنَّ اللهَ وَمَلاَئِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ، يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيْمًا

Artinya, “Sungguh Allah dan para malaikat-Nya bershalawat untuk nabi. Wahai orang-orang yang beriman, bacalah shalawat untuknya dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya.”  

21.   Surat Al-Fatihah.  

اَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ. بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ. اَلْحَمْدُ لِلهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ. اَلرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ. مَالِكِ يَوْمِ الدِّيْنِ. اِيَّاكَ نَعْبُدُ وَاِيَّاكَ نَسْتَعِيْنُ. اِهْدِنَا الصِّرَاطَ الَّمُسْتَقِيْمَ. صِرَاطَ الَّذِ يْنَ اَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِ الْمَغْضُوْبِ عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّالِّيْنَ. اَمِينْ

Artinya, “Aku berlindung kepada Allah dari setan yang terlontar. Dengan menyebut nama Allah yang maha pengasih lagi maha penyayang. Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam. Yang maha pengasih lagi maha penyayang. Yang menguasai hari pembalasan. Hanya kepada-Mu kami menyembah. Hanya kepada-Mu pula kami memohon pertolongan. Tunjukkanlah kami ke jalan yang lurus, yaitu jalan orang-orang yang telah Kauanugerahi nikmat kepada mereka, bukan jalan mereka yang dimurkai dan bukan pula jalan mereka yang sesat. Semoga Kaukabulkan permohonan kami.” 

 

DOA TAHLIL/ DOA ARWAH

Doa Tahlil atau Doa Arwah Doa tahlil atau doa arwah ini berisi permohonan agar Allah menerima semua bacaan Al-Qur’an dan zikir tahlil sebagai tambahan amal kebaikan bagi arwah yang didoakan. Doa ini juga terdiri atas permohonan ampunan dan rahmat-Nya untuk diri ahli waris, untuk arwah ahli kubur, dan kaum muslimin pada umumnya yang didoakan. Adapun doanya sbb :

اَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ. بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنْ الرَّحِيْمِ. الْحَمْدُ لِلهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ حَمْدَ الشَّاكِرِيْنَ حَمْدَ النَّاعِمِيْنَ حَمْدًا يُّوَافِى نِعَمَهُ وَيُكَافِىءُ مَزِيْدَهُ، يَا رَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ كَمَا يَنْبَغِيْ لِجَلَالِ وَجْهِكَ وَعَظِيْمِ سُلْطَانِكَ. سُبْحَانَكَ لَا نُحْصِى ثَنَاءً عَلَيْكَ أَنْتَ كَمَا أَثْنَيْتَ عَلَى نَفْسِكَ، فَلَكَ الحَمْدُ قَبْلَ الرِّضَى وَلَكَ الحَمْدُ بَعْدَ الرِّضَى وَلَكَ الحَمْدُ إِذَا رَضِيْتَ عَنَّا دَائِمًا أَبَدًا

Artinya, “Aku berlindung kepada Allah dari setan yang dilontar. Dengan nama Allah yang maha pengasih, lagi maha penyayang. Segala puji bagi Allah, Tuhan seru sekalian alam sebagai pujian orang yang bersyukur, pujian orang yang memperoleh nikmat sama memuji, pujian yang memadai nikmat-Nya, dan pujian yang memungkinkan tambahannya. Tuhan kami, hanya bagi-Mu segala puji sebagaimana pujian yang layak bagi kemuliaan dan keagungan kekuasaan-Mu.”

اللَّهُمَّ صَلِّ علَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ

Artinya, “Ya Allah, tambahkanlah rahmat untuk pemimpin kami, yaitu Nabi Muhammad SAW dan untuk keluarganya.”

اللَّهُمَّ كَمَا خَصَّصْتَنَا بِكِتَابِكَ الكَرِيْمِ وَهَدَيْتَنَا إِلَى صِرَاطِكَ المُسْتَقِيْمِ، أَصْلِحْ بِهِ مِنَّا جَمِيْعَ مَا فَسَدَ وَطَهِّرْ بِهِ مِنَّا مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ

Artinya, “Ya Allah, sebagaimana Kaumuliakan kami dengan Kitab suci-Mu yang mulia dan Kautunjuki kami ke jalan yang lurus, maka berikanlah kemaslahatan untuk kami sebagai pengganti mafsadat dan sucikan kami dari kotoran yang tampak dan tersembunyi.”

اللَّهُمَّ اشْرَحْ بِالقُرْآنِ صُدُوْرَنَا وَيَسِّرْ بِهِ أُمُوْرَنَا وَعَظِّمْ بِهِ أُجُوْرَنَا وَحَسِّنْ بِهِ أَخْلَاقَنَا وَوَسِّعْ بِهِ أَرْزَاقَنَا وَنَوِّرْ بِهِ قُبُوْرَنَا

Artinya, “Ya Allah, dengan Al-Qur’an lapangkanlah hati kami, mudahkan urusan kami, lipatgandakanlah pahala kami, perbaiki akhlak kami, luaskan rezeki kami, dan terangilah kubur kami.”

اللَّهُمَّ اجْعَلْ وَاَوْصِلْ وَتَقَبَّلْ ثَوَاَبَ مَا قَرَأْنَاهُ مِنْ الْقُرْاَنِ الْعَظِيْمِ وَمَا هَلَلْنَا وَمَا سَبَّحْنَا وَمَا اسْتَغْفَرْنَا وَمَا صَلَّيْنَا عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ هَدِيَّةً مِنَّا وَاصِلَةً وَرَحْمَةً نَازِلَةً وَبَرَكَةً شَامِلَةً اِلَى حَضْرَةِ حَبِيْبِنَا وَشَفِيْعِنَا وَقُرَّةِ اَعْيُنِنَا سَيِّدِنَا وَمَوْلَانَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ   وَاِلَى حَضَرَاتِ جَمِيْعِ إِخْوَانِهِ مِنَ الْأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِيْنَ وَالْأَوْلِيَاءِ وَالشُّهَدَاءِ وَالصَّالِحِيْنَ وَالصَّحَابَةِ وَالتَّابِعِيْنَ وَالْعُلَمَاءِ الْعَامِلِيْنَ وَالْمُصَنِّفِيْنَ الْمُخْلِصِيْنَ وَجَمِيْعِ الْمُجَاهِدِيْنَ فِي سَبِيْلِ اللهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ وَالْمَلَائِكَةِ الْمُقَرَّبِيْنَ وَنَخَصُّ خَصُوْصًا إِلَى...(  فلان/فلانة )، وأهل هذا البيت، وأقرباؤهم  

Artinya, “Ya Allah, jadikan, sampaikanlah, dan terimalah pahala bacaan Al-Quran kami, bacaan tahlil, bacaan tasbih, istighfar, dan bacaan shalawat kami sebagai hadiah yang bersambung dari kami, rahmat yang turun, dan keberkahan yang merata untuk kekasih kami, pemberi syafaat kami, kesenangan kami, pemimpin serta tuan kami, penolong kami, kesenangan kami, yaitu Nabi Muhammad SAW, seluruh nabi dan rasul, para wali, syuhada, orang saleh, para sahabat, tabi’in, ulama yang mengamalkan ilmunya, ulama penulis yang ikhlas, seluruh mujahid di jalan Allah, dan para malaikat muqarrabin. Sampaikanlah pahala semua yang kami baca khususnya untuk (sebutkan nama-nama orang yang didoakan) almarhum/almarhumah yang dimaksud, keluarganya seisi rumah, dan kerabatnya.”

اللَّهُمَّ أَنْزِلْ فِيْ قَبْرِهِ الرَّحْمَةَ وَالضِّيَاءَ وَالنُّوْرَ، وَالبَهْجَةَ وَالرَوْحَ وَالرَيْحَانَ وَالسُّرُوْرَ، مِنْ يَوْمِنَا هَذَا إِلَى يَوْمِ البَعْثِ وَالنُّشُوْرِ، إِنَّكَ مَلِكٌ رَبٌّ غَفُوْرٌ.

Artinya, “Ya Allah, turunkanlah di kuburnya (almarhum fulan) rahmat, sinar, cahaya, kegembiraan, kesenangan, keharuman, dan kebahagiaan sejak hari ini hingga hari kebangunan dan kebangkitan. Sungguh, Kau penguasa, tuhan yang maha pengampun.” 

اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لَهُمْ وَارْحَمْهُمْ وَعَافِهِمْ وَاعْفُ عَنْهُمْ. اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لَهُنَّ وَارْحَمْهُنَّ وَعَافِهِنَّ وَاعْفُ عَنْهُنَّ. اللَّهُمَّ اَنْزِلِ الرَّحْمَةَ وَالْمَغْفِرَةَ عَلَى أَهْلِ الْقُبُوْرِ مِنْ أَهْلِ لَاالَهَ اِلَّا اللهُ مُحَمَّدٌ رَّسُوْلُ اللهِ. اَللَّهُمَّ اجْعَلْ قُبُوْرَهُمْ وَقُبُوْرَهُنَّ رَوْضَةً مِنْ رِيَاضِ الجِنَانِ، وَلَا تَجْعَلْ قُبُوْرَهُمْ وَقُبُوْرَهُنَّ حُفْرَةً مِنْ حُفَرِ النِّيْرَانِ.

Artinya, “Ya Allah, berikanlah ampunan, kasih sayang, afiat, dan maaf untuk mereka (laki-laki). Ya Allah, berikanlah ampunan, kasih sayang, afiat, dan maaf untuk mereka (perempuan). Ya Allah, turunkanlah rahmat dan ampunan bagi ahli kubur penganut dua kalimat syahadat, lā ilāha illallāh, Muhammadur rasūlullāh.”  “Ya Allah, jadikanlah kubur mereka baik muslimin maupun muslimat sebagai taman surga. Jangan jadikan kubur mereka sebagai lubang neraka.” 

اللَّهُمَّ يَا مُيَسِّرَ كُلِّ عَسِيْرٍ، وَيَا جَابِرَ كُلِّ كَسِيْرٍ، وَيَا صَاحِبَ كُلِّ فَرِيْدٍ، وَيَا مُغْنِيَ كُلِّ فَقِيْرٍ، وَيَا مُقْوِيَ كُلِّ ضَعِيْفٍ، وَيَا مَأْمَنَ كُلِّ مَخِيْفٍ، يَسِّرْ عَلَيْنَا كُلَّ عَسِيْرٍ، فَتَيْسِيْرُ العَسِيْرِ عَلَيْكَ يَسِيْرٌ، اللَّهُمَّ يَا مَنْ لَا يَحْتَاجُ إِلَى البَيَانِ وَالتَّفْسِيْرِ، حَاجَاتُنَا إِلَيْكَ كَثِيْرٌ، وَأَنْتَ عَالِمٌ بِهَا وَبَصِيْرٌ.

 Artinya, “Tuhan kami, wahai Zat yang memudahkan mereka yang kesulitan, wahai Zat yang menggenapkan mereka yang patah hati, wahai Zat yang menemani mereka yang dalam kesendirian, wahai Zat yang mencukupi mereka yang fakir, wahai Zat yang menguatkan mereka yang daif, wahai Zat tempat aman dari segala ketakutan, mudahkanlah segala kendala yang menyulitkan kami. Sedangkan ‘upaya’ pembalikan yang sulit menjadi mudah bagi-Mu adalah sesuatu yang mudah. Tuhan kami, wahai Zat yang tidak memerlukan penjelasan dan tafsir, hajat kami kepada-Mu begitu banyak. Sedangkan Kau maha tahu dan maha lihat atas itu.” 

رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا ذُنُوْبَنَا وَلِوَالِدِيْنَا وَارْحَمْهُمْ كَمَا رَبَّوْنَا صِغَارًا وَلِجَمِيْعِ الْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ الأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالأَمْوَاتِ مِنْ مَشَارِقِ الْاَرْضِ إِلَى مَغَارِبِهَا بَرِّهَا وَبَحْرِهَا، خُصُوْصًا إِلَى آبَاءِنَا وَاُمَّهَاتِنَا وَأَجْدَادِنَا وَجَدَّاتِنَا وَأَسَاتِذَتِنَا وَمُعَلِّمِيْنَا وَلِمَنْ أَحْسَنَ إِلَيْنَا وَلِأَصْحَابِ الحُقُوْقِ عَلَيْنَا

 Artinya, “Ya Allah, ampunilah mukminin, mukminat, muslimin, muslimat, yang masih hidup, yang telah wafat, yang tersebar dari timur hingga barat, di darat dan di laut, khususnya bapak, ibu, kakek, nenek, ustadz, guru, mereka yang telah berbuat baik terhadap kami, dan mereka yang masih memiliki hak terhadap kami.”

رَبَّنَا يَا اللهُ اسْتَجِبْ دُعَاءَنَا مِنْ كُلِّ حَاجَاتِنَا. رَبَّنَا آتِنَا فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً، وَفِى الْآخِرَةِ حَسَنَةً، وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ، سًبْحَانَ رَبَّكَ رَبِّ الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُوْنَ، وَسَلَامٌ عَلَى الْمُرْسَلِيْنَ، وَالْحَمْدُ لِلهِ رَبِّ الْعَلَمِيْنَ. اَلْفَاتِحَةْ

 Artinya, “Tuhan kami, ya Allah, penuhilah doa kami terkait hajat kami. Tuhan kami, berikanlah kami kebaikan di dunia, dan kebaikan di akhirat. Maha suci Tuhanmu, Tuhan pemilik kemuliaan dari segala yang mereka gambarkan. Semoga kesejahteraan melimpah untuk para rasul. Segala puji bagi Allah, Tuhan sekalian alam.

(baca Surat Al-Fatihah)

اَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ. بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ. اَلْحَمْدُ لِلهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ. اَلرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ. مَالِكِ يَوْمِ الدِّيْنِ. اِيَّاكَ نَعْبُدُ وَاِيَّاكَ نَسْتَعِيْنُ. اِهْدِنَا الصِّرَاطَ الَّمُسْتَقِيْمَ. صِرَاطَ الَّذِ يْنَ اَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِ الْمَغْضُوْبِ عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّالِّيْنَ. اَمِينْ

Artinya, “Aku berlindung kepada Allah dari setan yang terlontar. Dengan menyebut nama Allah yang maha pengasih lagi maha penyayang. Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam. Yang maha pengasih lagi maha penyayang. Yang menguasai hari pembalasan. Hanya kepada-Mu kami menyembah. Hanya kepada-Mu pula kami memohon pertolongan. Tunjukkanlah kami ke jalan yang lurus, yaitu jalan orang-orang yang telah Kauanugerahi nikmat kepada mereka, bukan jalan mereka yang dimurkai dan bukan pula jalan mereka yang sesat. Semoga Kaukabulkan permohonan kami (Amin).”

 

DOA PENDEK -Doa pendek ini dibaca setelah membaca Surat Al-Fatihah. Doa pendek ini merupakan penutup Surat Yasin, susunan zikir dan tahlil singkat, dan doa arwah.

وَاعْفُ عَنَّا يَا كَرِيْمُ *2  بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ ارْحَمْنَا. اَللَّهُمَّ بِحَقِّ الفَاتِحَةِ وَبِسِرِّ الفَاتِحَةِ وَبِكَرَامَةِ الفَاتِحَةِ، يَا فَارِجَ الهَمِّ يَا كَاشِفَ الغَمِّ يَا مَنْ لِعَبْدِهِ يَغْفِرُ وَيَرْحَمُ، اَللَّهُمَّ اغْفِرْ ذُنُوْبَنَا وَاسْتُرْ عُيُوْبَنَا وَفَرِّجْ هُمُوْمَنَا وَاكْشِفْ غُمُوْمَنَا وَأَصْلِحْ ذَاتَ بَيْنِنَا، دَعْوَاهُمْ فِيْهَا سُبْحَانَكَ اَللَّهُمَّ وَتَحِيَّتُهُمْ فِيْهَا سَلَامٌ، وَآخِرُ دَعْوَاهُمْ أَنِ الْحَمْدُ لِلهِ رَبِّ الْعَلَمِيْنَ

Artinya, “Maafkanlah kami wahai Tuhan yang pemurah (2 kali). Dengan kasih sayang-Mu wahai zat yang paling pengasih, kasihanilah kami. Ya Allah, berkat hakikat, rahasia, dan kemuliaan Surat Al-Fatihah, wahai Tuhan pemberi jalan dari kebingungan, pembuka jalan dari kebimbangan, wahai Tuhan yang pengampun dan penyayang hamba-Nya, ya Allah ampunilah dosa kami, tutuplah aib kami, berikan jalan atas kebingungan kami, bukakanlah jalan atas kebimbangan kami, dan damaikanlah perseteruan di antara kami. ‘Doa mereka (ahli surga) di dalamnya adalah ‘Maha suci Engkau ya Allah.’ Penghormatan mereka di dalamnya adalah salam. Akhir doa mereka adalah ‘Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam.’”  

Susunan bacaan zikir, tahlil singkat, dan doa arwah/ doa pendek ini diharapkan dapat memudahkan bagi para pembaca sekalian sebagai pemandu pembacaan tahlil atau sekadar pengingat bila susunan zikir tahlil diperlukan. Semoga Allah menerima bacaan zikir dan tahlil kita, serta menyampaikan pahalanya untuk ahli kubur yang dituju/ arwah yang didoakan. Wallahu a‘lam.

 

Sumber :

  1. Al-Quran Al-Kariim (Kementrian Agama RI)
  2. Kitab Hadits : Mukhtashor Jami’us Shohih Bukhari Muslim (Asy-Syaikhoni Husain – Salim Bahreisy)
  3. Kitab Hujjatu Ahlus-Sunnah Wal Jama’ah (KH. Ali maksum – Krapyak Yogyakarta)
  4. Buku Sejarah Tahlil (KH. Muhammad Danial Royyan – PWNU Kendal)
  5. Buku Tradisi Orang NU (KH. Munawwir Abdul Fatah – Krapyak Yogyakarta)
  6. https://islam.nu.or.id/ubudiyah/surat-yasin-susunan-tahlil-singkat-dan-doa-arwah-FqS12
  7. https://www.alkhoirot.net/2012/01/bacaan-tahlil.html

***Penyaji : ingsun_sholihin


[1] Kitab Hujjatu Ahlis Sunnah Wal Jama’ah (Karya KH Ali Maksum – Krapyak Yogyakarta)

[2] Tradisi bacaan tahlil memang tidak terdapat pada zaman Rasulullah SAW dan juga tidak terdapat pada zaman para sahabat. Namun, tradisi tahlil mulai ada sejak zaman ulama muta’akhirin sekitar abad 11 H yang mereka lakukan berdasarkan istimbath dari Al-Qur’an dan Hadits Nabi SAW. Lalu mereka menyusun rangkaian bacaan tahlil, mengamalkannya secara rutin, dan mengajarkannya kepada kaum muslimin. Sebagian berpendapat bahwa yang pertama menyusun tahlil adalah Sayyid Ja’far Al-Barzanji. Sementara yang lainnya berpendapat bahwa yang menyusun tahlil pertama kali adalah Sayyid Abdullah bin Alwi Al-Haddad. Pendapat yang dianggap paling kuat adalah pendapat yang mengatakan Imam Sayyid Abdullah bin Alwi Al-Haddad sebagai penyusun tahlil yang pertama kali, ini didasari oleh argumentasi yang mengatakan bahwa Imam Al-Haddad wafat pada tahun 1132 H lebih dulu dari wafatnya Imam Sayyid Ja’far Al Barzanji yang meninggal pada tahun 1177 H. (“Sejarah Tahlil” karya KH. Muhammad Danial Royyan ketua tanfidziyah PCNU Kendal periode 2012-2017 )

[3] Tradisi Orang-orang NU, 2008: 276) (KH. Munawwir Abdul Fatah – Krapyak Yogyakarta)

[4] Hadis-hadis di atas menjadi dalil bahwa pahala sedekah atas nama mayit bisa sampai kepada mayit. Bahkan kata Imam Nawawi bahwa pahala sedekah dan sejenisnya ini bisa sampai kepada mayit dengan sepakat ulama. (Syarh Shahih Muslim, 7:90)

[5] KH Ali Maksum mengutip hadis ini dari Fatawa Hasanain Makhluf I/52. Tapi hadis ini juga dikutip oleh Syaikh Badruddin al-Aini dalam Umdat al-Qari Syarah Sahih al-Bukhari XIII/154 dengan sanad yang bersambung (muttashil), yaitu dari riwayat Ibnu Makula dari Ibrahim Ibnu Hibban dari Anas bin Malik