Selasa, 14 Desember 2021

SAJIAN AMALIYAH

 

‘AMALIYAH KALIMAH THOYIBAH DZIKIR TAHLIL



Perlu kita ketahui bersama, bahwa masalah TAHLIL atau TAHLIL-AN ini merupakan bahasan menarik yang sejak dahulu (zaman tabi’in/ tabiut tabi’in) hingga sekarang masih bergulir. Ada pihak yang membolehkan (menghukumi mubah), ada pula yang menghukumi sunnah karena berdasar beberapa atsar dan riwayat hadits, ada juga yang menghukumi makruh sampai dengan harom. Salah satu Alim Ulama asal Lasem yang tinggal menetap di Yogyakarta, beliau Al-Mukarrom Al-Maghfurlah – Allahu Yarham - KH. Ali Maksum (Krapyak Yogyakarta) mengatakan :

و هو ( جواز هبة ثواب القراءة و الصدقة للميت و وصول ثواب القراءة و أعمال البر للميت ) من مسائل الفروع الخلافية. فلا يجوز بشأنه إثارة الفتن و الجدال و الإنكار على القائل و العامل به و لا على المخالف, و لا ينبغي ان يقع بينهما ما لا ينبغي و قوعه بين أخوين مسلمين. و لئن كان للمانع مستند, فإن لغيره مستندا كذلك. فقد قال ابن تيمية : إن الميت ينتفع بقراة القرآن, كما ينتفع بالعبادة المالية من الصدقة و نحوها. .

“TAHLIL-AN atau Menghadiahkan pahala bacaan, shodaqah dan amal sholeh merupakan salah satu dari sekian furu’ khilafiyah yang seharusnya tidak mendorong terjadinya fitnah, pertengkaran, perdebatan dan sikap antipati kepada orang yang melakukannya dan yang menentangnya. Kedua belah pihak yang saling berbeda pendapat sebaiknya tidak melakukan hal-hal yang tidak pantas dilakukan oleh sesama saudara muslimnya. Karena masing-masing pihak tentu memiliki alasan dan argumentasi sendiri yang membenarkan amaliahnya. KH Ali Maksum mengutip pendapat Syaikul Islam Ibnu Taimiyah mengatakan : “Mayit dapat mengambil manfaat dari pahala bacaan ayat Al-Qur`an orang lain yang dihadiahkan kepadanya, sebagaimana ia juga dapat mengambil manfaat dari pahala ibadah maliyah seperti shadaqah dan sejenisnya.”[1]

DEFINISI : APA ITU TAHLIL[2] ?

Tahlil secara etimologis (pengertian bahasa) adalah membaca lafadz la ilaha ill-Allah (لاإله إلا الله). Dalam istilah sosio-kultural di Indonesia, tahlil adalah suatu acara seremoni sosial keagamaan untuk memperingati dan sekaligus mendoakan orang yang meninggal. Disebut acara sosial-budaya karena tahlil hanya dikenal dan dilakukan oleh sebagian umat Islam Indonesia. Disebut acara keagamaan karena sebagian besar bacaan-bacaan dalam tahlil diambil dari Al Quran dan Al Hadits.

Menurut KH. Munawir Abdul Fattah dalam bukunya yang berjudul “Tradisi Orang-Orang NU”, bahwa Tahlil berasal dari kata : hallala, yuhallilu, tahlilan, artinya membaca kalimat Laa Ilaaha Illallahu. Bahwa setiap pertemuan yang didalamnya dibaca kalimat itu secara bersama-sama disebut Majelis Tahlil. Majelis tahlil di masyarakat Indonesia sangat variatif, dapat diselenggarakan kapan dan dimana saja, bisa pagi, siang, sore atau malam. Bisa di masjid, musholla, rumah, atau lapangan[3]

Dari keterangan diatas, bahwa tahlilan adalah salah suatu sarana taqorrub illalla (mendekatkan diri kepada Allah) baik dilakukan sendiri atau bersama- sama untuk melakukan dzikir (mengingat) kepada Allah dengan membaca kalimat thayyibah seperti Laa ilaaha illallah,kemudian membaca sholawat kepada Nabi Muhammad, ayat-ayat Al-Qur‟an dan do‟a yang diharapkan memiliki pengaruh dalam meningkatkan nilai- nilai, kebiasaan baik di masyarakat dan lain-lain dalam menjalani kehidupan.

Dalam keterangan lain, tahlil atau tahlil-an adalah acara dzikiran biasanya disertai dengan Yasinan (baca Surat Yasin) yang dilakukan di sebagian besar masyarakat Indonesia yang berafiliasi ke NU (Nahdlatul Ulama). Acara tahlil umumnya dilakukan pada setiap hari Jum'at. Apabila ada seseorang yang meninggal, maka tahlil dilakukan pada (a) 7 (tujuh) hari berturut-turut setelah hari pertama kematian; (b) hari ke-40; (c) hari ke-100 dan (d) hari ke-1000 (seribu) atau pada haul (acara tahunan) meninggalnya seseorang.

DALIL – ARGUMENTASI ‘AMALIYAH TAHLIL

Agar kita lebih mantab dalam mengamalkan, maka pada kesempatan kali ini, kami  mencoba mengetengahkan beberapa point tentang argumentasi (dalil hujjah) ‘amaliyah TAHLIL atau TAHLIL-AN ini. Semoga bisa membuka paradigma pemikiran kita serta menambah wawasan pengetahuan yang bermanfaat. Aamiin. 

[1] Dalil Al-Qur’an : Bisa kita simak bersama Firman Allah SWT dalam surat Al-Hasyr ayat 10

وَٱلَّذِينَ جَآءُو مِنۢ بَعْدِهِمْ يَقُولُونَ رَبَّنَا ٱغْفِرْ لَنَا وَلِإِخْوَٰنِنَا ٱلَّذِينَ سَبَقُونَا بِٱلْإِيمَٰنِ وَلَا تَجْعَلْ فِى قُلُوبِنَا غِلًّا لِّلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ رَبَّنَآ إِنَّكَ رَءُوفٌ رَّحِيمٌ

Artinya:” Dan orang-orang yang datang sesudah mereka (Muhajirin dan Anshor), mereka berdo’a :” Ya Tuhan kami, beri ampunlah kami dan saudar-saudar kami yang telah beriman lebih dahulu dari kami”.

Dalam ayat ini Allah SWT menyanjung orang-orang yang beriman karena mereka memohonkan ampun (istighfar) untuk orang-orang beriman sebelum mereka. Ini menunjukkan bahwa orang yang telah meninggal dapat manfaat dari istighfar orang yang masih hidup.

[2] Dalil Hadits : Dalam hadits banyak disebutkan do’a tentang shalat jenazah, do’a setelah mayyit dikubur dan do’a ziarah kubur. Diantaranya,

·         Diantara dalil tegas dalam masalah ini adalah hadis dari Aisyah radhiallahu ‘anha, bahwa ada seorang lelaki yang berkata kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,

إِنَّ أُمِّيَ افْتُلِتَتْ نَفْسَهَا وَلَمْ تُوصِ، وَأَظُنُّهَا لَوْ تَكَلَّمَتْ تَصَدَّقَتْ، أَفَلَهَا أَجْرٌ، إِنْ تَصَدَّقْتُ عَنْهَا؟ قَالَ: نَعَمْ تَصَدَّقْ عَنْهَا.

“Ibuku mati mendadak, sementara beliau belum berwasiat. Saya yakin, andaikan beliau sempat berbicara, beliau akan bersedekah. Apakah beliau akan mendapat aliran pahala, jika saya bersedekah atas nama beliau?” Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Ya. Bersedekahlah atas nama ibumu.” (HR. Bukhari 1388 dan Muslim 1004)

·         Dalam hadis yang lain, dari Ibnu Abbas radhiallahu ‘anhuma, bahwa ibunya Sa’d bin Ubadah meninggal dunia, ketika Sa’d tidak ada di rumah. Sa’d berkata,

يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّ أُمِّي تُوُفِّيَتْ وَأَنَا غَائِبٌ عَنْهَا، أَيَنْفَعُهَا شَيْءٌ إِنْ تَصَدَّقْتُ بِهِ عَنْهَا؟ قَالَ: نَعَمْ

“Wahai Rasulullah, ibuku meninggal dan ketika itu aku tidak hadir. Apakah dia mendapat aliran pahala jika aku bersedekah harta atas nama beliau?” Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Ya.” (HR. Bukhari 2756)[4]

·         Hadits selanjutnya,

و عن أنس أن النـبي صلى الله عليه و سلم سئل, فقال السائل : يا رسول الله, انا نتصدق عن موتانا و نحج عنهم و ندعو لهم, هل يصل ذلك اليهم؟. قال : نعم, انه ليصل اليهم و انهم ليفرحون به كما يفرح احدكم بالطبق اذا اهدي اليه..

Dari Anas bin Malik ra, bahwa Rasulullah SAW pernah ditanya oleh seseorang : “Sungguh, aku bersedekah atas nama mereka, berhaji atas nama mereka dan berdoa memohon kebaikan untuk mereka. Apakah pahala amal yang demikian itu sampai kepada mereka?”. Jawab beliau :

نَعَمْ, اَنَّهُ لَيَصِلُ اِلَيْهِمْ وَ اَنَّهُمْ لَيَفْرَحُوْنَ بِهِ كَمَا يَفْرَحُ اَحَدُكُمْ بِالطّبْقِ اِذَا اُهْدِيَ اِلَيْهِ

Artinya : “Ya, pahalanya tentu akan sampai kepada mereka dan mereka pun merasa gembira dengan kiriman tersebut, sebagaimana kegembiraan salah seorang diantara kalian sewaktu menerima hadiah sepiring makanan”.[5]

MANFAAT DAN TUJUAN BACAAN TAHLIL

  1. Ibadah dan Taqorrub Kepada Allah SWT
  2. Mendoakan kaum muslim yang telah meninggal dunia.
  3. Memperat kerukunan hidup antara tetangga. Dengan adanya tahlilan, masyarakat jadi berkumpul. Jadi mengenal satu sama lain. Tahu kabar masing-masing. Bisa bersilaturahmi di tempat shohibul bait.
  4. Kesempatan Ibadah lisaniyah : membaca Al-Qur’an dan berdzikir disela kepadatan aktivitas sehari-hari.
  5. Untuk yang belum lancar membaca Al Quran, dan tidak begitu menguasai cara mendoakan yang meninggal, mengadakan tahlilan sangat bermanfaat
  6. Dengan adanya tahlilan, kita punya alasan kuat untuk bersedekah. Menyenangkan warga sekitar juga merupakan ibadah.
  7. Memperluas jaringan persaudaraan (koneksi)
  8. Tahlilan sendiri/ barsama-sama, misalnya mengunjungi makam orang shaleh/ berjasa, membuka kesempatan bertemu orang baru, kenalan, tambah jaringan, dan tambah jalan rejeki.

 

Text Box: SEDEKAH TAHLIL ATAU TAHLILAN ADALAH ADAB DALAM BERDOA
AMAL KEBAIKAN berupa SEDEKAH (HADIAH) BACAAN seperti SEDEKAH (HADIAH) TAHLIL atau yang lebih dikenal dengan TAHLILAN adalah : “ADAB dalam BERDOA kepada Allah Ta’ala yang diawali BERTAWASSUL dengan AMAL KEBAIKAN yakni SEDEKAH (HADIAH) BACAAN berupa Tahlil, bacaan Al-Fatihah, Yasin, sebagian Al Baqarah, dan lain lain, SEBELUM DOA INTI dipanjatkan kepada Allah Ta’ala untuk ahli kubur, keluarga ahli kubur maupun kepentingan sendiri”.





Untuk mendapatkan teks "Susunan Tahlil Singkat"  versi word bisa diunduh di link : 
>>>>> Download <<<<<


SUSUNAN BACAAN TAHLIL SINGKAT

Berikut ini adalah susunan bacaan tahlil singkat. Pembacaan susunan tahlil ini biasanya dilakukan setelah menyelesaikan Surat Yasin. Susunan bacaan tahlil singkat ini yang lazim dibaca masyarakat pada pelbagai kesempatan :

1.       Pengantar Al-Fatihah. 

اِلَى حَضْرَةِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيهِ وَسَلَّمَ وَاَلِهِ وإِخْوَانِهِ مِنَ الأَنْبِيَاءِ وَالمُرْسَلِيْنَ وَالأَوْلِيَاءِ وَالشُّهَدَاءِ وَالصَّالِحِيْنَ وَالصَّحَابَةِ وَالتَّابِعِيْنَ وَالعُلَمَاءِ العَامِلِيْنَ وَالمُصَنِّفِيْنَ المُخْلِصِيْنَ وَجَمِيْعِ المَلَائِكَةِ المُقَرَّبِيْنَ، ثُمَّ اِلَى جَمِيْعِ أَهْلِ القُبُوْرِ مِنَ المُسْلِمِيْنَ وَالمُسْلِمَاتِ وَالمُؤْمِنِيْنَ وَالمُؤْمِنَاتِ مِنْ مَشَارِقِ الأَرْضِ إِلَى مَغَارِبِهَا بَرِّهَا وَبَحْرِهَا خُصُوْصًا إِلَى آبَائِنَا وَأُمَّهَاتِنَا وَأَجْدَادِنَا وَجَدَّاتِنَا وَمَشَايِخِنَا وَمَشَايِخِ مَشَايِخِنَا وَأَسَاتِذَتِنَا وَأَسَاتِذَةِ أَسَاتِذَتِنَا وَلِمَنْ أَحْسَنَ إِلَيْنَا وَلِمَنْ اجْتَمَعْنَا هَهُنَا بِسَبَبِهِ شَيْءٌ لِلهِ لَهُمُ الْفَاتِحَةُ

Artinya, “Untuk yang terhormat Nabi Muhammad SAW, segenap keluarga, dan saudaranya dari kalangan pada nabi, rasul, wali, syuhada, orang-orang saleh, sahabat, tabi'in, ulama al-amilin, ulama penulis yang ikhlas, semua malaikat Muqarrabin, kemudian semua ahli kubur Muslimin, Muslimat, Mukminin, Mukminat dari Timur ke Barat, baik di laut dan di darat, khususnya bapak kami, ibu kami, kakek kami, nenek kami, guru kami, pengajar dari guru kami, ustadz kami, pengajar ustadz kami, mereka yang telah berbuat baik kepada kami, dan bagi ahli kubur/arwah yang menjadi sebab kami berkumpul di sini. Bacaan Al-Fatihah ini kami tujukan kepada Allah dan pahalanya untuk mereka semua. Al-Fatihah…”  

2.       Membaca Al-Fatihah. 

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ. اَلْحَمْدُ لِلهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ. اَلرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ. مَالِكِ يَوْمِ الدِّيْنِ. اِيَّاكَ نَعْبُدُ وَاِيَّاكَ نَسْتَعِيْنُ. اِهْدِنَا الصِّرَاطَ الَّمُسْتَقِيْمَ. صِرَاطَ الَّذِ يْنَ اَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِ الْمَغْضُوْبِ عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّالِّيْنَ. اَمِينْ

Artinya, “Aku berlindung kepada Allah dari setan yang terlontar. Dengan menyebut nama Allah yang maha pengasih lagi maha penyayang. Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam. Yang maha pengasih lagi maha penyayang. Yang menguasai hari pembalasan. Hanya kepada-Mu kami menyembah. Hanya kepada-Mu pula kami memohon pertolongan. Tunjukkanlah kami ke jalan yang lurus, yaitu jalan orang-orang yang telah Kauanugerahi nikmat kepada mereka, bukan jalan mereka yang dimurkai dan bukan pula jalan mereka yang sesat. Semoga Kaukabulkan permohonan kami.”

3.   Membaca Surat Yaa-Siin (bila diperluan)

4.   Surat Al-Ikhlas (3 kali).

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ. قُلْ هُوَ اللهُ اَحَدٌ. اَللهُ الصَّمَدُ. لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُوْلَدْ. وَلَمْ يَكٌنْ لَهُ كُفُوًا اَحَدٌ

Artinya, “Dengan menyebut nama Allah yang maha pengasih lagi maha penyayang. Katakanlah, ‘Dialah yang maha esa. Allah adalah tuhan tempat bergantung oleh segala sesuatu. Dia tidak beranak dan tidak diperanakkan. Dan tidak ada seorangpun yang setara dengan-Nya.’” (3 kali).  

5.      Tahlil dan Takbir.   لاَ اِلَهَ اِلاَّ اللهُ وَاللهُ اَكْبَرُ  

Artinya, “Tiada tuhan yang layak disembah kecuali Allah. Allah maha besar.”  

6.       Surat Al-Falaq. 

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ. قُلْ اَعُوْذُ بِرَبِّ الْفَلَقِ. مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَ. وَمِنْ شَرِّ غَاسِقٍ اِذَا وَقَبَ. وَمِنْ شَرِّ النَّفَاثاتِ فِى الْعُقَدِ. وَمِنْ شَرِّ حَاسِدٍ اِذَا حَسَدَ

Artinya, “Dengan menyebut nama Allah yang maha pengasih lagi maha penyayang. Katakanlah, ‘Aku berlindung kepada tuhan yang menguasai waktu subuh dari kejahatan makhluk-Nya. Dari kejahatan malam apabila telah gelap gulita. Dan dari kejahatan wanita-wanita tukang sihir yang mengembus nafasnya pada buhul-buhul. Dan dari kejahatan orang-orang yang dengki apabila ia mendengki.’”  

7.       Tahlil dan Takbir.   لاَ اِلَهَ اِلاَّ اللهُ وَاللهُ اَكْبَرُ  

Artinya, “Tiada tuhan yang layak disembah kecuali Allah. Allah maha besar.”  

8.       Surat An-Nas.

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ. قُلْ اَعُوذُ بِرَبِّ النَّاسِ. مَلِكِ النَّاسِ. اِلَهِ النَّاسِ. مِنْ شَرِّ الْوَسْوَاسِ الْخَنَّاسِ. الَّذِى يُوَسْوِسُ فِى صُدُوْرِ النَّاسِ. مِنَ الْجِنَّةِ وَالنَّاسِ

Artinya, “Dengan menyebut nama Allah yang maha pengasih lagi maha penyayang. Katakanlah, ‘Aku berlindung kepada tuhan manusia, raja manusia. Sesembahan manusia, dari kejahatan bisikan setan yang biasa bersembunyi. Yang membisikkan kejahatan ke dalam dada manusia. Dari setan dan manusia.’” 

9.       Tahlil dan Takbir.   لاَ اِلَهَ اِلاَّ اللهُ وَاللهُ اَكْبَرُ   

Artinya, “Tiada tuhan yang layak disembah kecuali Allah. Allah maha besar.  

10.   Awal Surat Al-Baqarah. 

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ. المّ. ذَلِكَ الكِتابُ لاَرَيْبَ فِيْهِ هُدَى لِلْمُتَّقِيْنَ. الَّذِيْنَ يُؤْمِنُونَ بِالْغَيْبِ وَيُقِيْمُونَ الصَّلَاةَ وَمِمَّا رَزَقْنَاهُمْ يُنْفِقُونَ. وَالَّذِيْنَ يُؤْمِنُونَ بِمَا اُنْزِلَ اِلَيْكَ وَمَا اُنْزِلَ مِن قَبْلِكَ وَبِالْاَخِرَةِ هُمْ يُوقِنُونَ. اُولَئِكَ عَلَى هُدًى مِّن رَّبِّهِمْ، وَاُولَئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ .

Artinya, “Dengan menyebut nama Allah yang maha pengasih lagi maha penyayang. Alif lam mim. Demikian itu kitab ini tidak ada keraguan padanya. Sebagai petunjuk bagi mereka yang bertakwa. Yaitu mereka yang beriman kepada yang ghaib, yang mendirikan shalat, dan menafkahkan sebagian rezeki yang kami anugerahkan kepada mereka. Dan mereka yang beriman kepada kitab Al-Qur’an yang telah diturunkan kepadamu (Muhammad SAW) dan kitab-kitab yang telah diturunkan sebelumnya, serta mereka yakin akan adanya kehidupan akhirat. Mereka itulah yang tetap mendapat petunjuk dari tuhannya. Merekalah orang orang yang beruntung.”  

11.   Surat Al-Baqarah ayat 163.   وَاِلَهُكُمْ اِلَهٌ وَّاحِدٌ لاَ اِلَهَ اِلاَّ هُوَ الرَّحْمَنُ الرَّحِيمُ  

Artinya, “Dan Tuhan kalian adalah Tuhan yang maha esa. Tiada tuhan yang layak disembah kecuali Dia yang maha pengasih lagi maha penyayang.”  

12.   Ayat Kursi (Surat Al-Baqarah ayat 255)  

اللهُ لاَ اِلَهَ اِلاَّ هُوَ الْحَىُّ الْقَيُّومُ، لاَ تَاْ خُذُهُ سِنَةٌ وَلاَ نَوْمٌ، لَّهُ مَا فِى السَّمَوَاتِ وَمَا فِى الْاَرْضِ، مَنْ ذَا الَّذِى يَشْفَعُ عِنْدَهُ اِلاَّ بِاِذْنِهِ، يَعْلَمُ مَا بَينَ اَيْدِيْهِمِ وَمَا خَلْفَهُمْ، وَلاَ يُحْيِطُونَ بِشَيْءٍ مِّنْ عِلْمِهِ اِلاَّ بِمَا شَاءَ، وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمَوَاتِ وَالْاَرْضَ، وَلاَ يَئُودُهُ حِفْظُهُمُا، وَهُوَ الْعَلِىُّ الْعَظِيْمُ

Artinya, “Allah, tiada yang layak disembah kecuali Dia yang hidup kekal lagi berdiri sendiri. Tidak mengantuk dan tidak tidur. Milik-Nya apa yang ada di langit dan di bumi. Tiada yang dapat memberikan syafa’at di sisi-Nya kecuali dengan izin-Nya. Dia mengetahui apa yang ada di hadapan dan di belakang mereka. Mereka tidak mengetahui sesuatu dari ilmu-Nya kecuali apa yang dikehendaki-Nya. Kursi Allah meliputi langit dan bumi. Dia tidak merasa berat menjaga keduanya. Dia maha tinggi lagi maha agung.”  

13.   Istighfar (3 kali).   اَسْتَغْفِرُاللهَ الْعَظِيْمَ *3    

Artinya, “Saya mohon ampun kepada Allah yang maha agung.” (3 kali). (Allah) yang tiada tuhan selain Dia yang maha hidup, lagi terjaga. Aku bertobat kepada-Nya.”  

14.   Hadits Keutamaan TAHLIL.

اَفْضَلُ الذِّكْرِ فَاعْلَمْ اَنَّهُ : لَااِلَهَ اِلَّا اللهُ...، حَيٌّ مَوْجُوْدٌ - لَااِلَهَ اِلَّا اللهُ...، حَيٌّ مَعْبُوْدٌ

لَااِلَهَ اِلَّا اللهُ...، حَىٌّ بَاقٍ الَّذِيْ لَا يَمُوْتُ

Artinya, “Sebaik-baik zikir–ketahuilah–adalah lafal ‘La ilāha illallāh, tiada tuhan selain Allah, zat yang hidup dan ujud.”. “Tiada tuhan selain Allah, zat yang hidup dan disembah.”. “Tiada tuhan selain Allah, zat kekal yang takkan mati.”  

15.   TAHLIL :   لَااِلَهَ اِلَّا اللهُ Artinya, “Tiada tuhan selain Allah.” (33 kali).  

16.    Dua Kalimat Syahadat.   لَا اِلَهَ اِلَّا اللهُ مُحَمَّدٌ رَّسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ   

Artinya, “Tiada tuhan selain Allah. Nabi Muhammad SAW utusan-Nya.”  

17.   Shalawat Nabi. 

اَلَّلهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، يَا رَبِّ صَلِّ عَلَيْهِ وَسَلِّمْ  اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، اَلَّلهُمَّ صَلِّ عَلَيْهِ وَسَلِّمْ

Artinya, “Ya Allah, limpahkan shalawat untuk Sayyidina Nabi Muhammad SAW. Ya Allah, limpahkan shalawat dan salam untuknya (Nabi Muhammad SAW).“Ya Allah, limpahkan shalawat untuknya (Nabi Muhammad SAW). Tuhanku, limpahkan shalawat dan salam untuknya (Nabi Muhammad SAW).”  

18.   Tasbih.   سُبْحَانَ اللهِ وَبِحَمْدِهِ ، سُبْحَانَ اللهِ الْعَظِيْمِ

Artinya, “Maha suci Allah dan dengan memuji-Nya. Maha suci Allah dan dengan memuji-Nya. (10 kali). Maha suci Allah dan dengan memuji-Nya. Maha suci Allah yang maha agung dan dengan memuji-Nya.  

19.   Shalawat Nabi.   اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى حَبِيْبِكَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلِّمْ *3 اَجْمَعِيْنَ  

Artinya, “Ya Allah, tambahkanlah rahmat dan kesejahteraan untuk kekasih-Mu, yaitu pemimpin kami, Nabi Muhammad, keluarga, dan para sahabatnya semua. (3 kali). Al-Fatihah.”  

20.   Surat Al-Ahzab ayat 56.  

اِنَّ اللهَ وَمَلاَئِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ، يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيْمًا

Artinya, “Sungguh Allah dan para malaikat-Nya bershalawat untuk nabi. Wahai orang-orang yang beriman, bacalah shalawat untuknya dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya.”  

21.   Surat Al-Fatihah.  

اَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ. بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ. اَلْحَمْدُ لِلهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ. اَلرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ. مَالِكِ يَوْمِ الدِّيْنِ. اِيَّاكَ نَعْبُدُ وَاِيَّاكَ نَسْتَعِيْنُ. اِهْدِنَا الصِّرَاطَ الَّمُسْتَقِيْمَ. صِرَاطَ الَّذِ يْنَ اَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِ الْمَغْضُوْبِ عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّالِّيْنَ. اَمِينْ

Artinya, “Aku berlindung kepada Allah dari setan yang terlontar. Dengan menyebut nama Allah yang maha pengasih lagi maha penyayang. Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam. Yang maha pengasih lagi maha penyayang. Yang menguasai hari pembalasan. Hanya kepada-Mu kami menyembah. Hanya kepada-Mu pula kami memohon pertolongan. Tunjukkanlah kami ke jalan yang lurus, yaitu jalan orang-orang yang telah Kauanugerahi nikmat kepada mereka, bukan jalan mereka yang dimurkai dan bukan pula jalan mereka yang sesat. Semoga Kaukabulkan permohonan kami.” 

 

DOA TAHLIL/ DOA ARWAH

Doa Tahlil atau Doa Arwah Doa tahlil atau doa arwah ini berisi permohonan agar Allah menerima semua bacaan Al-Qur’an dan zikir tahlil sebagai tambahan amal kebaikan bagi arwah yang didoakan. Doa ini juga terdiri atas permohonan ampunan dan rahmat-Nya untuk diri ahli waris, untuk arwah ahli kubur, dan kaum muslimin pada umumnya yang didoakan. Adapun doanya sbb :

اَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ. بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنْ الرَّحِيْمِ. الْحَمْدُ لِلهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ حَمْدَ الشَّاكِرِيْنَ حَمْدَ النَّاعِمِيْنَ حَمْدًا يُّوَافِى نِعَمَهُ وَيُكَافِىءُ مَزِيْدَهُ، يَا رَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ كَمَا يَنْبَغِيْ لِجَلَالِ وَجْهِكَ وَعَظِيْمِ سُلْطَانِكَ. سُبْحَانَكَ لَا نُحْصِى ثَنَاءً عَلَيْكَ أَنْتَ كَمَا أَثْنَيْتَ عَلَى نَفْسِكَ، فَلَكَ الحَمْدُ قَبْلَ الرِّضَى وَلَكَ الحَمْدُ بَعْدَ الرِّضَى وَلَكَ الحَمْدُ إِذَا رَضِيْتَ عَنَّا دَائِمًا أَبَدًا

Artinya, “Aku berlindung kepada Allah dari setan yang dilontar. Dengan nama Allah yang maha pengasih, lagi maha penyayang. Segala puji bagi Allah, Tuhan seru sekalian alam sebagai pujian orang yang bersyukur, pujian orang yang memperoleh nikmat sama memuji, pujian yang memadai nikmat-Nya, dan pujian yang memungkinkan tambahannya. Tuhan kami, hanya bagi-Mu segala puji sebagaimana pujian yang layak bagi kemuliaan dan keagungan kekuasaan-Mu.”

اللَّهُمَّ صَلِّ علَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ

Artinya, “Ya Allah, tambahkanlah rahmat untuk pemimpin kami, yaitu Nabi Muhammad SAW dan untuk keluarganya.”

اللَّهُمَّ كَمَا خَصَّصْتَنَا بِكِتَابِكَ الكَرِيْمِ وَهَدَيْتَنَا إِلَى صِرَاطِكَ المُسْتَقِيْمِ، أَصْلِحْ بِهِ مِنَّا جَمِيْعَ مَا فَسَدَ وَطَهِّرْ بِهِ مِنَّا مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ

Artinya, “Ya Allah, sebagaimana Kaumuliakan kami dengan Kitab suci-Mu yang mulia dan Kautunjuki kami ke jalan yang lurus, maka berikanlah kemaslahatan untuk kami sebagai pengganti mafsadat dan sucikan kami dari kotoran yang tampak dan tersembunyi.”

اللَّهُمَّ اشْرَحْ بِالقُرْآنِ صُدُوْرَنَا وَيَسِّرْ بِهِ أُمُوْرَنَا وَعَظِّمْ بِهِ أُجُوْرَنَا وَحَسِّنْ بِهِ أَخْلَاقَنَا وَوَسِّعْ بِهِ أَرْزَاقَنَا وَنَوِّرْ بِهِ قُبُوْرَنَا

Artinya, “Ya Allah, dengan Al-Qur’an lapangkanlah hati kami, mudahkan urusan kami, lipatgandakanlah pahala kami, perbaiki akhlak kami, luaskan rezeki kami, dan terangilah kubur kami.”

اللَّهُمَّ اجْعَلْ وَاَوْصِلْ وَتَقَبَّلْ ثَوَاَبَ مَا قَرَأْنَاهُ مِنْ الْقُرْاَنِ الْعَظِيْمِ وَمَا هَلَلْنَا وَمَا سَبَّحْنَا وَمَا اسْتَغْفَرْنَا وَمَا صَلَّيْنَا عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ هَدِيَّةً مِنَّا وَاصِلَةً وَرَحْمَةً نَازِلَةً وَبَرَكَةً شَامِلَةً اِلَى حَضْرَةِ حَبِيْبِنَا وَشَفِيْعِنَا وَقُرَّةِ اَعْيُنِنَا سَيِّدِنَا وَمَوْلَانَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ   وَاِلَى حَضَرَاتِ جَمِيْعِ إِخْوَانِهِ مِنَ الْأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِيْنَ وَالْأَوْلِيَاءِ وَالشُّهَدَاءِ وَالصَّالِحِيْنَ وَالصَّحَابَةِ وَالتَّابِعِيْنَ وَالْعُلَمَاءِ الْعَامِلِيْنَ وَالْمُصَنِّفِيْنَ الْمُخْلِصِيْنَ وَجَمِيْعِ الْمُجَاهِدِيْنَ فِي سَبِيْلِ اللهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ وَالْمَلَائِكَةِ الْمُقَرَّبِيْنَ وَنَخَصُّ خَصُوْصًا إِلَى...(  فلان/فلانة )، وأهل هذا البيت، وأقرباؤهم  

Artinya, “Ya Allah, jadikan, sampaikanlah, dan terimalah pahala bacaan Al-Quran kami, bacaan tahlil, bacaan tasbih, istighfar, dan bacaan shalawat kami sebagai hadiah yang bersambung dari kami, rahmat yang turun, dan keberkahan yang merata untuk kekasih kami, pemberi syafaat kami, kesenangan kami, pemimpin serta tuan kami, penolong kami, kesenangan kami, yaitu Nabi Muhammad SAW, seluruh nabi dan rasul, para wali, syuhada, orang saleh, para sahabat, tabi’in, ulama yang mengamalkan ilmunya, ulama penulis yang ikhlas, seluruh mujahid di jalan Allah, dan para malaikat muqarrabin. Sampaikanlah pahala semua yang kami baca khususnya untuk (sebutkan nama-nama orang yang didoakan) almarhum/almarhumah yang dimaksud, keluarganya seisi rumah, dan kerabatnya.”

اللَّهُمَّ أَنْزِلْ فِيْ قَبْرِهِ الرَّحْمَةَ وَالضِّيَاءَ وَالنُّوْرَ، وَالبَهْجَةَ وَالرَوْحَ وَالرَيْحَانَ وَالسُّرُوْرَ، مِنْ يَوْمِنَا هَذَا إِلَى يَوْمِ البَعْثِ وَالنُّشُوْرِ، إِنَّكَ مَلِكٌ رَبٌّ غَفُوْرٌ.

Artinya, “Ya Allah, turunkanlah di kuburnya (almarhum fulan) rahmat, sinar, cahaya, kegembiraan, kesenangan, keharuman, dan kebahagiaan sejak hari ini hingga hari kebangunan dan kebangkitan. Sungguh, Kau penguasa, tuhan yang maha pengampun.” 

اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لَهُمْ وَارْحَمْهُمْ وَعَافِهِمْ وَاعْفُ عَنْهُمْ. اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لَهُنَّ وَارْحَمْهُنَّ وَعَافِهِنَّ وَاعْفُ عَنْهُنَّ. اللَّهُمَّ اَنْزِلِ الرَّحْمَةَ وَالْمَغْفِرَةَ عَلَى أَهْلِ الْقُبُوْرِ مِنْ أَهْلِ لَاالَهَ اِلَّا اللهُ مُحَمَّدٌ رَّسُوْلُ اللهِ. اَللَّهُمَّ اجْعَلْ قُبُوْرَهُمْ وَقُبُوْرَهُنَّ رَوْضَةً مِنْ رِيَاضِ الجِنَانِ، وَلَا تَجْعَلْ قُبُوْرَهُمْ وَقُبُوْرَهُنَّ حُفْرَةً مِنْ حُفَرِ النِّيْرَانِ.

Artinya, “Ya Allah, berikanlah ampunan, kasih sayang, afiat, dan maaf untuk mereka (laki-laki). Ya Allah, berikanlah ampunan, kasih sayang, afiat, dan maaf untuk mereka (perempuan). Ya Allah, turunkanlah rahmat dan ampunan bagi ahli kubur penganut dua kalimat syahadat, lā ilāha illallāh, Muhammadur rasūlullāh.”  “Ya Allah, jadikanlah kubur mereka baik muslimin maupun muslimat sebagai taman surga. Jangan jadikan kubur mereka sebagai lubang neraka.” 

اللَّهُمَّ يَا مُيَسِّرَ كُلِّ عَسِيْرٍ، وَيَا جَابِرَ كُلِّ كَسِيْرٍ، وَيَا صَاحِبَ كُلِّ فَرِيْدٍ، وَيَا مُغْنِيَ كُلِّ فَقِيْرٍ، وَيَا مُقْوِيَ كُلِّ ضَعِيْفٍ، وَيَا مَأْمَنَ كُلِّ مَخِيْفٍ، يَسِّرْ عَلَيْنَا كُلَّ عَسِيْرٍ، فَتَيْسِيْرُ العَسِيْرِ عَلَيْكَ يَسِيْرٌ، اللَّهُمَّ يَا مَنْ لَا يَحْتَاجُ إِلَى البَيَانِ وَالتَّفْسِيْرِ، حَاجَاتُنَا إِلَيْكَ كَثِيْرٌ، وَأَنْتَ عَالِمٌ بِهَا وَبَصِيْرٌ.

 Artinya, “Tuhan kami, wahai Zat yang memudahkan mereka yang kesulitan, wahai Zat yang menggenapkan mereka yang patah hati, wahai Zat yang menemani mereka yang dalam kesendirian, wahai Zat yang mencukupi mereka yang fakir, wahai Zat yang menguatkan mereka yang daif, wahai Zat tempat aman dari segala ketakutan, mudahkanlah segala kendala yang menyulitkan kami. Sedangkan ‘upaya’ pembalikan yang sulit menjadi mudah bagi-Mu adalah sesuatu yang mudah. Tuhan kami, wahai Zat yang tidak memerlukan penjelasan dan tafsir, hajat kami kepada-Mu begitu banyak. Sedangkan Kau maha tahu dan maha lihat atas itu.” 

رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا ذُنُوْبَنَا وَلِوَالِدِيْنَا وَارْحَمْهُمْ كَمَا رَبَّوْنَا صِغَارًا وَلِجَمِيْعِ الْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ الأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالأَمْوَاتِ مِنْ مَشَارِقِ الْاَرْضِ إِلَى مَغَارِبِهَا بَرِّهَا وَبَحْرِهَا، خُصُوْصًا إِلَى آبَاءِنَا وَاُمَّهَاتِنَا وَأَجْدَادِنَا وَجَدَّاتِنَا وَأَسَاتِذَتِنَا وَمُعَلِّمِيْنَا وَلِمَنْ أَحْسَنَ إِلَيْنَا وَلِأَصْحَابِ الحُقُوْقِ عَلَيْنَا

 Artinya, “Ya Allah, ampunilah mukminin, mukminat, muslimin, muslimat, yang masih hidup, yang telah wafat, yang tersebar dari timur hingga barat, di darat dan di laut, khususnya bapak, ibu, kakek, nenek, ustadz, guru, mereka yang telah berbuat baik terhadap kami, dan mereka yang masih memiliki hak terhadap kami.”

رَبَّنَا يَا اللهُ اسْتَجِبْ دُعَاءَنَا مِنْ كُلِّ حَاجَاتِنَا. رَبَّنَا آتِنَا فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً، وَفِى الْآخِرَةِ حَسَنَةً، وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ، سًبْحَانَ رَبَّكَ رَبِّ الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُوْنَ، وَسَلَامٌ عَلَى الْمُرْسَلِيْنَ، وَالْحَمْدُ لِلهِ رَبِّ الْعَلَمِيْنَ. اَلْفَاتِحَةْ

 Artinya, “Tuhan kami, ya Allah, penuhilah doa kami terkait hajat kami. Tuhan kami, berikanlah kami kebaikan di dunia, dan kebaikan di akhirat. Maha suci Tuhanmu, Tuhan pemilik kemuliaan dari segala yang mereka gambarkan. Semoga kesejahteraan melimpah untuk para rasul. Segala puji bagi Allah, Tuhan sekalian alam.

(baca Surat Al-Fatihah)

اَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ. بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ. اَلْحَمْدُ لِلهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ. اَلرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ. مَالِكِ يَوْمِ الدِّيْنِ. اِيَّاكَ نَعْبُدُ وَاِيَّاكَ نَسْتَعِيْنُ. اِهْدِنَا الصِّرَاطَ الَّمُسْتَقِيْمَ. صِرَاطَ الَّذِ يْنَ اَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِ الْمَغْضُوْبِ عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّالِّيْنَ. اَمِينْ

Artinya, “Aku berlindung kepada Allah dari setan yang terlontar. Dengan menyebut nama Allah yang maha pengasih lagi maha penyayang. Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam. Yang maha pengasih lagi maha penyayang. Yang menguasai hari pembalasan. Hanya kepada-Mu kami menyembah. Hanya kepada-Mu pula kami memohon pertolongan. Tunjukkanlah kami ke jalan yang lurus, yaitu jalan orang-orang yang telah Kauanugerahi nikmat kepada mereka, bukan jalan mereka yang dimurkai dan bukan pula jalan mereka yang sesat. Semoga Kaukabulkan permohonan kami (Amin).”

 

DOA PENDEK -Doa pendek ini dibaca setelah membaca Surat Al-Fatihah. Doa pendek ini merupakan penutup Surat Yasin, susunan zikir dan tahlil singkat, dan doa arwah.

وَاعْفُ عَنَّا يَا كَرِيْمُ *2  بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ ارْحَمْنَا. اَللَّهُمَّ بِحَقِّ الفَاتِحَةِ وَبِسِرِّ الفَاتِحَةِ وَبِكَرَامَةِ الفَاتِحَةِ، يَا فَارِجَ الهَمِّ يَا كَاشِفَ الغَمِّ يَا مَنْ لِعَبْدِهِ يَغْفِرُ وَيَرْحَمُ، اَللَّهُمَّ اغْفِرْ ذُنُوْبَنَا وَاسْتُرْ عُيُوْبَنَا وَفَرِّجْ هُمُوْمَنَا وَاكْشِفْ غُمُوْمَنَا وَأَصْلِحْ ذَاتَ بَيْنِنَا، دَعْوَاهُمْ فِيْهَا سُبْحَانَكَ اَللَّهُمَّ وَتَحِيَّتُهُمْ فِيْهَا سَلَامٌ، وَآخِرُ دَعْوَاهُمْ أَنِ الْحَمْدُ لِلهِ رَبِّ الْعَلَمِيْنَ

Artinya, “Maafkanlah kami wahai Tuhan yang pemurah (2 kali). Dengan kasih sayang-Mu wahai zat yang paling pengasih, kasihanilah kami. Ya Allah, berkat hakikat, rahasia, dan kemuliaan Surat Al-Fatihah, wahai Tuhan pemberi jalan dari kebingungan, pembuka jalan dari kebimbangan, wahai Tuhan yang pengampun dan penyayang hamba-Nya, ya Allah ampunilah dosa kami, tutuplah aib kami, berikan jalan atas kebingungan kami, bukakanlah jalan atas kebimbangan kami, dan damaikanlah perseteruan di antara kami. ‘Doa mereka (ahli surga) di dalamnya adalah ‘Maha suci Engkau ya Allah.’ Penghormatan mereka di dalamnya adalah salam. Akhir doa mereka adalah ‘Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam.’”  

Susunan bacaan zikir, tahlil singkat, dan doa arwah/ doa pendek ini diharapkan dapat memudahkan bagi para pembaca sekalian sebagai pemandu pembacaan tahlil atau sekadar pengingat bila susunan zikir tahlil diperlukan. Semoga Allah menerima bacaan zikir dan tahlil kita, serta menyampaikan pahalanya untuk ahli kubur yang dituju/ arwah yang didoakan. Wallahu a‘lam.

 

Sumber :

  1. Al-Quran Al-Kariim (Kementrian Agama RI)
  2. Kitab Hadits : Mukhtashor Jami’us Shohih Bukhari Muslim (Asy-Syaikhoni Husain – Salim Bahreisy)
  3. Kitab Hujjatu Ahlus-Sunnah Wal Jama’ah (KH. Ali maksum – Krapyak Yogyakarta)
  4. Buku Sejarah Tahlil (KH. Muhammad Danial Royyan – PWNU Kendal)
  5. Buku Tradisi Orang NU (KH. Munawwir Abdul Fatah – Krapyak Yogyakarta)
  6. https://islam.nu.or.id/ubudiyah/surat-yasin-susunan-tahlil-singkat-dan-doa-arwah-FqS12
  7. https://www.alkhoirot.net/2012/01/bacaan-tahlil.html

***Penyaji : ingsun_sholihin


[1] Kitab Hujjatu Ahlis Sunnah Wal Jama’ah (Karya KH Ali Maksum – Krapyak Yogyakarta)

[2] Tradisi bacaan tahlil memang tidak terdapat pada zaman Rasulullah SAW dan juga tidak terdapat pada zaman para sahabat. Namun, tradisi tahlil mulai ada sejak zaman ulama muta’akhirin sekitar abad 11 H yang mereka lakukan berdasarkan istimbath dari Al-Qur’an dan Hadits Nabi SAW. Lalu mereka menyusun rangkaian bacaan tahlil, mengamalkannya secara rutin, dan mengajarkannya kepada kaum muslimin. Sebagian berpendapat bahwa yang pertama menyusun tahlil adalah Sayyid Ja’far Al-Barzanji. Sementara yang lainnya berpendapat bahwa yang menyusun tahlil pertama kali adalah Sayyid Abdullah bin Alwi Al-Haddad. Pendapat yang dianggap paling kuat adalah pendapat yang mengatakan Imam Sayyid Abdullah bin Alwi Al-Haddad sebagai penyusun tahlil yang pertama kali, ini didasari oleh argumentasi yang mengatakan bahwa Imam Al-Haddad wafat pada tahun 1132 H lebih dulu dari wafatnya Imam Sayyid Ja’far Al Barzanji yang meninggal pada tahun 1177 H. (“Sejarah Tahlil” karya KH. Muhammad Danial Royyan ketua tanfidziyah PCNU Kendal periode 2012-2017 )

[3] Tradisi Orang-orang NU, 2008: 276) (KH. Munawwir Abdul Fatah – Krapyak Yogyakarta)

[4] Hadis-hadis di atas menjadi dalil bahwa pahala sedekah atas nama mayit bisa sampai kepada mayit. Bahkan kata Imam Nawawi bahwa pahala sedekah dan sejenisnya ini bisa sampai kepada mayit dengan sepakat ulama. (Syarh Shahih Muslim, 7:90)

[5] KH Ali Maksum mengutip hadis ini dari Fatawa Hasanain Makhluf I/52. Tapi hadis ini juga dikutip oleh Syaikh Badruddin al-Aini dalam Umdat al-Qari Syarah Sahih al-Bukhari XIII/154 dengan sanad yang bersambung (muttashil), yaitu dari riwayat Ibnu Makula dari Ibrahim Ibnu Hibban dari Anas bin Malik


Rabu, 01 Desember 2021

TENTANG REZEKI

 



7 Kunci Pintu Rezeki Menurut Al-Qur'an Al-Karim




Sobat Rohimakumullah...,


HAQIQAT REZEQI

Siapapun yang hidup, dia telah dijatah rizkinya oleh Allah. Ini prinsip yang harus kita tanam dalam palung hati kita. Allah menanamkan prinsip ini dalam al-Quran, melalui firman-Nya,

وَلَوْ بَسَطَ اللَّهُ الرِّزْقَ لِعِبَادِهِ لَبَغَوْا فِي الْأَرْضِ وَلَكِنْ يُنَزِّلُ بِقَدَرٍ مَا يَشَاءُ إِنَّهُ بِعِبَادِهِ خَبِيرٌ بَصِيرٌ

“Andaikan Allah melapangkan rezeki kepada hamba-hamba-Nya tentulah mereka akan melampaui batas di muka bumi, tetapi Allah menurunkan apa yang dikehendaki-Nya dengan ukuran. Sesungguhnya Dia Maha Mengetahui (keadaan) hamba-hamba-Nya lagi Maha Melihat.” (QS. As-Syura: 27)


Allah SWT adalah Zat yang tidak mungkin salah dalam membagi rezeki kepada setiap makhluk-Nya. Ada yang memang diberi lebih, tetapi ada pula yang 'hanya' cukup untuk kebutuhan sehari-hari.

Perlu kita ingat, rezeki dari Allah tidak hanya berupa materi seperti uang, namun oksigen, hujan dan teman yang menenteramkan juga bisa disebut sebagai rezeki. Bayangkan kalau kita bernapas harus bayar, tentu uang yang harus kita gelontorkan untuk membeli oksigen akan luar biasa banyak.

Dalam persoalan rezeki, sejatinya Allah telah memberi bocoran dari 7 kunci pintu mana saja rezeki itu akan datang. Mari kita simak langsung  ... 


Kunci 1 : Sebab Sedekah.

Surah Al-Baqarah ayat 245 

مَنْ ذَا الَّذِيْ يُقْرِضُ اللّٰهَ قَرْضًا حَسَنًا فَيُضٰعِفَهٗ لَهٗٓ اَضْعَافًا كَثِيْرَةً ۗوَاللّٰهُ يَقْبِضُ وَيَبْصُۣطُۖ وَاِلَيْهِ تُرْجَعُوْنَ

Artinya: Siapakah yang mau memberi pinjaman kepada Allah, pinjaman yang baik (menafkahkan hartanya di jalan Allah), maka Allah akan melipatgandakan pembayaran kepadanya dengan lipat ganda yang banyak. Dan Allah menyempitkan dan melapangkan (rezeki) dan kepada-Nya-lah kamu dikembalikan. (QS. Al-Baqarah: 245).


Kunci 2 : Sebab bersyukur. 

Surah Ibrahim ayat 7 :

وَاِذْ تَاَذَّنَ رَبُّكُمْ لَىِٕنْ شَكَرْتُمْ لَاَزِيْدَنَّكُمْ وَلَىِٕنْ كَفَرْتُمْ اِنَّ عَذَابِيْ لَشَدِيْدٌ

Artinya: Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan: 'Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih'. (QS. Ibrahim: 7).


Kunci 3 : Sebab Istighfar.

Surah Nuh ayat 10-11 :

فَقُلْتُ اسْتَغْفِرُوا رَبَّكُمْ إِنَّهُ كَانَ غَفَّارًا . يُرْسِلِ السَّمَاءَ عَلَيْكُمْ مِدْرَارًا . وَيُمْدِدْكُمْ بِأَمْوَالٍ وَبَنِينَ وَيَجْعَلْ لَكُمْ جَنَّاتٍ وَيَجْعَلْ لَكُمْ أَنْهَارًا

Artinya: Maka Aku katakan kepada mereka: 'Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun, niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat'. Dan Dia memperbanyak harta dan anak-anakmu, dan mengadakan kebun-kebun untukmu dan mengadakan sungai-sungai untukmu." (QS. Nuh: 10-12).


Kunci 4 : Sebab Ikhyiyar Usaha. 

Surah An-Najm ayat 39 :

وَاَنْ لَّيْسَ لِلْاِنْسَانِ اِلَّا مَا سَعٰىۙ

Artinya: Dan bahwasanya seorang manusia tiada memperoleh selain apa yang telah diusahakannya, (QS. An-Najm: 39).


Kunci 5 : Sebab Menikah. 

Surah An-Nur ayat 32 :

وَاَنْكِحُوا الْاَيَامٰى مِنْكُمْ وَالصّٰلِحِيْنَ مِنْ عِبَادِكُمْ وَاِمَاۤىِٕكُمْۗ اِنْ يَّكُوْنُوْا فُقَرَاۤءَ يُغْنِهِمُ اللّٰهُ مِنْ فَضْلِهٖۗ وَاللّٰهُ وَاسِعٌ عَلِيْمٌ

Artinya: Dan kawinkanlah orang-orang yang sendirian di antara kamu, dan orang-orang yang layak (berkawin) dari hamba-hamba sahayamu yang lelaki dan hamba-hamba sahayamu yang perempuan. Jika mereka miskin Allah akan memampukan mereka dengan karunia-Nya. Dan Allah Maha luas (pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui. (QS. An-Nur: 32).


Kunci 6 : Sebab Anak.

Surah Al-Isra ayat 31 :

وَلَا تَقْتُلُوا أَوْلَادَكُمْ خَشْيَةَ إِمْلَاقٍ ۖ نَحْنُ نَرْزُقُهُمْ وَإِيَّاكُمْ ۚ إِنَّ قَتْلَهُمْ كَانَ خِطْئًا كَبِيرًا

Artinya: Dan janganlah kamu membunuh anak-anakmu karena takut kemiskinan. Kamilah yang akan memberi rezeki kepada mereka dan juga kepadamu. Sesungguhnya membunuh mereka adalah suatu dosa yang besar. (QS. Al-Isra: 31).


Kunci 7 : Sebab Taqdir/ Ketentuannya Allah SWT. Surah Hud ayat 6 :

وَمَا مِنْ دَاۤبَّةٍ فِى الْاَرْضِ اِلَّا عَلَى اللّٰهِ رِزْقُهَا وَيَعْلَمُ مُسْتَقَرَّهَا وَمُسْتَوْدَعَهَا ۗ كُلٌّ فِيْ كِتٰبٍ مُّبِيْنٍ

Artinya: Dan tidak ada suatu binatang melata pun di bumi melainkan Allahlah yang memberi rezekinya, dan Dia mengetahui tempat berdiam binatang itu dan tempat penyimpanannya. Semuanya tertulis dalam Kitab yang nyata (Lauh mahfuzh). (QS. Hud: 6).

Nahh.... Demikian tadi 7 kunci pintu rizqi yang Allah kabarkan kepada kita semua dalam Kalamullah (Al-Quran). Mari kita jadikan pegangan dalam mengarungi samudra kehidupan sehari - hari. 


PRINSIP NABI TENTANG REZEQI

Nabi Muhammad SAW juga mengajarkan kepada umatnya sebuah prinsip. Beliau bersabda,

أَيُّهَا النَّاسُ ، إِنَّ أَحَدَكُمْ لَنْ يَمُوتَ حَتَّى يَسْتَكْمِلَ رِزْقَهُ ، فَلا تَسْتَبْطِئُوا الرِّزْقَ ، اتَّقُوا اللَّهَ أَيُّهَا النَّاسُ ، وَأَجْمِلُوا فِي الطَّلَبِ ، خُذُوا مَا حَلَّ ، وَدَعُوا مَا حَرُمَ

“Wahai sekalian manusia, sesungguhnya kalian tidak akan mati sampai sempurna jatah rezekinya, karena itu, jangan kalian merasa rezeki kalian terhambat dan bertakwalah kepada Allah, wahai sekalian manusia. Carilah rezeki dengan baik, ambil yang halal dan tinggalkan yang haram.”(HR. Baihaqi, Hakim dan Ad-Dzahabi)

Dengan memahami prinsip ini, akan lebih mudah bagi kita untuk membangun rasa tawakkal, sehingga tidak menjadi orang yang ''pesimis - putus asa - kurang bersyukur'' hanya gara-gara merasa rizkinya tidak lancar.

Karena itu, apapun yang terjadi dengan kondisi rizki kita, jangan sampai memicu kita melakukan tindakan pelanggaran syariat. Wal 'iyaadzu billaah. 

Dengan Yaqin - Ikhlash - Sabar - dan istiqomah... Insya Allah Allah SWT akan memberikan pertolongan dan memberikan  keberkahan serta keridhoan atas segala amal usaha kita. Aamiin. 


Sodaqollul 'Adziim. 

Wa Shodaqo Rosuluhun Nabiyyul Habiibul Kariim.


____________________

Ingsun_sholihin

Trucuk, Klathen, 01 Desember 2021

Rabu, 17 November 2021

SURAH AN-NAAS : SERI KAJIAN QURAN

 


MENELISIK SURAH AN-NAAS

DAN SISI LAIN FADHILAHNYA


Lafadz Surah An-Naas



Sobat..., langsung saja mari kita cari tahu apa saja kandungan Surat An-Nas. Hal ini sangat penting sebagai pintu masuk untuk memahami Keilmuan Islam secara komprehensif maupun menyeluruh (Kaaffah). 

Surah an Nas adalah salah satu surat Makiyyah (yang turun di Mekkah). Di antara salah kandungan surat tersebut adalah perintah Allah kepada manusia untuk berlindung dari segala macam godaan yang masuk ke dalam jiwa manusia baik dari setan maupun dari manusia. Karena, setan sering kali membisikkan keraguan dengan cara yang sangat halus. Secara tekstual arti dari Surat An Nas adalah sebagai berikut:

Katakanlah: “Aku berlidung kepada Tuhan (yang memelihara dan menguasai) manusia yang menjadi Raja manusia sekaligus menjadi Sembahan manusia. Aku berlindung kepada-Nya dari kejahatan (bisikan) setan yang biasa bersembunyi, yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia. Dari setan yang berasal dari golongan jin dan manusia.”

Jika kita perhatikan, di dalam surah tersebut terkandung tiga hal: Pertama, permohonan perlindungan. Kedua, perlindungan kepada Dzat yang bisa melindungi. Ketiga, perlindungan dari sesuatu yang mencelakai.

Disebutkan dalam kitab Dala’il al-Nubuwwah  bahwa sebelum surah an-Nas turun, Nabi Muhammad saw menderita sakit, sehingga dua malaikat datang menjenguk Nabi. Saat itu, kedua malaikat tersebut berbincang-bincang mengenai sakit yang diderita oleh Rasulullah :

“Apa yang engkau lihat?” tanya malaikat yang pertama.

“Rasulullah terkena sihir,” kata malaikat yang ditanya.

“Siapa yang membuat sihirnya?”

Malaikat menjawab, “Labid bin al A’sham Al Yahudi yang sihirnya berupa gulungan yang disimpan di sumur keluarga si Fulan di bawah sebuah batu besar. Datanglah ke sumur itu, timbalah airnya dan angkat batunya kemudian ambillah gulungannya dan bakarlah!”

Setelah mengetahui penyebab sakitnya dari kedua malaikat tersebut, Rasulullah Muhammad Saw lantas mengutus sahabat ‘Ammar bin Yasir dan para sahabat untuk mendatangi sumur tempat benda sihir dipasang.

Sesampainya di sumur yang dimaksud tampaklah airnya merah seperti air pacar. Sumur itu ditimba airnya dan diangkat batu dari dalamnya serta dikeluarkan tumbal berupa gulungan sesuatu. Ternyata di dalam gulungan itu terdapat tali yang terdiri atas sebelas simpul.

Dari peristiwa tersebut, kemudian turunlah surah an-Nas dan al-Falaq. Setiap kali Rasulullah Saw melafalkan satu ayat, maka terbukalah simpulnya satu per satu dan hilanglah sihir yang menimpa Beliau Saw.



BACA AN-NAS SEBELUM SHOLAT...??? 


Syaithon yang mengusik ibadah kita



Sobat.... 

Dikalangan Muslim pada umumnya, dan dikalangan pesantren pada khususnya sering kita dapati, orang membaca surah An-Nas sebelum sholat. Makan tentu dalam benak kita timbul pertanyaan : mengapa imam atau makmum sebelum menjalankan sholat membaca Surat An Nas...??? 


Mari simak penjelasan berikut .... 


Dijelaskan bahwa surah An-Nas dan Al-Falaq memiliki kandungan mohon perlindungan dari segala godaan dan gangguan. Nah dalam konteks sholat, setan senantiasa membujuk dan menimbulkan rasa was-was pada manysia. Hal tersebut jelas akan mengganggu sehingga mesti disingkirkan jauh-jauh dari jiwa kita.

Seorang ulama besar dari kalangan Ahlussunah wal Jamaah, Imam Abu Hamid Al-Ghazali dalam kitab Bidayatul Hidayah menyinggung perihal membaca Surat An Nas sebelum menjalankan sholat dalam Bab Etika Sholat.





Menurut Imam Al-Ghazali, membaca Surat An-Nas sebelum menjalankan sholat hukumnya sunah. Hal itu dilakukan dalam rangka untuk berlindung dari bisikan setan dengan surat tersebut.

DALIL (1) 

 فَإِذَا فَرَغْتَ مِنْ طَهَارَةِ الْخَبَثِ وَطَهَارَةِ الْبَدَنِ وَالثِّيَابِ وَالْمَكَانِ وَمِنْ سَتْرِ الْعَوْرَةِ مِنَ السُّرَةِ إِلَى الرُّكْبَةِ فَاسْتَقْبِلِ الْقِبْلَةَ قَائِمًا مُزَاوِجًا بَيْنَ قَدَمَيْكَ بِحَيْثُ لَا تَضُمُّهُمَا وَاسْتَوِ قَائِمًا ثُمْ اقْرَأْ: “قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ النَّاسِ…”تَحَصُّنًا بِهَا مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ. وَاحْضُرْ قَلْبَكْ مَا أَنْتَ فِيهِ وَفَرِّغْهُ مِنَ الْوَسْوَاسِ….”


Artinya, “Apabila telah selesai membersihkan kotoran dan najis yang ada di badan, pakaian, dan tempat sholat, dan telah menutup aurat dari pusar sampai lutut, maka menghadap kiblat dengan berdiri dengan kaki yang lurus tetapi tidak dirapatkan sedangkan engkau berada dalam posisi tegak. Lalu bacalah Surat An-Nas untuk berlindung dari setan yang terkutuk. Hadirkan hatimu ketika itu. Kosongkan pula hatimu dari bisikan dan rasa was-was,” (Lihat Abu Hamid Al-Ghazali, Bidayatul Hidayah, Beirut, Darul Kutub Al-‘Ilmiyyah, cetakan keempat, 2006 M, halaman 46).


DALIL (2) 

Adapun di antara dalil yang dijadikan dasar kesunnahan membaca surah An Nas sebelum melaksanakan sholat ini adalah hadis riwayat Imam Ahmad, Abu Daud, Imam Nasai, dari Uqbah bin Amir, dia berkata;

بينا أنا أقود برسول اللَّه صلّى اللَّه عليه وسلّم في نقب من تلك النقاب إذ قال لي: يا عقبة ألا تركب! قال: فأشفقت أن تكون معصية قال : فنزل رسول اللَّه صلّى اللَّه عليه وسلّم وركبت هنية ثم ركب ثم قال : يا عقب، ألا أعلمك سورتين من خير سورتين قرأ بهما الناس؟ قلت : بلى، يا رسول اللَّه ، فأقرأني قُلْ : أَعُوذُ بِرَبِّ الْفَلَقِ وقُلْ : أَعُوذُ بِرَبِّ النَّاسِ ثم أقيمت الصلاة فتقدم رسول اللَّه صلّى اللَّه عليه وسلّم فقرأ بهما ثم مرّ بي ، فقال : كيف رأيت يا عقب ، اقرأ بهما كلما نمت وكلما قمت

Ketika saya menuntun Rasulullah Saw pada sebuah perjalanan di Naqab, tiba-tiba beliau berkata kepadaku; ‘Wahai ‘Uqbah, tidakkah kamu menaiki kendaraan?’ Uqbah berkata, ‘Aku khawatir jika penolakanku adalah termasuk maksiat. Lalu Rasulullah  Saw turun, dan saya menaiki kendaraan beberapa saat, kemudian beliau naik kembali, lalu beliau bersabda, ‘Wahai Uqbah, maukah kamu aku ajari dua surah yang lebih baik dari dua surah yang biasa dibaca oleh manusia?’ Uqbah menjawab, ‘Iya, wahai Rasulullah.’ Lalu beliau membacakan kepadaku ‘Qul a’udzu bi rabbil falaq dan Qul a’udzu bi rabbin nas. Setelah itu iqamat dikumandangkan, Rasulullah Saw maju dan membaca kedua surah itu. Kemudian beliau melewatiku, dan bersabda, “Bagaimana menurutmu wahai Uqbah, bacalah kedua surah itu setiap kamu hendak tidur dan ketika kamu hendak melaksanakan sholat.

Berangkat dari penjelasan dan keterangan diatas, maka cukup jelas bahwa membaca surat An Nas sebelum melaksanakan sholat hukumnya adalah sunah dan ada dasar dalilnya dalam hadits Nabi.



Surah An-Nas/ Al-Falaq dibaca sebelum Takbirotul Ihram



KETERANGAN TAMBAHAN

Pada dasarnya ketika imam atau makmum berdiri hendak menjalankan sholat kemudian membaca Surat An-Nas titik tujuannya adalah dalam rangka untuk berlindung dari bisikan setan. Supaya ketika menjalankan sholat diharapkan hati bisa lebih khusyuk dan tenang.

Selain itu yang perlu digarisbawahi di sini adalah bahwa pembacaan tersebut dilakukan di luar sholat, dan bukan juga termasuk syarat sahnya sholat. Sehingga sama sekali tidak berpengaruh pada keabsahan sholat tersebut. [Wallaahu A'lam].

Demikian penelusuran kita tentang surat pendek, surat An-Nas surat terakhir dalam rotib Al-Quran Al-Kariim. Semoga bisa menambah wawasan dan manfaat. Aamiin. 

___________________

Sumber : 

1. Kitab Bidayatul Hidayah, Hujjatul Islam Imam Ghozali. 

2. Website NU

3. Website Peci hitam

Penyaji : Ingsun sholihin. 

Senin, 15 November 2021

EDISI BELAJAR


BELAJAR MENJADI PEMBAWA ACARA ATAU MASTER OF CEREMONY (MC) 


Siapapun bisa menjadi "MC"


Saudaraku, 

Dimanapun kita berada tentu akan menemui subuah acara, baik dalam sekala kecil, sedang, ataupun sekala besar. Di rumah, di sekolah, di kampus, di kampung, di kantor atau tempat kerja tentu akan kita temui sebuah acara baik yang formal maupun non formal. 

Adapun bagi kita umat muslim, juga sering kita temui berbagai bentuk acara, baik dalam bentuk pengajian, diskusi, seminar, atau lainnya. Biasanya acara - acara diadakan untuk mengisi acara seperti pemberangkatan haji, bulan rajab, maulid Nabi, pengajian rutin setiap minggu dan sebagainya. 


Naahh.... Agar acara pengajian atau pertemuan tersebut berjalan lancar, maka perlu adanya "MC" Pembaca acara atau moderator untuk mengarahkan jalannya sebuah acara. Siapapun bisa menjadi MC, namun untuk menjadi seorang MC yg baik, tentu harus memiliki persiapan, bekal, juga latihan yang cukup agar nantinya apa yang disampaikan bisa dipahami oleh banyak orang.  

Dalam  sajian kali ini kita akan bahas dan belajar bagaimana menjadi seorang pembawa acara atau MC. Dan sebagai bekal awal, berikut ini ada 5 tips menjadi MC yang baik (handal) bagi pemula... Mari disimak.

1. Percaya Diri

Percaya diri sangat penting ketika berhadapan di depan orang banyak saat membacakan acara, yakinlah akan kemampuan MC bisa dan mampu membawakan acara dari awal hingga akhir, ikuti apa kata panitia acara dan berusaha tetap profesional, apapun yang terjadi MC harus tetap fokus dan fokus.


2. Kuasai Acara

Sebelum hari H, sebaiknya MC harus sudah tahu jenis acara yang akan dibawakan, mulai dari waktu, tempat, jenis acara dan tamu yang datang, jadi MC sudah ada bayangan acara tersebut akan dibawakan seperti apa nantinya. Jangan lupa susunan acara sudah ada di tangan, jika takut lupa MC boleh mencatatnya di antara susunan acara tadi. Acara akan berjalan dengan baik atau sebaliknya ada pada pembawa acara, jadi di poin ini MCharus benar - benar menguasi.


3. Tetap tenang dan Tersenyum/ramah

Apapun yang terjadi dengan acara MC bawakan tetap tenang, misalkan ada insiden kecil salah penyebutan nama tamu undangan, atau hal lainnya MC harus tetap tenang dan tersenyum. Membawakan acara kamu harus terlihat ramah humble, kuncinya ada pada senyuman keramahan MC, karena pada saat itu MC adalah Gueststart-nyaGueststart-nya acara. 


4. Jangan Salah Kostum/ pakaian. 

Menjadi pembawa acara harus berpenampilan sebaik dan semenarik mungkin, agar kamu nyaman dilihat. Pastikan sudah benar - benar mengetahui jenis acara yang akan dibawakan, agar tidak salah kostum karena kostum menjadi salah satu pendukung sebagai pembawa acara. Jika acara yang dibawakan adalah pesta pernikahan maka kostum yang dikenakan MC harus sesuai, misal : baju adat, atau jas, beskap, ataupun batik. 

Catatan : pakaian MC sebaiknya tidak mencolok dan terlihat mewah dibanding dengan sohibil bait/ yang punya acara. Hal ini dilakukan sebagai salah satu bentuk penghormatan kepada tuan rumah/ sohibul bait. 


5. Berdoa

Jadikan doa sebagai senjata terbaik sebelum membawakan acara, jangan lupa sebelum memulai acara MC berdoa agar acara yang akan dibawakan berjalan dengan lancar dan sesuai dengan apa yang diharapkan. Serta jangan patah semangat dan terus mencoba. 


Agar bisa langsung latihan, berikut ini kami sajikan pula contoh teks MC  yang bisa dijadikan referensi. Plus teks sambutan tuan rumah (shohibul bait/ shohibul hajjat) ataupun ketua panitia/ penyelenggara acara. Adapun contoh teks kami sajikan dalam dua bahasa (Bilingual) yakni Bahasa Indonesia dan Bahasa Jawa. 


CONTOH TEKS MC (BAHASA INDONESIA) 


TEKS PEMBAWA ACARA (MC) MAJELIS PENGAJIAN/ DOA 



Assalaamu ‘alaikum wa rohmatulloohi wa barokaatuh


Yang kami hormati para Sesepuh, Bapak, Ibu, Kangmas, Mbakyu, Adik – Adik, Saudaraku sekalian keluarga besar Jamaah pengajian (........................). Pertama, mari kita panjatkan puji syukur kehadirat Alloh SWT yang telah memberikan banyak kenikmatan dan karunia kepada kita semua sehingga pada kesempatan kali ini kita dapat berkumpul di kediaman                           (Bp/ Ibu………………) untuk silaturrahim serta ber’amaliyah/ doa bersama. Yang Kedua, sholawat bertabur salam semoga senantiasa tercurah kepada Baginda Rosul Muhammad SAW beserta keluarga, shohabat, dan para pengikutnya. Semoga kita yang duduk dalam majelis ini  Insya Alloh mendapat syafaatnya, Aamiin. 


Hadirin yang kami hormati, tidak lupa pula kami menghaturkan beribu terimakasih kepada                          (Bp/Ibu ……………..) sekeluarga, yang telah berkenan menyediakan sarana prasana maupun fasilitas pada acara kali ini. Semoga ini semua menjadi salah satu wujud ‘Amal ‘Ibadah yang diterima Alloh SWT, dan teriring doa semoga (Bp/Ibu ……………) sekeluarga senantiasa mendapat limpahan kenikmatan dan keberkahan dari Alloh SWT. Aamiin. 


Selanjutnya, perkenankan saya membacakakn susunan acara  :

1. Pembukaan

2. Sambutan tuan rumah/ shohibul bait

3. ’Amaliyah Doa (Tahlil) yang akan dipimpin oleh ……………..

4. Laporan Dana Kas

5. Pengumumam dan Lain – lain

6. Penutup 


Hadirin Rohimakumulloh, mari majelis pada malam hari ini kita buka bersama dengan membaca (Pilih salah satu :  Basmalah / Ummul Qur’an Al Faatihah), terimakasih. Acara berikutnya yakni sambutan tuan rumah yang akan disampaikan oleh (……………....), kepada beliau kami persilahkan. Kami ucapkan terimakasih kepada (………………..) yang telah berkenan memberikan sambutan. Acara selanjutnya yaitu ’Amaliyah Doa (Tahlil) yang akan dipimpin oleh (………………), dan Pembacaan Do’a Oleh (………………), untuk itu kepada beliau kami persilahkan, sumonggo. 


Bapak/ Ibu/ Saudara, hadirin yang dirahmati Alloh, Demikian tadi ‘Amaliyah dan Doa yang telah dipimpin oleh (……………….), kami ucapkan terimakasih kepada beliau. Semoga ‘amaliyah kita diterima Alloh SWT, dan dapat memberi kemanfaatan bagi kita dan para ahli kubur. Aamiin. Acara selanjutnya adalah laporan dana Kas Kita, kepada (………………….) kami persilahkan. Kami haturkan terimakasih kepada bendahara yang telah melaporkan kondisi keuangan Kas kita. Memasuki acara selanjutnya yakni pengumuman dan lain – lain, pengumuman Majelis Doa yang akan datang Insya Alloh bertempat di kediaman                        (Bp/Ibu ………………… ) Bilamana ada pengumuman lain atau rembug maupun usulan, monggo kami persilahkan……


Bapak/ Ibu/ Saudara, hadirin sekalian. Acara selanjutnya yakni penutup, untuk itu mari majelis doa malam ini kita tutup bersama dengan membaca Hamdalah : Alhamdulillaahi robbil ‘aalamiin. Saya Sebagai pembawa acara, tentunya banyak kesalahan/ kekhilafan saya memohon maaf kepada hadirin semua, terimakasih ….


Akhiirul Kalaam  :  Wassalaamu ‘alaikum wa rohmatulloohi wa barokaatuh. 





CONTOH  TEKS MC BAHASA JAWA


TEKS PEMBAWA ACARA (MC) MAJELIS PENGAJIAN

Assalaamu ‘alaikum wa rohmatulloohi wa barokaatuh

Wonten ngarsanipun para pepunden, sesepuh pinisepuh ingkang satuhu kinabekten, para bapak/ Ibu ingkang sinuba ing pakurmatan, saha para sedherek kula sedaya ingkang bagya mulya. Langkung rumiyin sumangga kula dherekaken ngaturaken puji syukur wonten ngarso dalem Gusti Alloh SWT ingkang sampun paring kathah kanikmatan dhateng kita sedaya, satemah kita saged rawuh wonten dalemipun Bp/Ibu ……………… saperlu silaturrahim lan ngamaliyah donga sesarengan. Mboten kesupen sholawat – salam Gusti Alloh SWT mugi tansah rumentah wonten ngarsanipun junjungan kita Nabi Agung Muhammad SAW, Insya Alloh mugi – mugi kita sedaya pikantuk syafangatipun. Aamiin.

Para rawuh ingkang minulya, minangka pranatacara keparenga kula ngaturaken urutaning adicara wekdal menika :

1. Pambuka

2. Atur Pambagyaharja/ Yuwana Saking ingkang kagungan dalem (Shohibul Bait)

3. Ngamaliyah Donga (Tahlil) Ingkang Badhe Dipun Pangarsani Dening …………………..

4. Laporan Kaartan/Arta Kas

5. Pengumuman/ Pambyawara/ Pambiwara

6. Panutup

Para Bapak/ Ibu sedherek kula sedaya, mangga adicara menika kita purwakani kanthi sesarengan maos …. (Pilih : Basmalah / Ummul Qur’an Al-Faatihah..), nuwun. Adicara Salajengipun inggih menika atur Pambagyaharja Saking ingkang kagungan dalem, pramila dhumateng …………………. kita aturaken, sumangga. Kita aturaken panuwun dhumateng penjenenganipun …………… ingkang sampun kersa paring atur pangandiakan.

Sagung para rawuh ingkang kula tresnani, salajengipun inggih menika Ngamaliyah donga (Tahlil) dening …………. Dene Waosan Donganipun Kito Suwun Dhumateng …………………, wekdal kita aturaken sumangga. Mekaten wau Ngamaliyah lan Donga ingkang sampun kita lampahi mugi ndadosaken ngamal ngibadah ingkang Maqbul lan manfangati dhateng kita lan para ahli kubur, Aamiin. Mboten kesupen kita aturaken agunging panuwun dhateng ………….. Ingkang sampun mimpin ngamaliyah lan donga.

Para sedherek kula sedaya, ngaturaken adicara salajengipun inggih menika laporan Kaartan/ ‘Dana Kas’ dhumateng ……………….. kita aturaken. Maturnuwun dhumateng bendahara ingkang sampun kersa paring laporan. Adicara salajengipun inggih menika pengumuman utawi pambiwara : Insya Alloh pepanggihan ingkang badhe dhateng dawah wonten dalemipun Bp/Ibu…………… Mekaten njih..?!. Para sedherek, Ing mbok bilih wonten pandangon, rembagan, menapadene usulan sumangga kita caosi wekdal……

Sagung para lenggah : bapak/ Ibu, saha para sedherek kula sedaya, adicara salajengipun inggih menika panutup. Mangga adicara majelis donga menika kita pungkasi kanthi waosan Hamdalah : Alhamdulillaahi robbil ‘Aalamiin. Wusana kula ingkang nderekaken lampahing adicara temtu kathah kekirangan saha kalepatan saestu kula nyuwun agunging pangapunten, pungkasaning atur….. :

Wassalaamu ‘alaikum wa rohmatulloohi wa barokaatuh


CONTOH TEKS SAMBUTAN (BAHASA INDONESIA) 


Assalaamu ‘alaikum wa rohmatulloohi wa barokaatuh

Para Sesepuh, Bapak, Ibu, Saudaraku sekalian yang kami sayangi dan kami hormati. Puji syukur Alhamdulillah mari bersama kita panjatkan kehadirat Alloh SWT Tuhan semesta alam. Tidak lupa pula semoga salam - sholawat Alloh SWT senantiasa telimpah kepada Panutan kita, Rosululloh Muhammad SAW Nabi akhir zaman. Insya Alloh Semoga kita semua termasuk golongan ummat yang mendapatkan Syafa’atnya, Aamiin.

Saudaraku sekalian..., Perkenankan saya berbicara dihadapan penjenengan semua untuk memberikan sambutan mewakili keluarga ;

PERTAMA, kami mengucapkan : SELAMAT DATANG di rumah kami “MARHABAN AHLAN WA SAHLAN BI KHUDUURIKUM”.

YANG KEDUA, kami mengucapkan TERIMA KASIH yang mendalam kepada penjenengan semua, karena penjenengan semua berkenan meluangkan waktu untuk hadir bersilaturahim di rumah kami dalam majelis doa selapanan pada kesempatan ini. Semoga dapat semakin mempererat jalinan persaudaraan kita, teriring doa semoga ini menjadi wujud nilai ibadah yang diterima Alloh SWT dan dengan demikian semoga Alloh berkenan melimpahkan rahmat kenikmatan dan keberkahan kepada keluarga kita semua. Aamiin Alloohumma Aamiin.

YANG KETIGA, apabila nanti hidangan/ suguhan dari kami sudah tersaji kehadapan Bapak/ Ibu Saudara sekalian, SUMONGGO… dinikmati dengan seleluasa mungkin.

SELANJUTNYA, kami juga menghaturkan PERMOHONAN MAAF kepada Bapak/ Ibu/ saudara sekalian apabila ada hal yang kurang berkenan dihati atau banyak kekurangan dari kami dalam memfasilitasi, menyambut, maupun dalam memberikan suguhan nantinya. Besar harapan dari kami, sekiranya penjenengan semua berkenan memaafkan kami. Terimakasih.

Bapak/ Ibu/ Saudaraku sekalian keluarga yang kami hormati. Kiranya demikian sambutan dari saya mewakili keluarga, sekali lagi kami mengucapkan terimakasih atas segala perhatian dan saya mohon maaf atas segala kekurangan, kesalahan, kekhilafan, maupun tutur kata yang kurang berkenan.

Akhiirul Kalaam : Wassalaamu ‘alaikum wa rohmatulloohi wa barokaatuh



CONTOH TEKS SAMBUTAN (BAHASA JAWA) 


Assalaamu ‘alaikum wa rohmatulloohi wa barokaatuh


Dhumateng ngarsanipun para pepunden, sesepuh pinisepuh ingkang satuhu kinabekten, para bapak/ Ibu ingkang kinurmatan, saha para sedherek kula sedaya Brayat Ageng warga RW 13 Malangan ingkang tansah bagya mulya. Puji Syukur sumangga tansah kita aturaken wonten ngarso dalem Gusti Alloh SWT ingkang sampun paring kanikmatan dhateng kita sedaya, satemah kula lan penjenengan sedaya saged rawuh silaturrahim wonten griya kula sakluwarga puniki. Sholawat – salam saking Gusti Alloh SWT mugi tansah rumentah wonten ngarsanipun junjungan kita Nabi Agung Rosululloh Muhammad SAW, sak garwa putra, shohabat, miwah pendherekipun. Insya Alloh kita sedaya mugiya kalebet ummat ingkang pikantuk syafangatipun. Aamiin.


Para lenggah ingkang minulya, kepareng kula matur wonten ngarsa penjenengan sedaya saperlu caos pambagyaharja minangka talanging atur wakil saking kulawarga :


INGKANG KAPISAN, kula sakulawarga ngaturaken SUGENG RAWUH “MARHABAN AHLAN WA SAHLAN BI KHUDUURIKUM”,  lan  SUGENG LENGGAH KANTHI MARDIKANING MANAH.

INGKANG ANGKA KALIH, kula NGATURAKEN AGUNGING PANUWUN ingkang tanpa pepindhan. Awit penjenengan sedaya sampun kersa rawuh wonten griya kula puniki saperlu silaturrahim lan ngamaliyah sesarengan, mugi – mugi menika saged anjalari tansaya rumaketipun pasedherekan kita. Kairing donga mugi – mugi menika wau dados ngamal ngibadah ingkang Maqbul  lan sageda dados Wasilah tumuruning rohmat kaberkahan Alloh SWT dhumateng kita sedaya. Aamiin.

INGKANG ANGKA TIGA, ing mbok bilih samangke penjenengan sedaya sampun kaladosan pasugatan ingkang arupi dhaharan punapa dene unjukan, SUMANGGA…. samangke  KASUWUN dipun resepi sarta dipun nikmati kanthi mardu mardikaning penggalih. 

ING SALAJENGIPUN, kula sakulawarga NYUWUN AGUNGING PANGAPUNTEN dhateng penjenengan sedaya. Temtu wonten bab – bab ingkang mboten mranani ing penggalih lan ugi kathah kekirangan anggen kula caos pakurmatan. Pramila saestu kula sakulawarga tansah nyenyadong paringipun pangapunten, mugi – mugi penjenengan sedaya kersa paring pangapunten dhateng kula sakulawarga. Nuwun.


Para Bapak/ Ibu, sedherek kula sedaya kulawarga ageng warga RW 13 Malangan ingkang kula tresnani. Ing mbok bilih cekap semanten lan mekaten anggen kula matur amakili kulawarga, temtu kathah kekirangan tuwin kalepatan saestu kula nyuwun lumunturing sih samudra pangaksama. Matur nuwun. 


Akhiirul Kalaam  :  Wassalaamu ‘alaikum wa rohmatulloohi wa barokaatuh







Bilamana ingin mendownload file langsung, silahkan bisa klik link di bawah ini. 

>>>  Download di sini  <<<

Demikian. Semoga bermanfaat. Terimakasih. 

_______________________

Yogyakarta, November 2021. Ingsunsholihin

FIQIH MUSIM PENGHUJAN

*SEKELUMIT PENGETAHUAN SAAT MUSIM PENGHUJAN* 
 _***seputar pengingat, dzikir, doa, dan amalan saat musim penghujan_ ========================================================

_"Ahh... hujan lagi !! Jadi kacau acaraku nanti...!!!"_ 

 _Walaahh... Pakai turun hujan segala... gimana ni agenda kita?!!_ 

 _Aduhh ...! Hujan lagi, hujan lagi, kapan ni redanya?!!_ 

Tak sadar lisan kita sering terucap kata-kata demikian dikala hujan turun membasahi bumi kita.

Saudaraku..., Hujan adalah anugerah (rahmat) dan berkah dari Allah SWT* kepada umat manusia. Dengan turunnya hujan, tumbuhan menjadi subur. Tumbuhan yang subur dan tumbuh dengan baik mampu memberi manfaat bagi manusia lewat buahnya, pohon yang rindang menyejukkan saat kita berteduh dibawahnya. Adapun air yang turun menjadi sumber kebutuhan kehidupan kita untuk : minum, masak, mencuci, mandi, wudhu, dan banyak manfaat lainnya.

Masihkah belum kita sadari...??? 

Saudaraku..., agar lebih manteb, mari simak firman Allah SWT berikut ini :

 وَهُوَ الَّذِي يُنَزِّلُ الْغَيْثَ مِن بَعْدِ مَا قَنَطُوا وَيَنشُرُ رَحْمَتَهُ وَهُوَ الْوَلِيُّ الْحَمِيدُ 

“Dan Dialah Yang menurunkan hujan sesudah mereka berputus asa dan menyebarkan rahmat-Nya. Dan Dialah Yang Maha Pelindung lagi Maha Terpuji.” (QS: Asy-Syuura [41] : 28). 

 وَنَزَّلْنَا مِنَ السَّمَاءِ مَاءً مُّبَارَكاً فَأَنبَتْنَا بِهِ جَنَّاتٍ وَحَبَّ الْحَصِيدِ 

"Dan Kami turunkan dari langit air yang penuh keberkahan lalu Kami tumbuhkan dengan air itu pohon-pohon dan biji-biji tanaman yang diketam.” (QS: Qaaf (50) : 9).

Karena itulah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan orang soleh masa silam, sangat gembira dengan turunnya hujan. Sehingga mereka mengambil berkah dengan air hujan.
Disebutkan dalam hadits shahih:

عن أنسٍ -رضي الله عنه-، قال: أصابنا ونحن مع رسول الله -صلى اللهُ عليه وسلم- مطرٌ، قال: فحسَر رسول الله -صلى اللهُ عليهِ وسلم- ثوبَه حتى أصابَه مِن المطر، فقلنا: يا رسول الله! لمَ صنعتَ هذا؟ قال: “لأنَّه حديثُ عهدٍ بِربِّه تعالى”

Dari Anas bin Malik radhiallahu ‘anhu berkata, “hujan turun membasahi kami (para Sahabat) dan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa alihi wasallam, maka Rasululullah shallallahu ‘alaihi wa alihi wasallam membuka bajunya, sehingga hujan mengguyur beliau, maka kami bertanya, ‘Wahai Rasulullah untuk apa engkau berbuat seperti ini?’ Beliau menjawab,

لِأَنَّهُ حَدِيثُ عَهْدٍ بِرَبِّهِ تَعَالَى
“Karena sesungguhnya hujan ini baru saja Allah ta’āla ciptakan.” (HR. Muslim no. 898).


 Saudaraku... Islam juga menganjurkan umatnya untuk menjalankan 'amalan kesunahan ketika musim hujan/ saat turun hujan, diantaranya sbb : 
 📍Bersyukur, atas nikmat yg Allah turunkan 
 📍Memohon perlindungan dan berdoa, 
 📍Memperbanyak doa
 📍Jangan mencela hujan yg turun 
 📍Berwudhu dengan air hujan tsb. Dg kata lain : mengambil berkah hujan dg berwudhu. 
 📍Berdoa/ dzikir setelah hujan reda.

 Saudaraku..., Saat musim hujan/ hujan turum merupakan kesempatan terbaik untuk berdoa dan bermunajat. InsyaAllah doa kita akan diijabah. Nabi bersabda,

 اُطْلُبُوا اسْتِجَابَةَ الدُّعَاءِ عِنْدَ ثَلَاثٍ : عِنْدَ الْتِقَاءِ الْجُيُوشِ ، وَإِقَامَةِ الصَّلَاةِ ، وَنُزُولِ الْغَيْثِ 

Carilah do’a yang mustajab pada tiga keadaan : [1] Bertemunya dua pasukan, [2] Menjelang shalat dilaksanakan (antara adzan dan iqomah), dan [3] Saat hujan turun. [HR. Imam Syafi'i dan Iman Baihaqiy].

 📝Berikut ini doa-doa yang bisa kita lafadzkan :  

*Doa ketika turun hujan* 

 اللَّهُمَّ صَيِّبًا نَافِعًا 

“Allahumma shayyiban nafi’an."
 Ya Allah, curahkanlah air hujan yang bermanfaat. (HR Bukhar dari Aisyah RA).

*Doa setelah turun hujan* 

مُطِرْنَا بِفَضْلِ اللـهِ ورَحْمَتِهِ 

"Muthirnaa bifadhlillahi wa rahmatihi."
 _Diturunkan kepada kami hujan berkat anugerah Allah dan rahmat-Nya. (HR Bukhari)_ 

*Doa ketika hujan lebat (Doa meminta hujan reda/ dipindah)* 

اللَّهُمَّ حَوَالَيْنَا وَلاَ عَلَيْنَا ، اللَّهُمَّ عَلَى الآكَامِ وَالظِّرَابِ ، وَبُطُونِ الأَوْدِيَةِ ، وَمَنَابِتِ الشَّجَرِ 
“Allahumma hawalaina wala ‘alaina. Allahumma ‘alal akami wa adhirabi, wa buthunil auwdiyati, wamanabitisyajari." 

 _Ya Allah turunkan hujan ini di sekitar kami jangan di atas kami. Ya Allah curahkanlah hujan ini di atas bukit-bukit, di hutan-hutan lebat, di gunung-gunung kecil, di lembah-lembah, dan tempat-tempat tumbuhnya pepohonan. (HR Bukhari Muslim)_ ▫️ 

*Doa/ dzikir ketika melihat petir dan mendengar guntur* 

 (a) Baca Tasbih : _Subhanallah_ 
 (b) atau membaca doa berikut : 
سُبْحَانَ الَّذِيْ يُسَبِّحُ الرَّعْدُ بِحَمِدِهِ وَالْمَلاَئِكَةُ مِنْ خِيْفَتِهِ 

 Subhanalladzi yusabbihur ro'du bi hamdihi wal mala-ikatu min khiifatih _

Artinya: "Maha Suci Allah SWT yang petir dan malaikat bertasbih memuji Allah SWT karena rasa takut kepada-Nya"_ ▫️ 

*Doa saat hujan lebat disertai angin, atau saat melihat angin kencang :* 

ﺍﻟﻠﻬﻢ ﺇﻧﻲ ﺃﺳﺄﻟﻚ ﺧﻴﺮﻫﺎ ﻭﺧﻴﺮ ﻣﺎ ﻓﻴﻬﺎ ﻭﺧﻴﺮ ﻣﺎ ﺃﺭﺳﻠﺖ ﺑﻪ ﻭﺃﻋﻮﺫ ﺑﻚ ﻣﻦ ﺷﺮﻫﺎ ﻭﺷﺮ ﻣﺎ ﻓﻴﻬﺎ ﻭﺷﺮ ﻣﺎ ﺃﺭﺳﻠﺖ ﺑﻪ 

 “Allahumma innii as’aluka khoiroha wa khoiro maa fiihaa wa khoiro maa ursilat bihi. Wa a’udzu bika min syarriha wa syarri maa fiihaa wa syarri maa ursilat bihi.”

 _Artinya: “Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu kebaikan angin ini dan kebaikan yang terkandung padanya serta kebaikan apa yang dibawanya. Dan aku berlindung kepada-Mu dari kejelekannya dan kejelekan yang ada padanya dan kejelekan apa yang dibawanya.” (HR Al Bukhari)_
 
Demikian semoga sekelumit pengetahuan di musim penghujan ini bisa menjadi penyebab juta-an keberkahan yang Allah turunkan. Aamiin.

_______________ 

Yogyakarta Nopember 2021, disajikan : Ingsunsholihin

Selasa, 14 September 2021

EDISI AL-QUR'AN PERSPEKTIF MEDIS

 






IMUNITAS TANGGUH DENGAN MUKJIZAT AL QURAN.


_Oleh : Muhammad Darowi Ibnu Rusydi ***_

=========================



يَا أَيُّهَا النَّاسُ قَدْ جَاءَتْكُمْ مَوْعِظَةٌ مِنْ رَبِّكُمْ وَشِفَاءٌ لِمَا فِي الصُّدُورِ وَهُدًى وَرَحْمَةٌ لِلْمُؤْمِنِينَ


Artinya: "Hai Manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu pelajaran dari Tuhanmu dan penyembuh bagi penyakit-penyakit (yang berada) dalam dada dan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang yang beriman." (QS. Yunus: 57)


Al Quran juga dinamakan _Asy-Syifaa_  artinya penawar atau obat. Para 'Alim maupun _'Ulama Salaafus-Sholih jumhur_  berkeyaqinan bahwa Al-Quran yg rutin dibaca atau bacaan dzikir lainnya yg rutin dibaca dan di amalkan akan menjadikan pengamalnya _Bi Idznillah_ memiliki   imunitas dan kekebalan anti body yg sangat kuat.  Bahkan diberikan penawar ataupun obat dari Allah SWT. 


Ada beberapa sebab yg menjadikannya begitu karena :

وَنُنَزِّلُ مِنَ الْقُرْآنِ مَا هُوَ شِفَاءٌ وَرَحْمَةٌ لِلْمُؤْمِنِينَ.

Artinya: "Dan Kami turunkan dari Al-Qur'an suatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman." (QS. Al-Israa: 82)

وَيَنْصُرْكُمْ عَلَيْهِمْ وَيَشْفِ صُدُورَ قَوْمٍ مُؤْمِنِين.

Artinya: "Dan (Allah ) akan melegakan hati orang-orang yang beriman". (QS. At-Taubah:14).

Pertama - Al Quran itu mu'jizat sepanjang zaman hingga hari kiamat, artinya, kemukjizatannya bisa dibuktikan sepanjang masa, sesuai dgn kapasitas iman dan keyakinan pembacanya.


Kedua - Al Quran adalah sebaik-baik ucapan, karena ia itu kalam (firman) Allah yg tidak bisa ditandingi ucapan mahlukNya, sehingga saat dibaca dgn syarat thaharah (suci) akan memancarkan energi positif berujud Nur/cahaya yg bermanfaat bagi kehidupan manusia.


Ketiga - bacaan Al Quran akan menyusun molekul cairan dalam tubuh manusia pembacanya, membentuk susunan molekul cairan yg indah dan teratur, yg berefek positif pada lenturnya urat syaraf dan lancarnya peredaran darah, dan melancarkan penyediaan anti body dgn lebih cepat saat terinfeksi virus berbahaya.


Seorang peneliti asal Jepang bernama Dr Masaru Emoto menunjukkan sebuah hasil pengamatan yang berkaitan dengan perubahan air saat dibacakan doa, diperdengarkan musik, dan pada lingkungan tertentu dalam penelitiannya, sebagaimana dilansir High Existence, Rabu (6/9/2016), 


Untuk mencapai efek positif yg maksimal dari bacaan Quran maupun dzikir, maka Quran harus rutin dibaca, membacanya dalam kondisi suci dari hadats, najis, dan tidak mengkonsumsi barang haram, membacanya dalam shalat tahajjud, dan didukung amalan puasa sunnah.


Bila kita mampu mengamalkan dgn efek maksimal, maka anda akan selalu sehat, gak butuh suplemen/ obat2 tertentu, karena fadhilah dari kemukjizatan Al Quran akan menetralisir segala bahaya langit dan bumi.


______________________

***Penulis adalah pengajar, aktivis dakwah, dan praktisi beladiri. 

Pengajar (1) Guru B. Arab/ Ismuba SD Muhammadiyah Karangkajen Yk. (2) Pengajar PAI SD N Terbansari Yk. 

Guru/ Pelatih Perguruan Beladiri Wali Songo Garuda Sakti Cabang Yogyakarta. 

Mursyid Majelis Thariqah Ahlu Dzikri Yogyakarta.

Pengurus dan aktivis Masjid Darul Husna dan Masjid Al-Anhar Warungboto Yk. 

Pengisi tetap di beberapa majelis ta'lim.