Rabu, 20 Juni 2018


AKULTURASI BUDAYA

Dalam penggalan Video singkat ini, menampilkan Akulturasi ARAB dengan JAWA, maupun sebaliknya. Bisa juga dikatakan berkolaborasi. Dua unsur yang baik dan memiliki karakter masing-masing bergabung melebur menyatu selaras menghasilkan product yang tak kalah baiknya.

Tampak semua cukup bergembira, baik para pelaku seni dan penikmatnya. sekelumit pengalaman dan fakta ini menandakan seni dapat menyentuh semua lapisan khalayak masyarakat tanpa pandang status, pangkat, maupun golongan. Terbukti pula di sini Agama Islam kita sangat Luwes (Rohmatan Lil 'alamiin), mampu membaur merangkul dengan unsur apapun selama tidak ada nuktah syirik/ penyekutuan terhadap Alloh SWT. Agama islam pun mampu menjadi perekat hati masyarakat. Mari kita tengok ke belakang, bagaimana para wali (Walisanga) mampu mengislamkan tanah jawa maupun Nusantara dengan sentuhan seni dan budaya. Seni identik dengan estetika dan keindahan, selaras dengan kalam hadits Nabi :

INNALLOOHA JAMIILUN YUHIBBUL JAMAALA.

Sesungguhnya Alloh SWT Dzat yang Maha Indah, Dan Ia (Alloh SWT) sangat menyukai keindahan

Begitulah, salah satu prinsip agama Islam kita. Tentu dengan pegangan hadits ini kita berharap para pemeluk Agama Islam (muslim) menjadi agen - agen dan sosok duta yang turut berkepribadian Rohmatan Lil 'Alamiin pula, menjunjung tinggi etika kesopanan, berakhlak mulia, berbudi luhur, penuh toleransi, ramah, cinta damai dann tebar kasih sayang kepada semua makhluk-Nya. InsyaAlloh Nusantara Jaya, NKRI benar - benar Merdeka, Indonesia Aman Sejahtera Sentausa, dan Budhaya Nusantara khususnya Jawa akan senantiasa kondhang kaloka kumandang mengudara seantero Jagad Mayapada. Aamiin Yaa Mujiibassaa-iliin.


MARI SIMAK VIDEONYA....



Jumat, 23 Maret 2018

BIDAYATUL HIDAYAH

AWAL PERMULAAN (TURUNNYA) PETUNJUK HIDAYAH 

Ini adalah sepenggal kisah seorang hamba Alloh SWT yang mendapat pelajaran dan hidayah dari sebuah peristiwa yang ia alami. Peristiwa tersebut membuatnya berubah haluan menjadi hamba yang lenih baik dari sebelumnya. Tulisan kali ini disajikan dalam Bahasa Inggris, tidak ada maksud sok kebarat - baratan. Hanya sekedar sebagai variasi konten (isi) blog semata. Semoga bermanfaat.


My Unforgotten Experience in Ramadhan 2000 – 2001 

Childhood is happinest time for kids. Al off kids are likes that time. They can be happy whit their play, they also can be sad with their play. That moment (time) the kids are  free to do their ekspression. Every time in childhood can make fun, can make sad, can make snile, can make cry, can make every difficult  be  easy, can make all activity full of smile. Childhood also can make experience, can make unforgotten experience, can make funny experience or funny story… it si complette.

Remembered about my experience in childhood, unforgotten experience. Before it can I to introduce my self. My name is Iin Sholihin, I’m  a male, I was born in Yogyakarta  on September  1989. I lift in Malangan, the best village for me. In this village I got manykind of knowledge and experience. Remembered in Ramadan 2001, long times ago. We are know, that islam had five pillars :
  • Syahadah,  A short statement declaring the greatness and onaness of God
  • Sholat, Prayer that is offered five times a day
  • Shoum, the fast thats takes place during ramadan
  • Zakat,  a religius tax used for the poor, the sick, and the others less privileged in the islamic community
  • Hajj, the pilgrimage to the holy city of Mecca

We know, the tird pillars reference an also importan muslim holiday. That is shoum, when we did it in Ramadan . Ramadan is the ninth  month of islamic calendar, this month last 29 – 30  days. (remembered) in  Ramadan 2001 I was 12 years old, I expected to observe the fast in the noon, and prayed tarowih in the night, and also  wake up to post midnight meal (sahur). They are  my  daily activity in ramadan. First day in Ramadan , I felt heavy to fast. I felt my body  was pliant and very-very hungry and thirsty. My skull was sweat and my stomach was string because hungry. On this day I only could sit and sleep because my body was pliant. I prayed dhuhur and asar with weak, do not hat spirit and power.

Still on firs day of ramadan,  thought I feel hungry, thirsthy, pliant and also weak, I do not vain my fast, I kept my fast. Until  time to break the fast, I got my power. I  was happy and smile full, I got the fresh for  it. Afther that I prayed  maghrib together  with my  friends in Nurul Huda mosque.

Not only that,  one moment when I  not  forgot it in the ramadan (unforgotten moment). When I prayed Tarowih with my friends in musholla Nurul Huda ( in front of Nurul Huda mosque).  That incident was happened in midle of ramadan  ( fifteenth or sixteenth day of ramadan). That time 07.00 P.M. We are prayed Isya in musolla, mr. Sukidi as command / imam and speaker (da'i). Afther prayed,  we listened islamic lesson ( kultum). We listwned seriously, but at last season in  “kultum” we was commotion, mr.Sukidi as speaker as not respected, he felt  it's normal. He think commontion is habbitualy of kids. Because it we were enjoyed. Time  07.20 P.M, we prayed tarowih.

In the midle of prayed tarowih , the situation not condusif, I and my friends  commotioned... so the musolla  was crowded.  Mr. Sukidi responed it, he gave  advice to I and my friends . He gave intruction for some kids, included I and Cholis (my old friend) to be quite. The commotion happened again and again. Believe it or not , the provocator ( it's my opinion) is Cholis, not me. Mr.Sukidi saw to me, he held and pulled mt hand and drived me to toilet, I criyed and streamed, he nevermind about my cry. He put in me  to the toilet and he locked toilet. I only could criyed and streamed.. pray tarowih was advanced. A moment afther that, my friend ( name is Opik) gone to toilet and opened the dor (the door another, couse that toilet had two doors, opened from out). I could exited from  it and I said thanks to he. Afther it Opik gone to tarowih, and I gone  back to my home.

Afther this incident, I not came in musholla to tarowih during 3 -5 days, because I still ashamed if I met my friends and mr.Sukidi.. That moment I thought and quested  to my self: “ Why mr. Sukidi gove panishment to me?  not  to my friends another?. Did I make trouble in that incident/ moment?, in fact, my friend (Cholish) also make trouble in that incident ….”.  ( I don't know) . Gradually I felt It's no problem...... It's the lesson for me to be better ... to be the best personaly.

That is my story, my experience, also my funny story when I can not forget it until to day. Now I can think, that incident can makes me to think alot to do something. I must think moderat, I must can make a problem solving if  I  meets  some of problem.. All of incident always bring a lesson, That's right ???

Senin, 29 Januari 2018


BANCAKAN WETON ;
(Syukuran , sedekah peringatan hari lahir)

Mengkaji sebuah tradisi  islami dan membudaya yang masih hidup serta ada di desa Malangan


Hari lahir seseorang dengan pasarannya (Legi, Pahing, Pon, Wage, Kliwon)  atau yang lebih sering dikenal dengan nama “Weton” pada umumnya dirasakan biasa-biasa saja oleh kebanyakan orang, terutama orang yang pola pikirnya mengikuti modernisme dan biasa tinggal di kota. Namun weton akan terasa bermakna dan berbeda bagi sebagian orang yang tahu akan makna di balik weton tersebut, dan bagi orang yang mempercayainya (orang jawa pada umumnya). Di desa Malangan, kelurahan Giwangan, kecamatan Umbulharjo Yogyakarta, kepercayaan akan weton tersebut masih ada hingga saat ini. Masyarakat di sana menganggap weton seperti layaknya hari ulang tahun, walau begitu, perayaan / peringatan weton ini tidak identik  dengan pesta dan penghambur-hamburan uang yang tiada guna, melainkan diperingati dengan sederhana, khidmat dan tentunya menjunjung  tinggi norma  setempat dan mengandung nilai-nilai luhur syari'at  islam.

Weton dirayakan  dalam beberapa bentuk. Di Kampung Malangan, dirayakan/ diperingati dengan mengadakan   tasyakuran sederhana dengan membuat menu makanan tradisional yang kemudian nanti  di bagi-bagikan kepada tetangga sekitar, yang semacam ini sering dikenal dengan nama “Bancakan”. Adapun makanan tradisional tersebut dibuat dalam berbagai macam bentuk menu, ada yang biasanya membuat “nasi gudangan”  (nasi dengan sayur rebusan bayam, kacang panjang, potongan wortel dan bumbu urap) yang diimbuhi dengan sepotong kecil telur rebus dan sebuah pisang. Ada juga yang biasa dengan membuat nasi kuning, ada juga yang membuat bancakan weton dengan membuat jenang / bubur dua warna dua rasa. Menurut bapak Kardi wiyarjo (seorang tokoh masyarakat Malangan dan ahli dalam bidang hitungan penanggalan Jawa), bancakan weton biasa dilakukan dalam memperingati hari lahir / weton anak yang masih usia balita ( 0 - 5 tahun ), seumpama ada anak yang lahirnya Kamis pahing , maka anak tersebut dibancaki setiap hari Kamis Pahing , yakni selama selapan (35 hari) sekali. Jika sudah di atas lima tahun biasanya sudah jarang di rayakan, Bila anak sudah dewasa,  weton biasanya dirayakan dengan cara yang berbeda, ada yang dengan mujahadah (dzikir dan munajat), dzikir muhasabah, atau dengan puasa riyadhoh. Ini dilakukan oleh orang yang bersangkutan.

Bancakan weton ini diadakan bukan dengan dasar yang asal-asalan, namun dengan  buah pikir yang berlandas pada nilai syari'at islam (ijtihad). Mengacu pada firman Allah SWT suroh Al-Baqarah ayat 3 :             
 
   وَمِمَّا رَزَقْنَاهُمْ يُنْفِقُونَ    وَيُقِيمُونَ الصَّلاة   الَّذِينَ يُؤْمِنُونَ بِالْغَيْبِ  ....

“Orang Muttaqin (bertaqwa), yaitu mereka yang beriman kepada yang gaib, yang mendirikan shalat dan menafkahkan sebahagian rezki yang Kami anugerahkan kepada mereka”

Serta hadis nabi muhammad SAW yang menerangkan tentang fadilah sedekah, bahwa shodaqoh dapat menolak bala, dan mendatangkan kebaikan/ rahmat Allah SWT dan fadilah yang masi banyak lagi, Bahkan nabi Muhammad melaksanakan puasa disetiap hari kelahirannya, yakni puasa senin - kamis. Maka bancakan weton ini merupakan manifestasi riil dari salah satu bentuk shodaqoh dan menghamba. Dengan wasilah bancakan weton ini orang memohon dan berharap kepada Allah SWT agar berkenan mensucikan hartanya, memberinya keselamatan, ketenraman , kebahagiaan hidup, kebarokahan umur orang yang dibancaki, menganugerahkan kenikmatan dan menjauhkan orang yang dibancaki  dari segala macam marabahaya.

Dahulu, banyak orang jawa yang merayakan weton dengan membuat bancakan / menu makanan yang kemudian di taruh di sudut-sudut jalan kampung atau di bawah pohon-pohon besar ataupun ditempat yang dianggap angker, ini dikenal dengn nama “sajen / sesaji”.  Dalam islam sesaji dihukumi harom , karena merupakan tindakan setan yang mengajak kepada kesesatan / kemusyrikan, sesuai surah Al-Ma'idah ayat 90 :

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ إِنَّمَا الْخَمْرُ وَالْمَيْسِرُ وَالأَنصَابُ وَالأَزْلاَمُ رِجْسٌ مِّنْ عَمَلِ الشَّيْطَانِ فَاجْتَنِبُوهُ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ

“Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya (meminum) khamar, berjudi, (berkorban untuk) berhala, mengundi nasib dengan panah, adalah termasuk perbuatan syaitan. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu mendapat keberuntungan.”



Dengan kedatangan syri'at islam, tradisi jahiliyyah tersebut dirombak oleh para 'ulama tanah Jawa dengan dikemas sedemikian mumkin,  dengan tidak meninggalkan esensi  dan nilai budaya / tradisi tersebut, maka kemudian lahir sebuah tradisi baru  yang merupakan modivikasi dari model tradisi sebelumnya, yang dikenal dengan nama Bancakan Weton ini.

Tulisan ini dibuat untuk melengkapi tugas mata kuliah Islam Budaya Lokal
Fakultas Dakwah da Komunikasi UIN SUKA Yogyakarta tahun 2010

Rabu, 24 Januari 2018


"RISIKO & DAMPAK" DARI GELIAT KEBANGKITAN NU 

ORMAS IJO - IJO YANG MULAI MEREKAH, SANG KOLEKTOR BID’AH HASANAH


Siapakah Nama Anda ? darimana asal Anda ? dimana Anda tinggal ? Apa Agama Anda ?  Apa  saja Organisasi yang Anda ikuti ?

Di zaman Now ini,  zaman yang sedang ramai dengan dunia virtual, murah dan mudahnya akses informasi, tentu Pertanyaan terakhir di atas (Apa Agama Anda/ Apa saja Organisasi yang Anda ikuti ?) akan menjadi penentu  sikap Si Penanya kepada Anda pada moment dialog selanjutnya. Bila anda menjawab : Agama saya Islam ! orang (si penanya) diam tak bergeming, sedang mikir -mikir mungkin. Bila anda menjawab : Organisasi yang saya ikuti diantaranya adalah NU !. Bisa saja si penanya akan langsung senyum. karena dia tahu bahwa NU organisasi yang Moderat suka tolesansi dan saling menghormati. Namun mumgkin bisa saja si penanya akan mengerutkan wajahnya, bila ia memahami bahwa NU adalah organisasi yang kolot, suka mengada - ada, tradisionalis, anti kemajuan, paham ajarannya tidak murni, dll. Apalagi bila si Penanya adalah Para Khilafer (Ahli/ pecinta Khilafah masa kini) para Wahaber (ahli/ pecinta Wahabi) dan sebangsanya, tentu akan terjadi sebuah diskusi panjang, berlanjut menjadi ajang perdebatan dan mungkin saling hujat bahkan bisa berakhir menjadi arena baku hantam. (Astaghfirulloohal 'Adziim).

Memang membahas NU tak akan pernah menjenuhkan. Ormas Islam moderat terbesar didunia ini (bahkan diakhirat) hobinya mengoleksi bid’ah berupa bid’ah hasanah jadi mengandung pahala dan layak untuk dipertahankan. Dari bid’ah yasinan, tahlilan, maulidan hingga shalawatan. Akhirnya banyak orang terpesona dan termehek-mehek dengan bid’ahnya NU ini. Tapi jangan salah, meskipun pemecah rekor pengoleksi bid’ah terbanyak hasil pooling versi salafi, bid’ah-bid’ahnya NU ini banyak yang suka bahkan mereka yang sudah terserang bid’ah NU yang disebut bid’ah mania, paling banyak diminati. Mulai dari kampung-kampung pedesaan hingga masyarakat metropolis. Tak heran jika bid’ahnya NU ini efeknya bikin adem, tak suka rusuh dan dan tak hobi berbuat keributan.

Bagaimana tidak adem, dimana-mana pengajian, dimana-mana majelis shalawatan dan dimana-mana dapat berkat. Bahkan ahli kuburpun ikut senang. Dengan jurus andalan surat alfatihah, mereka semua dapat kiriman pahala. Hebat kan? Jika ada yang tidak percaya dan ada yang butuh kiriman pahala, silahkan hubungi saya.

Orang NU itu hebat-hebat walaupun tak pernah merasa paling hebat. Bagaimana tidak hebat, mulai dari tukang macul, tukang sayur, ahli hisab (perokok), ahli rukyat (bukan perokok), kaum sarungan, pengusaha, intelektual, profesor, doktor, kiai, habaib dan ulama kumpul semua di NU. Jadi NU serba ada, produk lokal, aman tanpa efek samping, murah meriah dan adem ayem tanpa diskriminasi.

Orang NU itu selalu moderat, tidak suka virus radikal dan bakteri ekstrim. Itulah mengapa banyak orang yang ngantri ke NU, dari pelosok desa hingga manca negara. Tidak suka teriak tapir (eh kafir) kepada sesama umat beragama. Jika ada yang nuduh musyrik dan bid’ah, cukup dengan jurus talqin dan alfatihah, kaum yang sok anti bid’ah pasti langsung kepanasan, kelojotan dan kejang-kejang.

Uniknya, orang NU sangat cinta tanah air. Orang NU siap mati untuk membela NKRI karena membela tanah air bagian dari iman. Orang NU sangat sadar kalau tanah air dan negara adalah instrumen penting untuk menjalankan agama. Tanpa modal tanah air, bagaimana bisa menjalankan perintah agama? Walau tidak ada dalilnya cinta tanah air kata tetangga sebelah (khilafah) tapi orang NU tak pernah ragu untuk membela tanah air. Dengan jurus hubbul wathan minal iman, para khilafer dijamin langsung klepek-klepek mabuk sempoyongan tidak karuan.

Walau Hebat, orang NU selalu hormat kepada gurunya. Uluk salam, cium tangan kiai, kirim doa dan menziarahi. Karena bagi orang NU, membela Islam tak harus selalu teriak-teriak tidak tidak jelas tapi mengajarkan akhlak dan kemuliaan. Tanpa akhlak dan kelembutan, Islam bak makhluk yang menyeramkan, angker dan menakutkan.

Itulah asyiknya di NU. Tidak kaku dan tidak tegang karena NU bukan sumbu kompor dan bukan sumbu petasan yang cepat meledak membisingkan. Jika tetangga sebelah ngajak ribut maka cukup dibalas dengan guyonan, jika ada yang membuat gaduh cukup hanya dengan jurus andalan “gitu aja kok repot”.

Hanya orang NU yang hobi ziarah dan begadang kemakam-makam siang dan malam agar ahli kubur senang dido’akan dan yang ziarah mendapat pelajaran dari kematian. Karena hobi ziarah, kaum NU pun dituduh habis-habisan sebagai penyembah kuburan. Tapi orang NU tak kalah cerdas dan brilian, kaum ahli ziarahpun diberi gelar kehormatan oleh NU yaitu Sarjana Kuburan (Sarkub). Sebuah gelar istimewa tiada duanya yang tidak akan dapat dicari dikampus bonafit dan terkenal dimanapun. Yang saya tahu, salah satu titel yang diperoleh oleh Sarjana Kuburan yaitu S. Ag, singkatan dari Sarjana Alam gaib.

Itulah sekelumit bid’ah-bid’ah orang NU yang perlu diwaspadai. Jika tidak diwaspadai, bid’ah-bid’ah ini akan menyebar keseantero dunia. Bahayanya, kalau bid’ah-bid’ah ini sudah tersebar semakin luas maka masa depan salafer, wahaber dan khilafer semakin memprihatinkan dan akhirnya buyar tidak karuan. Jika sudah buyar, kita tidak akan mendengar lagi jurus-jurusnya yaitu ente kafir, musyrik, ahli bid’ah dan ahli neraka.

Karena dunia sudah sangat memprihatinkan akibat ulah kelompok radikal, akhirnya orang NU mengeluarkan bid’ah terbaru (bid’ah update) yaitu bid’ah zaman now berupa vaksin “Islam Nusantara”. Dengan vaksin ini, dijamin khilafer akan tobat dan wahaber akan tiarap. Mau divaksin dengan vaksin “Islam Nusantara”? Silahkan datangi kiai-kiai NU, habib-habib NU dan ulama NU. Dengan vaksin ini, atas izin Allah yang mulanya galak akan menjadi moderat.

Djogja.
Ingsun Sholihin, 08 jumadil Ula 1439 H

Sabtu, 06 Januari 2018



313 NAMA RASUL ALLAH


Telah kita ketahui bersama bahwa nama-nama rasul yang wajib kita hafal dan ketahui ada 25. Sedangkan jumlah keseluruhan para rasul ada 313. Mungkin ini yang tidak banyak diketahui orang, yakni tentang nama-nama para rasul yang berjumlah 313.

Al-Alim al-‘Allamah asy-Syaikh Muhammad Nawawi al-Jawi al-Bantani (kelahiran Tanara, Serang, Banten tahun 1813 M dan wafat di Mekkah tahun 1897 M), dalam kitabnya yang berjudul ats-Tsamaru al-Yani’ah fi Riyadh al-Badi’ah menjelaskan:

فمن كتب اسمائهم ووضعهم فى بيته او قراها اوحملها تعظيما لهم وتكريما لذواتهم واحتراما لنبوتهم واستمدادا من هممهم العالية واستغاثة بارواحهم المقدسة سهل عليه امورالدنيا والاخرة وفتح عليه ابواب الخيرات ونزول الرحمة والبركات ودفع عنه الشرور , وقال صلى الله عليه وسلم حياتهم ومماتهم سواء فهم متصرفون في الارض والسماء.

“Barangsiapa yang menulis nama-nama rasul dan meletakkannya di rumah atau membacanya atau membawanya dengan mengagungkan mereka, memuliakan keberadaan mereka, menghormati kenabian mereka, berharap dari keinginan mereka yang tinggi dan beristighatsah dengan ruh-ruh mereka yang suci, maka akan dimudahkan oleh Allah Swt. segala urusan di dunia dan akhirat. Dan akan dibukakan pintu-pintu kebaikan dan diturunkan rahmat, keberkahan serta menolak segala kejelekan. Rasulullah Saw. bersabda: “Hidup dan matinya mereka (para rasul) itu sama saja, tetap beraktivitas (hidup) di bumi dan di langit.”

والمشهور ان المرسلين ثلاثمائة وثلاثا عشر كما في حديث ابي ذر وهاهي اسماؤهم على ماروى عن انس : ادم , شيث, انوش, قيناق, مهيائيل, اختوخ, ادريس, متوشلخ, نوح, هود, عبهف, مرداريم, شارع, صالح, ارفخشذ, صفوان, حنظلة, لوط, عصان, ابراهيم, اسمعيل, اسحق, يعقوب, يوسف, شمائيل, شعيب, موسى, لوطان, يعوا, هرون, كليل, يوشع, دانيال, بونش, بليا, ارميا, يونس, الياس, سليمان, داود, اليسع, ايوب, اوس, ذانين, الهميع, ثابت, غابر, هميلان, ذوالكفل, عزير, عزقلان, عزان, الوون, زاين, عازم, هريد, شاذن, سعد, غالب, شماس, شمعون, فياض, قضا, سارم, عيناض, سايم, عوضون, بيوزر, كزول, باسل, باسان, لاخين, غلضات, رسوغ, رشعين, المون, لوغ,برسوا, الاظيم, رشاد, شريب, هيبل, ميلان, عمران, هرييب, جريت, شماع, صريخ, سفان, قبيل, ضعضع, عيصون, عيصف, صديف, برواء,حاصيم, هيان, عاصم, وجان, مصداع, عاريس, شرحبيل, خربيل, حزقيل, اشموئيل, غمصان, كببر, سباط, عباد بثلخ, ريهان, عمدان, مرقان, حنان, لوحنا, ولام, بعيول, بصاص, هبان, افليق, قازيم, نصير, اوريس, مضعس, جذيمة, شروحيل, معنائيل, مدرك, حارم, بارغ هرميل, جابد, زرقان, اصفون, برجاج, ناوى, هزرابن اشبيل, عطاف, مهيل, زنجيل, شمطان, القوم, حوبلد, صالح, سانوخ, راميل, زاميل, قاسم, باييل, بازل, كبلان, باتر, حاجم, جاوح, جامر, حاجن, راسل, واسم, رادن, سادم, شوشا, جازان, صاحد, صحبان, كلوان, صاعد,غفران, غاير, لاحون, بلدخ, هيدان, لاوى, هيراء, ناصى, حانك, حافيخ, كاشيخ, لافث, نايم, حاشم, هجام, ميزاد,اسيمان, رحيلا, لاطف, برطفون, ابان, عورائض, مهمتصر, عانين, نماخ, هندويل, مبصل, مضعتام, طميل, طابيح, مهمم حجرم, عدون, منبد, بارون, روان, معبن, مزاحم, يانيد, لامى, فردان,جابر, سالوم, عيص, هربان, جابوك, عابوج, مينات, قانوح, دربان, صاخم, حارض, حراض, حرقيا, نعمان, ازميل, مزحم, ميداس, يانوح, يونس, ساسان, فريم, فريوش, صحيب, ركن, عامر, سحنق, زاخون, حينيم, عياب, صباح, عرفون, مخلاد, مرحم, صانيد, غالب, عبدالله, ادرزين, عدسار, زهران, بايع, نظير, هورين, كايواشيم, فتوان, عابون, رباخ, صابح, مسلون, حجان, روبال, رابون, معيلا, سايعان, ارجيل, بيغين, متضح, رحين, محراس, ساخين, حرفان, مهمون, حوضان, البؤن, وعد, رخيول, بيغان, بتيحور, حوظبان, عامل, زحرام, عيس, صبيح, يطبع, جارح, صهيب, صبحان, كلمان, يوخى, سميون, عرضون, حوحر, يلبق, بارع, عائيل, كنعان, حفدون, حسمان, يسمع, عرفور, عرمين, فضحان, صفا, شمعون, رصاص, اقلبون, شاخم, خائيل, احيال, هياج, زكريا, يحيى, جرجيس, عيسى بن مريم, محمد صلى الله عليه  وسلم عليهم اجمعين


“Dan menurut pendapat yang masyhur, sesungguhnya para rasul itu berjumlah 313, seperti yang disebutkan dalam hadits riwayat Abu Dzar Ra. Dan inilah nama-nama rasul itu seperti yang diriwayatkan dari sahabat Anas Ra.:

1.      Adam As.
2.      Tsits As.
3.      Anuwsy As.
4.      Qiynaaq As.
5.      Mahyaa’iyl As.
6.      Akhnuwkh As.
7.      Idris As.
8.      Mutawatsilakh As.
9.      Nuh As.
10.  Hud As.
11.  Abhaf As.
12.  Murdaaziyman As.
13.  Tsari’ As.
14.  Sholeh As.
15.  Arfakhtsyad As.
16.  Shofwaan As.
17.  Handholah As.
18.  Luth As.
19.  Ishoon As.
20.  Ibrahim As.
21.  Isma’il As.
22.  Ishaq As.
23.  Ya’qub As.
24.  Yusuf As.
25.  Tsama’il As.
26.  Su’aib As.
27.  Musa As.
28.  Luthoon As.
29.  Ya’wa As.
30.  Harun As.
31.  Kaylun As.
32.  Yusya’ As.
33.  Daaniyaal As.
34.  Bunasy As.
35.  Balyaa As.
36.  Armiyaa As.
37.  Yunus As.
38.  Ilyas As.
39.  Sulaiman As.
40.  Daud As.
41.  Ilyasa’ As.
42.  Ayub As.
43.  Aus As.
44.  Dzanin As.
45.  Alhami’ As.
46.  Tsabits As.
47.  Ghobir As.
48.  Hamilan As.
49.  Dzulkifli As.
50.  Uzair As.
51.  Azkolan As.
52.  Izan As.
53.  Alwun As.
54.  Zayin As.
55.  Aazim As.
56.  Harbad As.
57.  Syadzun As.
58.  Sa’ad As.
59.  Gholib As.
60.  Syamaas As.
61.  Syam’un As.
62.  Fiyaadh As.
63.  Qidhon As.
64.  Saarom As.
65.  Ghinadh As.
66.  Saanim As.
67.  Ardhun As.
68.  Babuzir As.
69.  Kazkol As.
70.  Baasil As.
71.  Baasan As.
72.  Lakhin As.
73.  Ilshots As.
74.  Rasugh As.
75.  Rusy’in As.
76.  Alamun As.
77.  Lawqhun As.
78.  Barsuwa As.
79.  Al-‘Adzim As.
80.  Ratsaad As.
81.  Syarib As.
82.  Habil As.
83.  Mublan As.
84.  Imron As.
85.  Harib As.
86.  Jurits As.
87.  Tsima’ As.
88.  Dhorikh As.
89.  Sifaan As.
90.  Qubayl As.
91.  Dhofdho As.
92.  Ishoon As.
93.  Ishof As.
94.  Shodif As.
95.  Barwa’ As.
96.  Haashiim As.
97.  Hiyaan As.
98.  Aashim As.
99.  Wijaan As.
100.          Mishda’ As.
101.          Aaris As.
102.          Syarhabil As.
103.          Harbiil As.
104.          Hazqiil As.
105.          Asymu’il As.
106.          Imshon As.
107.          Kabiir As.
108.          Saabath As.
109.          Ibaad As.
110.          Basylakh As.
111.          Rihaan As.
112.          Imdan As.
113.          Mirqoon As.
114.          Hanaan As.
115.          Lawhaan As.
116.          Walum As.
117.          Ba’yul As.
118.          Bishosh As.
119.          Hibaan As.
120.          Afliq As.
121.          Qoozim As.
122.          Ludhoyr As.
123.          Wariisa As.
124.          Midh’as As.
125.          Hudzamah As.
126.          Syarwahil As.
127.          Ma’n’il As.
128.          Mudrik As.
129.          Hariim As.
130.          Baarigh As.
131.          Harmiil As.
132.          Jaabadz As.
133.          Dzarqon As.
134.          Ushfun As.
135.          Barjaaj As.
136.          Naawi As.
137.          Hazruyiin As.
138.          Isybiil As.
139.          Ithoof As.
140.          Mahiil As.
141.          Zanjiil As.
142.          Tsamithon As.
143.          Alqowm As.
144.          Hawbalad As.
145.          Solih As.
146.          Saanukh As.
147.          Raamiil As.
148.           Zaamiil As.
149.          Qoosim As.
150.          Baayil As.
151.          Yaazil As.
152.          Kablaan As.
153.          Baatir As.
154.          Haajim As.
155.          Jaawih As.
156.          Jaamir As.
157.          Haajin As.
158.          Raasil As.
159.          Waasim As.
160.          Raadan As.
161.          Saadim As.
162.          Syu’tsan As.
163.          Jaazaan As.
164.          Shoohid As.
165.          Shohban As.
166.          Kalwan As.
167.          Shoo’id As.
168.          Ghifron As.
169.          Ghooyir As.
170.          Lahuun As.
171.          Baldakh As.
172.          Haydaan As.
173.          Lawii As.
174.          Habro’a As.
175.          Naashii As.
176.          Haafik As.
177.          Khoofikh As.
178.          Kaashikh As.
179.          Laafats As.
180.          Naayim As.
181.          Haasyim As.
182.          Hajaam As.
183.          Miyzad As.
184.          Isyamaan As.
185.          Rahiilan As.
186.          Lathif As.
187.          Barthofun As.
188.          A’ban As.
189.          Awroidh As.
190.          Muhmuthshir As.
191.          Aaniin As.
192.          Namakh As.
193.          Hunudwal As.
194.          Mibshol As.
195.          Mudh’ataam As.
196.          Thomil As.
197.          Thoobikh As.
198.          Muhmam As.
199.          Hajrom As.
200.          Adawan As.
201.          Munbidz As.
202.          Baarun As.
203.          Raawan As.
204.          Mu’biin As.
205.          Muzaahiim As.
206.          Yaniidz As.
207.          Lamii As.
208.          Firdaan As.
209.          Jaabir As.
210.          Saalum As.
211.          Asyh As.
212.          Harooban As.
213.          Jaabuk As.
214.          Aabuj As.
215.          Miynats As.
216.          Qoonukh As.
217.          Dirbaan As.
218.          Shokhim As.
219.          Haaridh As.
220.          Haarodh As.
221.          Harqiil As.
222.          Nu’man As.
223.          Azmiil As.
224.          Murohhim As.
225.          Midaas As.
226.          Yanuuh As.
227.          Yunus As.
228.          Saasaan As.
229.          Furyum As.
230.          Farbusy As.
231.          Shohib As.
232.          Ruknu As.
233.          Aamir As.
234.          Sahnaq As.
235.          Zakhun As.
236.          Hiinyam As.
237.          Iyaab As.
238.          Shibah As.
239.          Arofun As.
240.          Mikhlad As.
241.          Marhum As.
242.          Shonid As.
243.          Gholib As.
244.          Abdullah As.
245.          Adruzin As.
246.          Idasaan As.
247.          Zahron As.
248.          Bayi’ As.
249.          Nudzoyr As.
250.          Hawziban As.
251.          Kaayiwuasyim As.
252.          Fatwan As.
253.          Aabun As.
254.          Rabakh As.
255.          Shoobih As.
256.          Musalun As.
257.          Hijaan As.
258.          Rawbal As.
259.          Rabuun As.
260.          Mu’iilan As.
261.          Saabi’an As.
262.          Arjiil As.
263.          Bayaghiin As.
264.          Mutadhih As.
265.          Rahiin As.
266.          Mihros As.
267.          Saahin As.
268.          Hirfaan As.
269.          Mahmuun As.
270.          Hawdhoon As.
271.          Alba’uts As.
272.          Wa’id As.
273.          Rahbul As.
274.          Biyghon As.
275.          Batiihun As.
276.          Hathobaan As.
277.          Aamil As.
278.          Zahirom As.
279.          Iysaa As.
280.          Shobiyh As.
281.          Yathbu’ As.
282.          Jaarih As.
283.          Shohiyb As.
284.          Shihats As.
285.          Kalamaan As.
286.          Bawumii As.
287.          Syumyawun As.
288.          Arodhun As.
289.          Hawkhor As.
290.          Yaliyq As.
291.          Bari’ As.
292.          Aa’iil As.
293.          Kan’aan As.
294.          Hifdun As.
295.          Hismaan As.
296.          Yasma’ As.
297.          Arifur As.
298.          Aromin As.
299.          Fadh’an As.
300.          Fadhhan As.
301.          Shoqhoon As.
302.          Syam’un As.
303.          Rishosh As.
304.          Aqlibuun As.
305.          Saakhim As.
306.          Khoo’iil As.
307.          Ikhyaal As.
308.          Hiyaaj As.
309.          Zakariya As.
310.          Yahya As.
311.          Jurhas As.
312.          Isa As.
313.          Muhammad Saw.

Walhasil, menurut kami pribadi sesuai dengan konteks kekinian, kalau kita posting ataupun share status 313 nama-nama rasul ini insya Allah juga akan mendapatkan keutamaan sebagaimana mereka yang meletakkannya di rumah atau membacanya atau membawanya dengan mengagungkan mereka, memuliakan keberadaan mereka, menghormati kenabian mereka, berharap dari keinginan mereka yang tinggi dan beristighatsah dengan ruh-ruh mereka yang suci, sebagaiman disebutkan di atas. Aamiin.

Jogja, 19 Robiuts Tsani 1439 H/ 06 Januari 2018 M
Ingsun Sholihin

Minggu, 31 Desember 2017

PRAHARA MALAM SUNYI TERJADI (LAGI) MALAM INI



Bising suara-suara kembang api (tadi), terjadi di tengah malam sunyi
Membuat jiwa – jiwa terjaga lagi...
Seorang bayi menangis tiada henti, manula (lansia) kaget setengah mati
Nyenyak tidur terusik kembali, hewanpun tak luput dari kegaduhan malam ini

Riuh terompet bersahutan, Bak sebuah hal yang sangat berarti
Sementara genta bertalu duabelas kali, Menjadikan kelengkapan bunyi – bunyi
Sekaligus tanda awal permulaan tanda yang dinanti...
Sebagian mereka melonjak tinggi – tinggi, Sembari meneriakkan “pekik” tradisi
Suka cita tak berhenti menghiasi

Semua yang terjadi malam kali ini, bukan sekedar isapan jempol belaka lagi
Bukan pula hal yang perlu ditutup – tutupi...
Sebuah  ceremonial adat kaum negeri, adat yang menciderai rasionalitas ini
Juga telah mempesona inti hati, serta telah menutup pekanya intuis
Sehingga telah menggap kaprah segala hal yang terjadi
Tak jarang melanggar hukum asasi Dan.... tak sadar telah merenggut hak insani,

Demi memburu kesenangan hati dan sensai, jutaan rupiahpun terbuang tiada arti
Entah hal ihwal apa yang mendasari....???
Entah madu manfaat apa yang dicari ....???
Yang jelas, madu belum tentu didapati,
Namun racun mudhorot sudah tentu diperoleh pasti.


Jogja, 18 Shofar 1434 H/ 01 Januari 2013 M, Pukul 03:03 WIB
Ingsun Sholihin



Jumat, 10 November 2017

PENGEMBANGAN SIKAP PEMAAF DALAM BERMASYARAKAT


Pendahuluan

Islam mendorong Muslim untuk memiliki sikap pemaaf. Sifat ini muncul karena keimanan, ketakwaan, pengetahuan dan wawasan mendalam seorang Muslim tentang Islam. Seorang Muslim menyadari bahwa sikap pemaaf menguntungkan, terutama membuat hati lapang dan tidak dendam terhadap orang yang berbuat salah kepadanya, sehingga jiwanya menjadi tenang dan tentram. Dalam bahasa Arab, maaf diungkapkan dengan kata al-'afwu. Kata al-'afwu, berarti terhapus atau menghapus. Jadi, memaafkan mengandung pengertian menghapus luka atau bekas-bekas luka yang terdapat dalam hati. Dengan memaafkan kesalahan orang lain berarti hubungan antara mereka yang bermasalah kembali baik dan harmonis karena luka yang ada di dalam hati mereka, terutama yang memaafkan, telah sembuh.

Apabila ia bukan pemaaf, tentu akan menjadi orang pendendam. Dendam yang tidak terbalas menjadi beban bagi dirinya. Ini penyakit berbahaya karena selalu membawa kegelisahan dan tekanan negatif bagi orang yang bersangkutan. Hanya orang-orang bodoh yang tidak memiliki sikap pemaaf. Sikap pemaaf yang menjadi tradisi Muslim jauh lebih baik dari sedekah yang diberikan dengan diiringi oleh ucapan atau sikap yang menyakitkan bagi orang yang menerimanya. 

Seorang Muslim bukan hanya dituntut memberikan maaf. Ia juga diperintahkan berbuat baik kepada yang pernah berbuat salah kepadanya. Mereka yang mampu berbuat demikian mendapat kedudukan tinggi, pujian dan pahala yang baik dari Allah Subhanahu wa Ta'ala. Suka memberi maaf kepada orang yang berbuat salah merupakan ciri orang bertakwa. Orang yang demikian akan memaafkan orang yang berbuat salah kepadanya, meskipun yang bersalah tidak pernah minta maaf kepadanya. Sikap pemaaf perlu melekat pada diri Mulsim dan menjadikan akhlak karimahnya sebagai buah iman, takwa dan ibadahnya kepada Allah. Dengan sikap pemaaf, seorang Muslim di cintai Allah dan disenangi manusia. Dengan sikap pemaaf yang dimiliki setiap Muslim akan memperkokoh silaturahim antara sesama kita. 

Ketika kita menikmati keindahan hidup ini dalam batasan-batasan Syariah yang suci, maka itulah kebahagiaan yang sempurna. Allah SWT telah menciptakan taman-taman yang sangat indah, karena Allah SWT memang Maha Indah. Allah SWt menukai keindahan. Maka bacalah tanda-tanda yang menunjukkan ke-Esa-an (Wahdaniyah) dalam penciptaan yang indah ini. Semerbak wewangian, makanan yang mengundang selera dan pemandangan yang indah akan menciptakan kebahagiaan dan keriangan di dalam jiwa.

PEMBAHASAN

 A. Surah Ali 'Imran 133 – 136 dan ayat 159

وَسَارِعُوا إِلَى مَغْفِرَةٍ مِنْ رَبِّكُمْ وَجَنَّةٍ عَرْضُهَا السَّمَاوَاتُ وَالْأَرْضُ أُعِدَّتْ لِلْمُتَّقِينَ 
133. Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada syurga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa.(QS. 3:133)

Allah menyuruh supaya kaum muslimin bersegera meminta ampun kepada Nya bila sewaktu-waktu jatuh ke jurang dosa dan maksiat, karena manusia tidak luput dari kesalahan dan kekhilafan. Seorang muslim tidak akan mau mengerjakan perbuatan yang dilarang Allah, tetapi kadang-kadang karena kuatnya godaan dan tipu daya setan dia terjerumus juga ke dalam jurang maksiat, kemudian dia sadar akan kesalahannya dan menyesal atas perbuatan itu lalu tobat dan mohon ampun kepada Allah, maka Allah akan mengampuni dosanya itu. Allah adalah Maha Penerima tobat dan Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Bila seorang muslim selalu menaati perintah Allah dan Rasul Nya dan menjauhi segala larangan-Nya dan bertobat bila jatuh ke jurang dosa dan maksiat maka Allah akan mengampuni dosanya dan akan memasukkan nanti di akhirat ke dalam surga yang amat luas sebagai balasan atas amal yang telah dikerjakannya di dunia yaitu surga yang disediakan Nya untuk orang yang. bertakwa kepada Nya.

الَّذِينَ يُنْفِقُونَ فِي السَّرَّاءِ وَالضَّرَّاءِ وَالْكَاظِمِينَ الْغَيْظَ وَالْعَافِينَ عَنِ النَّاسِ وَاللَّهُ يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَ
134. (Yaitu) orang-orang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan.(QS. 3:134)

Ayat ini langsung menjelaskan sifat-sifat orang-orang yang bertakwa yaitu:
Pertama: Orang yang selalu menafkahkan hartanya balk dalam keadaan berkecukupan maupun dalam keadaan kesempitan (miskin). Dalam keadaan berkecukupan dan dalam keadaan sempit ia tetap memberi nafkah sesuai dengan kesanggupannya. Bernafkah itu tidak diharuskan dalam jumlah yang tertentu sehingga ada kesempatan bagi si ini skin untuk memberi nafkah. Bersedekah itu boleh saja dengan barang atau uang yang sedikit nilainya. karena itulah kesanggupan yang baru dapat diberikan dan tetap akan memperoleh pahala dari Allah SWT. Diriwayatkan bahwa 'Aisyah Ummul mukminin bahwa dia pernah bersedekah dengan sebiji anggur, dan di antara sahabat-sahabat Nabi ada yang bersedekah dengan sebiji bawang.  Rasulullah saw bersabda:
"اتقوا النار ولو بشق تمرة وردو السائل ولو بظلف محرق"
Artinya: "Peliharalah dirimu dari api neraka meskipun dengan menyedekahkan sepotong karma, dan perkenankanlah permintaan seorang peminta walaupun dengan memberikan sepotong kuku hewan yang dibakar" (HR Ahmad dalam musnadnya)

Bagi orang kaya dan berkelapangan tentulah sedekah dan dermanya harus disesuaikan dengan kesanggupan. Sungguh amat janggal bahkan memalukan bila seorang yang berlimpah-limpah kekayaannya hanya memberikan derma dan sedekah sama banyak-nya dengan pemberian orang ini skin. Ini menunjukkan bahwa kesadaran bernafkah belum tertanam di dalam hatinya.

Sifat kikir yang tertanam dalam hati manusia hendaklah diberantas dengan segala macam cara dan usaha, karena sifat ini adalah musuh masyarakat nomor satu. Tak ada satu umatpun yang dapat maju dan hidup berbahagia kalau sifat kikir ini merajalela pada umat itu. Sifat kikir bertentangan dengan peri kemanusiaan. Oleh sebab itu Allah memerintahkan bernafkah dan menjelaskan bahwa harta yang ditunaikan zakatnya dan didermakan sebagiannya tidak akan berkurang bahkan akan bertambah. Firman Allah SWT :"Allah memusnahkan riba dan menyuburkan sedekah (Q.S Al- Baqarah:276). Imam Gazali menjelaskan sebagai berikut Memerangi suatu sifat yang buruk haruslah dengan membiasakan diri melakukan lawan sifat itu. Jadi kalau orang akan memberantas sifat kikir dalam dirinya hendaklah dia membiasakan berderma dan memberi pertolongan kepada orang lain. Dengan membiasakan diri itu akan hilanglah sifat kikirnya itu dengan berangsur-angsur.

Kedua: Orang-orang yang menahan amarahnya. Biasanya orang yang memperturutkan rasa amarahnya tidak dapat mengendalikan akal pikirannya dan ia akan melakukan tindakan-tindakan kejam dan jahat sehingga apabila sadar dia pasti menyesali tindakan yang dilakukannya itu dan dia akan merasa heran mengapa ia bertindak sejauh itu. 

Pernah Siti Aisyah menjadi marah karena tindakan pembantunya. Tetapi beliau dapat menguasai dirinya, karena sifat takwa yang bersemi dalam dirinya. Beliau berkata: "Alangkah baiknya sifat takwa itu. dia menjadi obat bagi segala kemarahan". Nabi Muhammad saw. bersabda "Orang-orang kuat itu bukanlah yang dapat membanting lawannya tetapi orang yang benar-benar kuat ialah orang yang dapat menahan amarahnya". Allah SWT berfirman  : 

 وإذا ما غضبوا هم يغفرون 
Artinya: Dan apabila mereka marah, mereka memberi maaf' (Q.Sasy Syura: 37)

Ketiga: Orang yang memaafkan kesalahan orang lain. Memaafkan kesalahan orang lain sedang kita sanggup membalasnya dengan yang setimpal adalah suatu sifat yang baik yang harus dimiliki oleh setiap muslim yang bertakwa. Mungkin hal ini sulit dipraktekkan karena sudah menjadi kebiasaan bagi manusia membalas kejahatan dengan kejahatan tetapi bagi manusia yang sudah tinggi akhlak dan kuat imannya serta telah dipenuhi jiwa, dengan takwa, maka memaafkan kesalahan itu mudah saja baginya.

Mungkin membalas kejahatan dengan kejahatan masih dalam rangka keadilan tetapi harus disadari bahwa membalas kejahatan dengan kejahatan pula tidak dapat membasmi atau melenyapkan kejahatan itu. Mungkin dengan adanya balas membalas itu kejahatan akan meluas dan berkembang. Tetapi bila kejahatan itu dibalas dengan maaf dan sesudah itu diiringi dengan perbuatan yang baik, maka yang melakukan kejahatan itu akan sadar, bahwa dia telah melakukan perbuatan yang sangat buruk dan tidak adil terhadap orang bersih hatinya dan suka berbuat baik. Dengan demikian dia tidak akan melakukannya lagi dan tertutuplah pintu kejahatan itu.

Keempat: Orang-orang yang berbuat baik. Berbuat baik termasuk sifat orang yang bertakwa maka di samping memaafkan kesalahan orang lain hendaklah memaafkan itu diiringi dengan berbuat baik kepada orang yang melakukan kesalahan.

وَالَّذِينَ إِذَا فَعَلُوا فَاحِشَةً أَوْ ظَلَمُوا أَنْفُسَهُمْ ذَكَرُوا اللَّهَ فَاسْتَغْفَرُوا لِذُنُوبِهِمْ وَمَنْ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلَّا اللَّهُ وَلَمْ يُصِرُّوا عَلَى مَا فَعَلُوا وَهُمْ يَعْلَمُونَ 
135.Dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri, mereka ingat akan Allah, lalu memohon ampun terhadap dosa mereka--dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain dari pada Allah? Dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka mengetahui.(QS. 3:135)

Kelima: Orang yang mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri kemudian mereka segera meminta ampun kepada Allah dan tidak mengulangi lagi perbuatan itu. Para muffassirin membedakan antara perbuatan keji (fahisyah) dengan menganiaya diri sendiri (Zulm). Mereka mengatakan perbuatan keji ialah perbuatan yang bahayanya tidak saja menimpa orang yang berbuat dosa tetapi juga menimpa orang lain dan masyarakat. Dan menganiaya diri sendiri ialah berbuat dosa yang bahayanya terbatas pada orang yang mengerjakan saja. Contoh perbuatan keji seperti berzina, berjudi, memfitnah dan sebagainya, perbuatan menganiaya diri sendiri seperti memakan makanan yang haram, memboroskan harta benda, menyia-nyiakannya dan sebagainya. Bila seorang muslim melakukan perbuatan dosa, tentunya segera neneohon ampun, nenohon ampun kepada Allah bukan sekadar mengucapkan kalimat "Aku memohon kepada Allah". tetapi harus disertai dengan penyesalan serta janji kepada diri sendiri tidak akan mengerjakan dosa itu lagi. Inilah yang dinamakan tobat nasuha yang diterima oleh Allah.

ولَئِكَ جَزَاؤُهُمْ مَغْفِرَةٌ مِنْ رَبِّهِمْ وَجَنَّاتٌ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا وَنِعْمَ أَجْرُ الْعَامِلِينَ
  136. Mereka itu balasannya ialah ampunan dari Tuhan mereka dan syurga yang di dalamnya mengalir sungai-sungai, sedang mereka kekal di dalamnya; dan itulah sebaik-baik pahala orang-orang yang beramal.(QS. 3:136)

Demikianlah lima sifat di antara sifat-sifat orang yang bertakwa kepada Allah yang harus dimiliki oleh setiap muslim. Setiap muslim hendaknya berusaha agar terwujud di dalam dirinya kelima sifat itu dengan sempurna karena dengan memiliki sifat-sifat itu dia akan menjadi muslim sejati yang dapat memberi manfaat kepada dirinya sendiri dan dapat pula memberi manfaat kepada orang lain dan kepada masyarakat, nusa dan bangsanya. Orang-orang yang memiliki sifat-sifat itu akan dibalasi Allah dengan mengampuni dosanya dan menempatkannya di akhirat kelak di dalam surga yang mengalir sungai-sungai di bawahnya. Mereka kekal di dalamnya dan memang itulah ganjaran yang sebaik-baiknya bagi setiap orang yang beramal dan berusaha untuk memperbaiki dirinya, masyarakat dan umatnya.

فَبِمَا رَحْمَةٍ مِنَ اللَّهِ لِنْتَ لَهُمْ وَلَوْ كُنْتَ فَظًّا غَلِيظَ الْقَلْبِ لَانْفَضُّوا مِنْ حَوْلِكَ فَاعْفُ عَنْهُمْ وَاسْتَغْفِرْ لَهُمْ وَشَاوِرْهُمْ فِي الْأَمْرِ فَإِذَا عَزَمْتَ فَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُتَوَكِّلِين
159. Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. Karena itu maafkanlah mereka, mohonkanlah ampunan bagi mereka, dan bermusyawaratlah dengan mereka dalam urusan itu. Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakkal kepada-Nya.(QS. 3:159)

Meskipun dalam keadaan genting, seperti terjadinya pelanggaran pelanggaran yang dilakukan oleh sebagian kaum muslimin pada peperangan Uhud sehingga menyebabkan kaum muslimin menderita kekalahan, tetapi beliau tetap bersikap lemah lembut dan tidak marah terhadap yang melanggar itu, bahkan memaafkannya, dan memohonkan untuk mereka ampunan di Allah SWT. Andaikata Nabi Muhammad saw bersikap keras, berhati kasar tentulah mereka akan menjauhkan din dan beliau. Di samping itu Nabi Muhammad saw selalu bermusyawarah dengan mereka dengan segala hal, apalagi dalam urusan peperangan. Oleh karena itu kaum mukmin bertawakal sepenuhnya kepada Allah, karena tidak ada yang dapat membela kaum muslimin selain Allah.

Di samping itu Nabi Muhammad saw selalu bermusyawarah dengan mereka dengan segala hal, apalagi dalam urusan peperangan. Oleh karena itu kaum muslimin patuh melaksanakan keputusan-keputusan musyawarah karena keputusan itu merupakan keputusan mereka sendiri bersama Nabi. Mereka tetap berjuang dan berjihad di jalan Allah dengan tekad yang bulat tanpa menghiraukan bahaya dan kesulitan yang mereka hadapi. Mereka bertawakkal sepenuh kepada Allah, karena tidak ada yang dapat membela kaum muslimin selain Allah.

B. Tafsir surah Al-A'raf ayat 199 – 200


خُذِ الْعَفْوَ وَأْمُرْ بِالْعُرْفِ وَأَعْرِضْ عَنِ الْجَاهِلِينَ199. Jadilah engkau pemaaf dan suruhlah orang mengerjakan yang makruf, serta berpalinglah dari pada orang-orang yang bodoh.(QS. 7:199)

Dalam ayat ini Allah swt. memerintahkan Rasul-Nya (khususnya) dan kita pada ununmya, agar berpegang teguh pada prinsip umum tentang moral dan hukum.

1. Sikap Pemaaf

Allah swt. menyuruh Rasul-Nya agar beliau memaafkan perbuatan, tingkah laku dan akhlak manusia dan janganlah  meminta dari manusia apa yang sangat sukar bagi mereka sehingga lari dari agama. Termasuk prinsip agama, mudahkanlah, menjauhkan kesukaran dan segala halnya dalam bidang budi pekerti manusia yang banyak dipengaruhi lingkungannya. Bahkan banyak riwayat menyatakan bahwa yang dikehendaki pemaafan di sini ialah pemaafan dalam bidang akhlak atau budi pekerti.
Berkata Rasulullah sehubungan dengan ayat ini:

ما هذا يا جبريل؟ قال: إن الله أمرك أن تعفو عمن ظلمك وتعطي من حرمك وتصل من قطعك
Artinya: "Apakah ini ya Jibril ?" Jawab Jibril: "Sesungguhnya Allah telah memerintahkan kamu agar memaafkan orang yang berbuat aniaya terhadapmu, memberi kepada orang yang tidak mau memberi kepadamu dan menghubungkan silaturahim kepada orang yang memutuskannya."(HR Ibn Jarir dan Ibn Abi Hatim, dari Ibnu Umaimah dari bapaknya)

2. Menyuruh manusia berbuat makruf.

Makruf adalah adat kebiasaan masyarakat yang baik yang tidak bertentangan dengan ajaran agama Islam. Dalam Alquran kata "makruf" dipergunakan dalam hubungan hukum-hukum yang penting, seperti dalam hukum pemerintahan, hukum perkawinan. Dalam pengertian kemasyarakatan kata "makruf" dipergunakan dalam arti adat kebiasaan dan muamalat dalam suatu masyarakat. Karena itu ia berbeda-beda sesuai dengan perbedaan bangsa, negara dan waktu. Di antara para sarjana memberikan definisi "makruf" dengan apa yang dipandang baik melakukannya menurut tabiat manusia yang murni tidak berlawanan dengan akal pikiran yang sehat. Bagi kaum muslimin yang pokok ialah berpegang teguh pada nas-nas yang kuat dari Alquran dan sunah. Kemudian mengindahkan adat kebiasaan dan norma yang hidup dalam masyarakat selama tidak bertentangan dengan nas agama secara jelas.

3. Menjauhkan diri dari orang-orang yang jahil.

Yang dimaksud dengan orang jahil ialah orang yang selalu bersikap kasar dan menimbulkan gangguan-gangguan terhadap Nabi dan tidak dapat disadarkan. Allah memerintahkan kepada Rasul-Nya agar menghindarkan diri dari orang-orang jahil tidak melayani mereka dan tidak membalas kekerasan mereka dengan kekerasan pula.

وَإِمَّا يَنْزَغَنَّكَ مِنَ الشَّيْطَانِ نَزْغٌ فَاسْتَعِذْ بِاللَّهِ إِنَّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ 
200. Dan jika kamu ditimpa sesuatu godaan syaitan, maka berlindunglah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.(QS. 7:200)

Dalam ayat ini Allah swt. menjelaskan tentang kemungkinan Nabi Muhammad saw. digoda setan lalu dia tidak dapat melaksanakan prinsip di atas. Oleh karena itu Allah swt. memerintahkan kepada Rasul-Nya agar selalu memohonkan perlindungan kepada Allah swt. jika godaan setan datang dengan membaca "ta`awuz". Allah swt. Maha Mendengar segala permohonan yang diucapkan dan Maha Mengetahui apa yang dalam jiwa seseorang yang dapat mendorong dia berbuat kejahatan atau kesalahan. Jika doa itu dibaca orang yang tergoda itu dengan hati yang ikhlas dan penghambaan diri yang tulus kepada Allah swt. maka Allah swt. akan mengusir setan dari dirinya, serta akan melindungi dari godaan setan itu. Sabda Rasulullah saw.:

ما منكم من أحد إلا وقد وكل به قرينه من الجن قالوا: وإياك يا رسول الله قال: وإياي إلا أن الله أعانني عليه وأسلم منه
Artinya: Tidak seorang pun di antara kamu sekalian melainkan didampingi temannya dari jenis jin. Berkatalah para sahabat: "Kamu juga hai Rasulullah?" Beliau menjawab: "Juga. Hanya Allah menolong aku menghadapinya maka selamatlah aku daripadanya." (H.R Muslim dari 'Aisyah ra dan Ibnu Mas'ud).

Meskipun dalam ayat ini diperintahkan kepada Rasul, namun maksudnya ialah meliputi keseluruhan dari umatnya yang ada di dunia.


______________________

Oleh : Iin Sholihin 
Makalah ini disusun guna memenuhi tugas mata kuliah Tafsir II
Dosen Pengampu: Ibu Dra. Anisa Indriani, M.Si

Jurusan
KOMUNIKASI DAN PENYIARAN ISLAM
FAKULTAS DAKWAH
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA